Top 5 This Week

Related Posts

Kadisdik PALI Harun SH: Jika Kabut Asap Belum Mereda, Belajar Daring Dipastikan Diperpanjang

 

Kadisdik PALI Harun SH: Jika Kabut Asap Belum Mereda, Belajar Daring Dipastikan Diperpanjang

PALI, INVESTIGASI.IN – Kondisi kualitas udara di wilayah Bumi Serepat Serasan yang masih berada dalam kategori membahayakan bagi kesehatan akibat kabut asap yang kian pekat, menyita perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Merespons situasi darurat lingkungan ini, Pemkab PALI melalui Dinas Pendidikan (Disdik) kini tengah bersiap untuk memperpanjang kebijakan pola belajar jarak jauh secara dalam jaringan (daring) bagi seluruh siswa di wilayah tersebut.

Rencana perpanjangan masa belajar daring ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Harun SH, pada Jum’at (9/10/2026). Langkah antisipatif ini diambil karena kabut asap yang dipicu oleh maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa waktu terakhir terindikasi belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten PALI sebenarnya telah memberlakukan pola belajar daring sejak tanggal 2 Oktober hingga dijadwalkan berakhir pada 10 Oktober 2026. Namun, melihat realita di lapangan di mana pekatnya asap justru kian mengancam kesehatan anak-anak, opsi memperpanjang masa belajar di rumah menjadi pilihan yang paling rasional demi keselamatan generasi muda.

“Setelah melihat kondisi asap saat ini yang belum mereda, kemungkinan belajar pola jarak jauh akan diperpanjang,” ujar Harun saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.

Kendati demikian, Harun menjelaskan bahwa kepastian mengenai durasi atau waktu pelaksanaan perpanjangan tersebut masih dalam tahap pembahasan mendalam. Pihaknya terus memantau dan mengevaluasi perkembangan ketebalan kabut asap serta kualitas udara dalam beberapa hari ke depan bersama instansi terkait. Dinas Pendidikan juga sangat bergantung pada faktor cuaca, terutama potensi turunnya hujan yang diharapkan dapat meluruhkan partikel asap di atmosfer.

“Kalau ada hujan dan kabut asap hilang, maka pola belajar akan kembali normal. Tetapi apabila tidak ada perubahan atau bahkan semakin pekat, maka dipastikan akan diperpanjang,” imbuh Harun secara tegas.

Di tengah kekhawatiran publik mengenai penurunan kualitas capaian akademik siswa selama belajar dari rumah, Harun meyakinkan bahwa proses pemenuhan hak pendidikan anak-anak di Kabupaten PALI tetap berjalan optimal. Pihak sekolah dan tenaga pengajar telah dikoordinasikan untuk tetap aktif memberikan materi serta penugasan harian yang terstruktur.

“Belajar tetap efektif meski secara jarak jauh karena setiap hari siswa diberikan tugas melalui handphone dari tenaga pengajar. Kebijakan ini murni diambil demi mengantisipasi dampak buruk dari bahaya kabut asap terhadap kesehatan anak didik kita. Harapan kami dalam waktu dekat ini ada hujan agar asap hilang dan pola belajar bisa segera kembali normal seperti sedia kala,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten PALI juga mengimbau kepada para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka selama masa belajar daring ini, dengan memastikan mereka tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas luar ruangan guna menghindari paparan langsung infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).(Moy)

Popular Articles