Selasa, Maret 10, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Diduga Menghindar, Perselisihan Upah Pekerja Kavling di Sumberbaru Picu Kekecewaan Keluarga

Mediainvestigasi.In

BANYUWANGI — Perselisihan pembayaran upah kerja pada proyek kavling di wilayah barat kantor Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, hingga kini belum menemukan penyelesaian. Perbedaan keterangan antara pekerja dan pemberi pekerjaan serta tidak adanya respons atas upaya komunikasi memicu kekecewaan keluarga pekerja.

Pekerja bernama Zarkoni, warga Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng, menyatakan hanya menerima upah sebesar Rp100.000 setelah bekerja selama empat hari dengan sistem upah harian. Pekerjaan disebut dimulai pada hari Kamis dan telah diselesaikan sesuai kesepakatan awal.

Menurut keterangan pekerja, selama kurang lebih 10 hari terakhir ia telah berulang kali berupaya menghubungi pemberi pekerjaan melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon, namun tidak memperoleh tanggapan. Upaya komunikasi juga dilakukan kepada suami pemilik kavling melalui pesan WhatsApp, tetapi hingga kini tidak mendapatkan respons.

Saat dikonfirmasi awak media, pemilik kavling berinisial IDA membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan pekerjaan tidak dilakukan secara maksimal dan meminta agar tidak dilakukan fitnah. Dalam komunikasi dengan awak media, IDA juga disebut sempat melontarkan pernyataan bernada ancaman terkait pemberitaan.

Di sisi lain, IDA menyatakan telah memberikan pembayaran sebesar Rp150.000. Sementara menurut keterangan pihak lain, pemilik pekerjaan juga pernah menyampaikan bahwa jumlah pembayaran mencapai Rp200.000. Perbedaan keterangan ini menimbulkan ketidakjelasan mengenai nilai upah yang sebenarnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan pemilik kavling berdomisili di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, dan sehari-hari berprofesi sebagai pedagang buah-buahan.

Dampak persoalan ini dirasakan langsung oleh keluarga pekerja. Keluarga yang menggantungkan penghasilan sebagai tukang ojek di Terminal Genteng dan memiliki empat anak mengaku sangat kecewa dan terpukul atas ketidakpastian pembayaran. Meski nominal upah dinilai tidak besar, bagi keluarga tersebut nilai tersebut sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pihak keluarga menilai sikap pemberi pekerjaan tidak menunjukkan itikad kooperatif dalam menyelesaikan persoalan. Awak media menyatakan telah melakukan konfirmasi kepada para pihak serta memperoleh izin untuk mempublikasikan informasi ini sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Masyarakat berharap penyelesaian dapat dilakukan secara terbuka, adil, dan bertanggung jawab agar persoalan tidak berlarut serta tidak menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.

 

Popular Articles