PALI, INVESTIGASI.IN – Kemeriahan dan rasa haru menyelimuti malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Muara Dua, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini digelar pada Kamis malam (20/8/2026), ditandai dengan pembagian hadiah aneka perlombaan yang disambut antusias oleh ratusan warga masyarakat.
Malam puncak ini dibuka dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Muara Dua, Winsa Obeni, bersama seluruh jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemuda karang taruna.
Kehadiran seluruh elemen pemerintahan desa ini menegaskan komitmen kuat dalam melayani dan menyatu dengan masyarakat.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Kepala Desa Muara Dua, Winsa Obeni menekankan bahwa momentum peringatan 17 Agustus ini bukan sekadar acara seremonial tahunan.
“Momentum perayaan ini adalah bentuk rasa syukur kita atas kemerdekaan, sekaligus wadah utama untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Ini adalah waktu di mana kita melepaskan sekat-sekat dan menyatu dalam kegembiraan,” ujar Obeni.
Mandiri dan Gotong Royong di Tengah Efisiensi Anggaran
Penyelenggaraan perayaan tahun ini terasa sangat spesial sekaligus menantang. Di tengah situasi di mana setiap desa sedang terkena dampak efisiensi anggaran pemerintah, Pemdes Muara Dua tetap teguh mengutamakan kebutuhan batiniah warganya. Menyadari bahwa masyarakat sangat membutuhkan hiburan berkualitas setelah rutinitas sehari-hari, pihak desa memutar otak agar perayaan tetap terlaksana dengan baik.
Hebatnya, di tengah keterbatasan anggaran tersebut, Kepala Desa beserta seluruh perangkat desa berkomitmen penuh untuk tidak memungut biaya pelaksanaan sepeser pun dari warga masyarakat. Seluruh rangkaian acara murni disokong oleh kebijakan internal desa yang berpihak pada rakyat, membuktikan kemandirian tata kelola pemerintahan Desa Muara Dua.
“Disaat setiap desa terkena dampak efisiensi anggaran, kita tahu seluruh warga masyarakat sangat membutuhkan hiburan. Jadi, walaupun dikelola secara efisien dan sederhana, perayaan ini harus tetap terlaksana. Kami dari pihak desa berkomitmen tidak memungut biaya apa pun ke warga,” tegas Kades Obeni.
Lebih dari 10 Perlombaan dan Wacana Baru Karnaval Desa
Sebelum malam puncak ini, keceriaan warga sudah memuncak sejak Senin (18/8/2026) melalui pelaksanaan lebih dari 10 jenis perlombaan yang melibatkan seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Gelak tawa dan semangat kompetisi yang sehat tercermin dari partisipasi aktif penonton maupun peserta lomba. Pembagian hadiah pada Kamis malam menjadi momen yang paling dinantikan, di mana senyum sumringah terpancar dari para pemenang.
Menatap masa depan, Desa Muara Dua terus bergerak dinamis.
Pemerintah desa berkomitmen untuk selalu mendukung program-program strategis guna mentransformasi Muara Dua menjadi desa mandiri seutuhnya. Salah satu inovasi dan wacana baru yang diumumkan adalah rencana pelaksanaan Karnaval Desa secara mandiri pada perayaan berikutnya, sebuah langkah berani untuk mengangkat potensi budaya dan kreativitas lokal ke tingkat yang lebih tinggi.
Menutup arahannya, Winsa Obeni memberikan pesan mendalam kepada seluruh warga yang hadir untuk selalu menjaga kondusifitas wilayah. “Mari kita selalu menjaga persatuan dan kesatuan, serta terus meningkatkan silaturahmi sesama warga masyarakat. Dengan modal kebersamaan ini, kita bawa Desa Muara Dua menjadi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.(Moy)

