Jeritan Warga PALI di Tengah Kabut Asap: Desak Bupati Ambil Tindakan Konkret Ketimbang Imbauan
PALI, INVESTIGAS.IN – Gelombang ketidakpuasan masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terhadap penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kabut asap kian memuncak. Di berbagai platform media sosial, warga secara terbuka mulai mempertanyakan peran dan kehadiran langsung Bupati PALI, Asgianto, S.T., dalam memimpin mitigasi krisis lingkungan yang tengah mengancam kesehatan publik ini.
Kritik tersebut salah satunya mencuat melalui unggahan viral di grup Facebook lokal “INFO PALI TERKINI”. Seorang warga mengeluhkan pekatnya kabut asap yang telah memicu gangguan pernapasan (sesak napas) di berbagai wilayah. Netizen juga menyoroti titik api menahun, seperti kebakaran di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dekat kawasan Airport (Erpot) yang dilaporkan terus dibiarkan menyala selama berhari-hari tanpa penuntasan yang efektif.
“Kemano woi bupati pali ni dak Ado nian keliatan gerakan ny nangulangi kebakaran, nafas sesak, Asep di mno Mano. Apo Dio ni mancing. Seharusnya diotu hadir di lapangan. Mastiken anak buah ny efektif bekerja,” tulis salah satu pengguna media sosial dalam dialek lokal yang mendapat respons luas dari masyarakat setempat.
Dilema Antara Imbauan Protokol dan Realita Lapangan
Sebelumnya, pihak Pemerintah Kabupaten PALI melalui instansi terkait sebenarnya telah merilis seruan resmi mengenai kesiapsiagaan menghadapi dampak kemarau. Bupati Asgianto secara tertulis mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta memantau kondisi kesehatan anak-anak dari ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Namun, rilis protokol kesehatan tersebut dinilai publik belum menjawab akar masalah. Warga menganggap pemerintah daerah lebih banyak berpangku tangan pada aspek penanganan dampak (hilir), ketimbang melakukan eksekusi pemadaman yang agresif dan penegakan hukum di titik-titik api (hulu). Absennya sang kepala daerah di lokasi-lokasi kebakaran krusial memicu persepsi adanya jarak antara pengambil kebijakan dan realita kepedihan yang dirasakan warga di lapangan.
Kualitas Udara Memburuk, TPA Airport Jadi Sorotan
Kondisi TPA Airport yang terus mengepulkan asap pekat menjadi simbol lambatnya respons taktis dari jajaran dinas terkait. Kebakaran di area pembuangan sampah dinilai lebih berbahaya karena menghasilkan gas beracun (metana dan plastik terbakar) yang memperparah kualitas udara permukiman di sekitarnya.(Moy)