INVESTIGASI.IN
*SORONG || RADAR WARTA NASIONAL* – Upaya pemerintah dalam memperjuangkan pemulihan wilayah terdampak konflik di Aifat Timur Raya dan Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, mendapat dukungan dan apresiasi dari Sefnat Momao, mantan Anggota DPRK Maybrat periode 2019–2024 sekaligus Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat Sarpukun Maybrat/Mai Somara.
Dalam pernyata’an konferensi pers yang disampaikan di Sorong, Kamis (5/11/2026), Sefnat Momao menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Maybrat atas langkah memperjuangkan program prioritas pemulihan daerah konflik melalui rapat koordinasi lintas kementerian yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Selasa (3/11/2026).
Menurut Sefnat, kehadiran Gubernur Papua Barat Daya bersama Wakil Bupati Maybrat, Asisten II Setda, serta Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Maybrat dalam forum tersebut merupakan langkah penting untuk menyampaikan secara langsung kondisi, kebutuhan, dan program prioritas masyarakat terdampak konflik kepada pemerintah pusat.
Ia menilai, persoalan pemulihan wilayah Aifat Timur Raya dan Aifat Selatan membutuhkan perhatian serius serta sinergi lintas pemerintahan. Dukungan kebijakan dan pembiayaan dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemulihan.
*Dorong Tindak Lanjut Nyata, Bukan Sekadar Paparan*
Meski memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah, Sefnat menegaskan bahwa hasil rapat koordinasi lintas kementerian harus ditindaklanjuti dengan program konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia berharap program prioritas disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan karakteristik masing-masing wilayah. Selain itu, hasil ko’ordinasi perlu diterjemahkan menjadi rencana aksi yang jelas, terukur, memiliki tahapan pelaksanaan, serta pembagian tanggung jawab antarinstansi.
Menurutnya, pemulihan daerah konflik tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Pemerintah juga perlu memperhatikan pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemulihan ekonomi, hingga jaminan rasa aman dan kehidupan sosial masyarakat.
Sefnat juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat terdampak dalam proses perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan program. Dengan demikian, kebijakan yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat.
*Persatuan Menjadi Kunci Pemulihan Maybrat*
Lebih lanjut, Sefnat mengajak seluruh pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat Maybrat untuk bersama-sama mendukung proses pemulihan dengan mengedepankan persatuan, dialog, dan kepentingan masyarakat luas.
Ia berharap rapat koordinasi lintas kementerian tersebut menjadi titik awal percepatan penanganan wilayah terdampak konflik, bukan cuma forum penyampaian usulan dan paparan program.
“Masyarakat membutuhkan kehadiran negara melalui kebijakan, pelayanan, dan program yang nyata, konsisten, serta berkelanjutan,” demikian pesan Sefnat dalam pernyata’an-nya.
Menutup keterangannya, ia kembali menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Barat Daya, Wakil Bupati Maybrat beserta jajaran, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam memperjuangkan program prioritas pemulihan Aifat Timur Raya dan Aifat Selatan.
Harapan-nya, ko’ordinasi antarpemerintah tersebut dapat menghasilkan langkah nyata demi mengembalikan kehidupan masyarakat Maybrat yang aman, pulih, dan semakin sejahtera.
*SEFNAT MOMAO*
Mantan Anggota DPRK Maybrat Periode 2019–2024
Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat Sarpukun Maybrat/Mai Somara
Reporter.Aristono

