Pontianak Kalbar II investigasi.in Kubu Raya – Pemerintah Desa Sungai Raya bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) gelar Musyawarah Desa (Musdes), Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 di Aula Kantor Desa Sungai Raya Jl. Adisucipto Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, Kamis (4/6/2026).

Dari kegiatan ini turut hadir Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Daerah), Pendamping Desa,TP – PKK, Kepala Sekolah PAUD AL Maghfirah, Kepala Sekolah SD, SMP, SMA, Ketua Ketua Majelis Taklim, Ketua GKMI Dusun Siaga, GPKB Syaloom Dusun Sudirman, Ketua Remaja Masjid, Ketua kelompok Remaja Pemuda/Pemudi Vihara, Ketua kelompok Fardhu Kifayah AL Hidayah dan Fardhu Kifayah Dusun Sudirman, Ketua MT Vihara Sinar Cerah Siaga, Babinsa, Babinkamtibmas Sei Raya.
Kepala Desa Sungai Raya Pitut Dwi Yugono saat di wawancara awak media mengatakan. Hari Ini Kamis tgl 4-6-2026 Desa Sungai Raya menyelenggarakan musyawarah desa kelompok marginal, ini berkaitan upaya penyerapan aspirasi dari kelompok masyarakat berkaitan rencana kerja untuk kegiatan pembangunan 2027.
Dikatakannya, saat ini meskipun terjadi pemangkasan anggaran luar biasa desa seluruh Indonesia, tetapi semua kegiatan Musdes tetap kita laksanakan sesuai peraturan perundang undang.
Juga, bahwa pelaksanaan Musdes RKPDes tahun ini dilakukan di tengah kondisi keterbatasan anggaran desa akibat adanya perubahan kebijakan pengalokasian dana desa,”dikatakannya.
Berkaitan untuk anggaran tahun 2027 kita belum dapat pagu nya, namun untuk anggaran tahun 2026 sudah kita sampaikan waktu Musrenbang tahun lalu.
Lanjut dikatakannya memang terjadi pemangkasan sekitar 64 % dari APBD Desa dusun Sungai Raya tahun lalu, tahun 2025.
Untuk kedepannya kita tetap melaksanakan kegiatan pembangunan sesuai dengan anggaran.
Hari ini kita melaksanakan penyerapan aspirasi pembangunan walaupun tidak bisa di alokasikan dana APBD, jadi kita tetap coba melakukan mohon bantuan sumber dana lain apakah dari pemerintah daerah maupun Provinsi.”jelas Kepala Desa.
Sekdes Yusmiran juga menambahkan, memang hari ini kita adakan Musdes Kelompok Marginal. Kita mau mengambil aspirasi mereka, apa usulan – usulan mereka, kita kumpul kan dan dijadikan bahan untuk menyusun rencana kerja di tahun 2027.
Sebenarnya yang harus kita lakukan ada 3 agenda dalam bulan Juni 2027. Kemarin yang sudah kita lakukan Musdus (Musyawarah Dusun) serentak dusun – dusun, juga di hadiri RT/RW menyampaikan aspirasinya usulan – usulan terkait pembangunan.
Besok penyerapan rembok Stunting, kita kumpulkan mereka terkait usulan – usulan aspirasi dengan bidang kesehatan. Kita undang kesehatan desa, mungkin melibatkan Puskesmas dan yang lainnya.
Jadi ini adalah yang kita lakukan setiap tahun dalam rangka untuk penyusun rencana kerja untuk tahun berikutnya.
Untuk anggaran tahun 2027 kita belum punya. Jadi dasar dari penyusunan RKP rencana kerja tahun 2027 kita masih menggunakan nanti pagu anggaran tahun 2026 tahun sebelumnya.
Anggaran tahun 2026 sekitar Rp3 miliar rupiah (Tiga miliar rupiah) dari berbagai sumber dari alokasi dana desa, dari bagi hasil pajak.
Jadi kalau kemarin itu kita nilai nya sekitar Rp.5 miliar rupiah lebih (Lima miliar rupiah lebih), karena ada pemangkasan sisa nya jadi Rp.3 miliar rupiah lebih dari tiga sumber.
Sementara dana desa kita yang tadinya mungkin Rp.1,2 miliar rupiah, sekarang tinggal Rp.373 juta rupiah (Tiga ratus tujuh puluh tiga juta rupiah).
Sedangkan titik pembangunan yang kita alokasikan pembangunan untuk 2026 hanya 3 (Tiga) titik, terutama itu gerbang, kemudian ada suatu kegiatan Siaga Dua Asri, Duta Rajawali itu pun sangat minim sekali dengan anggaran tersisa.
Untuk Kegiatan Koperasi merah ini wajib yang harus kita lakukan, biar bagaimanapun kita harus mengalokasikan anggaran dalam rangka untuk mendukung, karena itu termasuk 8 progres nasional.”.”ungkap Sekdes.

