
PALI, Investigasi.in – Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65, Pemerintah Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan gerakan kepanduan dengan agenda strategis pembangunan nasional.
Melalui momentum bersejarah ini, jajaran kepemimpinan kecamatan menyerukan penguatan karakter generasi muda yang tangguh, mandiri, dan berwawasan lingkungan sebagai pilar utama kemajuan bangsa.
Camat Tanah Abang selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Gerakan Pramuka Kecamatan Tanah Abang, Dadang Afriandy, SH., M.Si, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan mendalam kepada seluruh anggota pramuka di wilayahnya. Peringatan tahun ini secara nasional mengusung tema besar:
“Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Pramuka Sebagai Motor Penggerak Ketahanan Pangan
Dalam pernyataan resminya, Dadang Afriandy mengungkapkan bahwa tema Hari Pramuka ke-65 bukan sekadar slogan, melainkan sebuah instruksi kerja nyata bagi organisasi. Gerakan Pramuka diharapkan mampu mengambil bagian langsung dalam menjawab tantangan krisis global, salah satunya lewat penguatan sektor pangan dan kedaulatan pertanian lokal.
“Pramuka bukan hanya tempat menempa kedisiplinan dan baris-berbaris di sekolah, tetapi wadah pengabdian tanpa batas. Melalui semangat Dasa Darma, kita harus mendorong adik-adik pramuka di Kecamatan Tanah Abang agar peduli terhadap kelestarian lingkungan dan aktif mendukung kemandirian pangan, mulai dari pemanfaatan pekarangan hingga inovasi pertanian,” ujar Dadang Afriandy.
Pemerintah Kecamatan Tanah Abang sendiri terus aktif mengawal berbagai program ketahanan pangan di tingkat desa, seperti peresmian lahan produktif dan penanaman komoditas pertanian. Sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan kader-kader muda Pramuka diyakini akan mempercepat target swasembada tersebut.
Filosofi Logo ke-65 dan Estafet Kepemimpinan
Secara visual, logo peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun ini merepresentasikan ketangguhan dan fleksibilitas. Garis melengkung pada angka “65” menyerupai kepak sayap dan aliran air, melambangkan pergerakan dinamis Pramuka yang adaptif mengikuti perkembangan zaman digital tanpa kehilangan jati diri dasar kepanduan. Elemen tunas kelapa di dalamnya tetap berdiri kokoh sebagai simbol generasi penerus yang serbaguna dan tahan banting di berbagai kondisi.
Dadang Afriandy menekankan bahwa pembentukan watak generasi muda yang berintegritas dan siap mengabdi adalah investasi terbaik menyambut Indonesia Emas 2045. Sebagai pembina di tingkat kecamatan, pihaknya berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan kepramukaan yang produktif, edukatif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di wilayah Kecamatan Tanah Abang ini turut dirayakan dengan penuh khidmat oleh gugus depan di berbagai sekolah, serta diiringi semangat gotong-royong untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di bawah panji kepanduan.(Moy)