Top 5 This Week

Related Posts

Diduga Berkedok Supplier MBG, Korban Siap Tempuh Jalur Hukum

INVESTIGASI.IN | BANYUWANGI – Dugaan praktik penghimpunan dana masyarakat berkedok koperasi dan supplier program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan. Salah satu korban, Pramono, warga Temuasri, Sempu, Banyuwangi, mengaku mengalami kerugian setelah menyetorkan dana puluhan juta rupiah yang dijanjikan sebagai simpanan wajib anggota koperasi.

Dalam sertifikat yang diterima korban, tercantum nama “Koperasi Rakyat Jaya Abadi” dengan nilai simpanan wajib sebesar Rp35 juta serta janji SHU sebesar 2,5 persen setiap bulan setelah koperasi beroperasi. Selain itu, anggota dijanjikan kesempatan menjadi supplier barang sesuai besaran dana yang telah disetorkan.

Nama Puspita Dewi tercantum sebagai Ketua Yayasan sekaligus Ketua Koperasi. Sementara informasi yang berkembang di masyarakat menyebut Puspita Dewi merupakan istri dari Ali Muhajir yang berdomisili di Dusun Jenengsari.

Namun hingga kini, korban mengaku kesulitan menemui pihak yang bersangkutan. Menurut keterangan korban, rumah yang didatangi beberapa kali dalam keadaan kosong. Upaya komunikasi melalui telepon maupun pesan WhatsApp juga disebut tidak mendapatkan respons.

“Sudah berkali-kali didatangi ke rumahnya tidak pernah ketemu. Dihubungi lewat telepon dan WhatsApp juga tidak bisa,” ujar pihak korban.

Karena tidak adanya itikad baik dan kejelasan pertanggungjawaban, korban bersama keluarga kini berencana membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dengan melaporkannya kepada pihak berwajib.

Kasus ini memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait maraknya modus penawaran kerja sama supplier MBG maupun koperasi yang meminta setoran dana besar dengan iming-iming keuntungan tetap. Masyarakat pun diimbau lebih berhati-hati dan memastikan legalitas lembaga sebelum melakukan transaksi keuangan.

Apabila terbukti terdapat unsur penipuan atau penghimpunan dana ilegal, maka pelaku dapat dijerat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Warga yang merasa mengalami hal serupa juga diminta segera melapor agar tidak semakin banyak korban berjatuhan.

Popular Articles