JAKARTA BARAT, — INVESTIGASI.In – Suasana Festival Batavia 2026 di kawasan Kota Tua Jakarta Barat tidak hanya dipenuhi agenda seni, budaya, dan ekonomi kreatif, Di tengah keramaian Taman Fatahillah, Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Administrasi Jakarta Barat justru membawa urusan pertanahan lebih dekat ke ruang publik.
Kantah Jakarta Barat membuka layanan konsultasi pertanahan bagi masyarakat yang hadir dalam festival tersebut,Langkah ini menjadi bagian dari pola pelayanan jemput bola, sehingga warga dapat memperoleh penjelasan awal tanpa harus terlebih dahulu datang ke kantor pertanahan.
Sejumlah persoalan pertanahan dapat dikonsultasikan, mulai dari informasi pendaftaran tanah, sertipikasi, persyaratan pengajuan hak atas tanah hingga tahapan administrasi yang perlu dipenuhi masyarakat.
Kehadiran petugas di tengah masyarakat juga memiliki fungsi edukasi,Warga dapat memastikan dokumen dan persyaratan yang diperlukan sebelum mengajukan layanan, sehingga potensi kesalahan administrasi maupun bolak-balik dalam proses pengurusan dapat ditekan.
Fajar: Pelayanan Tak Harus Menunggu di Kantor
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat, Y.C. Fajar Nugroho Adi, S.T., M.Sc., mengatakan pelayanan pertanahan harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat,
“Kehadiran kami di Festival Batavia 2026 merupakan wujud nyata komitmen Kantor Pertanahan Jakarta Barat dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif, responsif, dan makin dekat dengan masyarakat,” ujar Fajar.
Menurutnya, ruang konsultasi seperti ini penting karena persoalan pertanahan sering kali membutuhkan pemahaman yang tepat sejak tahap awal,Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai prosedur dan dokumen yang harus disiapkan sebelum masuk ke proses pelayanan.
Model pelayanan tersebut sekaligus memperkuat arah transformasi pelayanan pertanahan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
Kantah Jakarta Barat sebelumnya juga mengembangkan sejumlah inovasi pelayanan, termasuk CANTIK (Cepat, Aman, Terintegrasi, dan Elektronik) serta berbagai kegiatan konsultasi pertanahan yang dilakukan dengan mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Dari Kota Tua, Layanan Pertanahan Masuk Ruang Publik
Festival Batavia 2026 yang mengusung tema “Jejaknya Hidup, Ceritanya Berlanjut” menjadi momentum tersendiri bagi Kantah Jakarta Barat untuk memperkenalkan pelayanan pertanahan dalam ruang yang lebih terbuka.
Bagi masyarakat, kehadiran layanan konsultasi di lokasi kegiatan publik bukan sekadar pelengkap festival,Langkah tersebut menunjukkan bahwa informasi pertanahan dapat diberikan secara langsung, cepat dan mudah dipahami sebelum masyarakat mengambil langkah administratif.
Persoalan tanah sendiri memiliki konsekuensi yang panjang, Kesalahan memahami status hak, persyaratan maupun prosedur dapat menimbulkan persoalan baru di kemudian hari, Karena itu, akses konsultasi menjadi salah satu pintu penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.
Dari kawasan bersejarah Kota Tua, Kantah Jakarta Barat memperlihatkan bahwa pelayanan publik tidak harus selalu berlangsung di balik loket kantor, Ketika masyarakat berkumpul di ruang publik, pelayanan pun dapat hadir mendekat.
Pelayanan pertanahan kini bukan hanya soal menyelesaikan berkas, tetapi juga memastikan masyarakat memahami prosesnya sejak awal.

