INVESTIGASI IN
dinamika pemilihan Ketua Umum PBNU semakin menarik perhatian. Sejumlah tokoh dengan pengalaman, jaringan pesantren, rekam jejak organisasi, serta basis dukungan yang berbeda mulai muncul dalam bursa kepemimpinan PBNU.
Delapan nama yang menjadi perhatian:
1. KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
2. Dr. KH Marsudi Syuhud, M.M.
3. KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)
4. KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin)
5. KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf)
6. KH Abdussalam Shohib (Gus Salam)
7. KH Zulfa Mustofa
8. Prof. KH Nasaruddin Umar
Muktamar bukan sekadar memilih ketua umum, tetapi juga menentukan arah **khidmat, konsolidasi, kemandirian, dan masa depan jam’iyah Nahdlatul Ulama**.
Siapa yang akan memperoleh kepercayaan muktamirin untuk memimpin PBNU pada periode berikutnya?
**Muktamar NU ke-35 akan menjadi salah satu momentum penting perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama.**Pengurus Cabang (PC) NU Kota Bogor, Jawa Barat, siap berangkat dengan semangat itu menuju Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.
“Untuk muktamar ke-35 di Jombang nanti, PCNU Kota Bogor berangkat denga semangat memperjuangkan kembalinya marwah PBNU pada tempat yang semestinya,” kata Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bogor, H Edi Nurochman dalam keterangan tertulis yang diterima di Bogor, Kamis (20/6/2026).
Ia mengatakan PBNU mendatang memerlukan sosok pemimpin yang disegani dan berani menyuarakan kebenaran dan mengingatkan pemerintah jika diperlukan.
Ditegaskannya bahwa PCNU Kota Bogor berharap semua pemegang suara dalam menentukan pilihan nanti semata-mata hanya berdasarkan “basyirah” dan bukan “bisyarah”.
Dalam banyak referensi, makna “basyirah” menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitabnya “Sirr Al-Asrar Fi Mayahtaj Ilayah Al-Abrar” adalah “mata hati, atau mata ruh/bathin,”.
“Basyirah” adalah terma yang merujuk pada pandangan yang berdimensi spiritual. Yakni kemampuan hati untuk memahami kebenaran, membedakan yang baik dan buruk, hak dan bathil, serta melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT, yang muncul melalui kedekatan spiritual (muqorrobah), kontemplasi dan ilmu.
Sedangkan “Bisyaroh” berasal dari bahasa Arab yang berarti kabar gembira.
Namun, dalam penggunaan sehari-hari, terutama di lingkungan pondok pesantren dan keagamaan di Indonesia, kata ini mengalami pergeseran makna menjadi bentuk tanda terima kasih, hadiah, atau uang insentif yang diberikan kepada guru ngaji, ustadz, atau seseorang sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan khidmat mereka
Penggunaan di lingkungan pesantren menjadi tradisi lama pengganti istilah gaji atau honor tetap.Diberikan sebagai wujud penghargaan atau ungkapan terima kasih atas pengajaran ilmu. Bersifat sukarela dan tidak kaku seperti standar upah formal.
“Untuk itu, jangan ada yang menjadikan dan mengorbankan NU sebagai alat transaksional untuk keuntungan pribadi sesaat,” demikian Edi Nurochman.
Rombongan PCNU Kota Bogor terjadwal berangkat pada Rabu (26/8) dengan bus melalui pelepasan di Masjid Raya Bogor menuju arena Muktamar NU ke-35 di Ponpes Tambak Beras, Kabupaten Jombang, Jawa Timur
Header
Nasional
Muktamar Ke-35 NU
Rais Aam PBNU Tinjau Kesiapan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Progres Capai 85 Persen
Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Rais Aam PBNU Tinjau Kesiapan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Progres Capai 85 Persen
Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar didampingi Ketua OC Muktamar Ke-35 NU, Gus Ipul dan sejumlah panitia saat tinjau lokasi. (Foto: istimewa)
Jombang, NU Online Jateng
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Ahyar meninjau langsung kesiapan lokasi Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan berbagai sektor penyelenggaraan siap menyambut pembukaan Muktamar pada 27 Agustus 2026.
Dalam peninjauan tersebut, KH Miftachul Ahyar didampingi Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sekretaris Steering Committee (SC) Prof Mohammad Nuh, Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif Ghofur, serta perwakilan tuan rumah KH Hasib Wahab dan KH Abdurozaq Sholeh.
infak
Rombongan memulai pengecekan dari lokasi registrasi peserta di MTs Bahrul Ulum, dilanjutkan ke area penginapan di Gedung Madrasah Muallimin Muallimat, gedung persidangan pleno, kawasan bazar, hingga Lapangan Untung Suropati di Desa Tambakrejo yang akan menjadi lokasi pembukaan Muktamar.Gus Ipul mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung perkembangan persiapan yang dilakukan panitia pusat bersama panitia lokal.
Native 2 Geser
“Kami mendampingi Rais Aam untuk melihat secara langsung perkembangan persiapan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang insyaallah akan dibuka pada 27 Agustus mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, progres persiapan telah melampaui 85 persen. Ia mengapresiasi kerja keras panitia lokal yang terus bekerja selama 50 hari sejak Tambakberas ditetapkan sebagai tuan rumah.
“Ini cukup membanggakan buat kita semua,” katanya. Siap Tampung Lebih dari 3.000 Peserta Salah satu fokus utama persiapan ialah akomodasi peserta. Tambakberas telah menyiapkan fasilitas untuk menampung lebih dari 3.000 peserta Muktamar dengan dukungan konsumsi yang terus dimatangkan. Selain melayani peserta, panitia juga menyiapkan kebutuhan konsumsi bagi masyarakat dan pengunjung melalui dapur umum yang akan difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Tambakberas telah siap menerima lebih dari 3.000 peserta Muktamar dengan akomodasi yang cukup memadai. Konsumsi juga terus disempurnakan perencanaannya,” tutur Gus Ipul. Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian besar venue persidangan maupun lokasi kegiatan telah memasuki tahap akhir penyelesaian. Sementara itu, Sekretaris SC Muktamar Ke-35 NU Prof Mohammad Nuh menjelaskan bahwa persiapan substansi persidangan juga telah memasuki tahap pencetakan materi. Panitia menyediakan materi dalam dua format, yakni digital dan cetak, agar seluruh peserta dapat mengakses dokumen sesuai kebutuhan. “Kita siapkan dua-duanya, ada file digital dan hard copy,” ujarnya. Ia berharap Muktamar pertama NU di abad kedua ini berlangsung dengan suasana guyub, rukun, menggembirakan, dan bermartabat. Menurutnya, penyelenggaraan di Tambakberas memiliki makna historis karena kawasan tersebut merupakan salah satu tempat yang erat kaitannya dengan perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama. “Ini Muktamar yang pertama di abad kedua. Tempatnya pun khusus, di salah satu tempat para muassis Nahdlatul Ulama. Ayo sama-sama kita kembali pada ruh yang sudah ditanamkan oleh para muassis,” ungkapnya. Terkait pembukaan Muktamar, Gus Ipul mengungkapkan bahwa PBNU telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto agar berkenan membuka secara langsung Muktamar Ke-35 NU pada 27 Agustus mendatang. Di akhir peninjauan, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan Muktamar, mulai dari keluarga besar Pesantren Tambakberas, pemerintah daerah dan provinsi, tokoh masyarakat, hingga elemen lintas agama yang ikut berkontribusi dalam menyukseskan hajatan akbar warga Nahdliyin tersebut.
Aris.t

