Top 5 This Week

Related Posts

Kompetisi Sepak Bola Askot Akan Digelar Rebutkan Piala Ketua PSSI Kota Pontianak

 

 

Pontianak Kalbar II investigasi.in Pontianak – Kalimantan Barat, Ketua Asosiasi Sepak bola (ASKOT) Pontianak AKBP Lely Suheri, SH., M.M akan menggelar kompetisi antar klub tanggal 29 Agustus 2026.

Kepada media, AKBP Lely Suheri, SH,. M.M pada saat dikonfirmasi, memang benar kita akan adakan Kompetisi antar Klub saat Ngopi bareng disalah satu cafe Paris Dua beberapa hari yang lalu.

Ia menerangkan disini ada tujuh belas (17) klub Persatuan Sepak bola Indonesia (PSSI) dibawah naungan ASKOT Pontianak, harapan nya semoga klub – klub ini dapat ikut serta mendaftarkan, karena tujuan kedepannya untuk dipilih pemain Porprov (Antar Provinsi), juga untuk Persiapan Liga 4 Januari 2027.”ucap Lely Suheri.

Kompetisi rencananya dilaksanakan Lapangan Mentibu Pontianak Timur (Perum 3), sedangkan pembukaannya dilapangan Keboen Sayoek (PSP) oleh Walikota Pontianak Ir. Edi Rusdi Kamtono, MM.,MT.

Para pemain dari klub yang terdaftar nanti harus berdomisili kota Pontianak, makanya kita mau bikin aturan waktu meeting dalam pertemuan nanti,”ucap Lely Suheri.

Selain itu juga segenap pengurus PSSI Asosiasi Kota (ASKOT) Kota Pontianak dan klub-klub menaruh perhatian besar atas terlaksanakan kompetisi ini.

Menurutnya, yang lalu – lalu ada kompetisi umur 13 dan 15 antar klub dibawah naungan ASKOT dan sekarang banyak faktor penyebabnya, terutama masalah anggaran, dan masalah lapangan.

Padahal lapangan kita punya sebanyak 6 lapangan sepak bola, lapangan PSP (Keboen Sayoek), lapangan Halmahera Jl Almahera, lapangan SMA 8 Jln Ampera, lapangan Ujung pandang, lapangan Mentibu Perum 3 Pontianak Timur, lapangan Selat panjang Pontianak Utara.

Terhadap regulasi kebijakan pemerintah Kota Pontianak persoalan, masalah lapangan menjadi polemik bagi kami, soalnya kami mau pakai harus Izin ke Disporapar dan harus bayar retribusi. Kami minta mohon dukungan dari Pemerintah setempat, ” ungkapnya.

Lain lagi dari pantauan media di lapangan sepak bola, saat ketemu salah satu pemain dari klub dibawah naungan ASKOT yang tidak mau disebutkan nama nya waktu konfirmasi dengan nya menjelaskan, mendukung kompetisi, kami ini dulu rajin latihan, karena jarang kompetisi malas jadi kami akan latihan, karena tak Ada tujuan. Dengan kental dialek melayunya. Sekarang saya main di Mini soccer.Jadi dengan Ada nya kompetisi yang saya baca di media sosial, saya jadi semangat lagi.

Ini perlu juga saye sampaikan, bahwa lapangan harus dikelola dengan benar.

Soalnya ade saye dengar dugaan berbau bisnis yang bukan terdaftar anggota Askot bisa latihan,” Ini perlu ditertibkan, saya sangat senang dengan Adenye kompetisi ini dan mudah mudahan kedepannye berlanjut.”ungkapnya.

Lanjut dari Ketua Askot PSSI Pontianak menambahkan. Untuk pemakaian lapangan harus ijin Disporapar terlebih dahulu, dan tidak dipungut retribusi pada jam tertentu,  dari pukul 14.00 sd pukul 16.00 sore. Pada pukul 16.00 selebihnya sudah ada retribusi/sewa lapangan.

Harapan ketua Asosiasi PSSI Kota Pontianak ingin diberi keleluasaan untuk kelola atau diberi 1 lapangan, sehingga tidak mengganggu PSSI untuk latihan maupun Take out (TO). Harapnya.

Redaksi

Popular Articles