Top 5 This Week

Related Posts

Situasi pascaaksi di sekitar Gedung DPR/MPR RI memanas hingga kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat

INVESTIGASI.IN

Kamis (27/8/2026)
Malam. Sekitar pukul 19.00 WIB, dua sepeda motor dibakar sekelompok massa di dekat Pos Polisi Pejompongan. Kendaraan tersebut dikabarkan diduga milik anggota intel, namun kepemilikannya belum dikonfirmasi secara resmi.

Menurut keterangan saksi di lokasi, sekelompok massa yang diduga pelajar STM datang membawa kayu dan batu hingga terjadi kericuhan dengan aparat. Anggota intel yang berada di sekitar pos disebut mundur ketika jumlah massa semakin banyak. Dua sepeda motor kemudian dibawa ke tengah jalan dan dibakar hingga kobaran api membesar.

Video pembakaran kendaraan turut beredar di media sosial. Hingga informasi tersebut disampaikan, belum ada keterangan resmi mengenai identitas pemilik kendaraan, motif pembakaran, maupun nilai kerugian. Polisi masih menangani situasi keamanan di sejumlah titik yang terdampak demonstrasi.

Kericuhan malam itu juga dilaporkan terjadi di kawasan lain, termasuk perusakan dan percobaan pembakaran Pos Polisi Slipi. Dampaknya turut dirasakan pengguna transportasi publik setelah perjalanan KRL mengalami gangguan dan sejumlah rute Transjakarta harus disesuaikan akibat kondisi keamanan serta penutupan jalan.
Sayangnya Pimpinan DPR RI Puan Maharani Absen & Masukknya Suara Akar Rumput di Ruang Rapat DPR RI.

DPR RI menggelar Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Salah satu agenda rapat paripurna hari ini adalah menerima laporan Komisi III DPR mengenai perkembangan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad didampingi para Wakil Ketua DPR lainnya, yakni Cucun Syamsurijal, Saan Mustopa, dan Sari Yuliati, sedangkan Ketua DPR Puan Maharani absen. Dasco menyampaikan, ada 226 dari 580 anggota DPR yang hadir pada rapat paripurna kali ini.

Sementara itu, Aktivis Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok secara tiba-tiba dipersilakan masuk ke ruang Rapat Paripurna (Rapur) DPR. Hal ini dilakukan berkaitan dengan AMPB yang salah satu tuntutan demonstrasinya ingin RUU Perampasan Aset agar segera disahkan.

“Iya (dipersilakan nonton dari balkon), semoga aspirasi rakyat Indonesia ini direalisasika ya,” ujar Botok di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Pada Rapur kali ini, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menegaskan bahwa RUU Perampasan Aset dipastikan akan disahkan menjadi UU pada Rapur Desember 2026 nanti.

“Komisi III berkomitmen menghasilkan kebijakan perampasan aset yang berkeadilan untuk mengembalikan kerugian negara secara cermat. Sampai dengan Desember nanti tahapan berikutnya adalah kita akan melakukan rapat kerja dengan pemerintah lalu harmonisasi, pembahasan DIM, lalu timus, timsin, 0engambilan keputusan tingkat pertama dan pengambilan keputusan tingkat kedua atau di Paripurna yang dipastikan di bulan Desember tahun 2026,” tutur Habiburokhman. AMPB = Aliansi Masyarakat Pati Bersatu

Teguh dan Botok hanya masyarakat biasa, tidak pandai orasi dengan bahasa tinggi seperti politisi. Berbicara terbata-bata tidak ilmiah seperti orasinya mahasiswa, namun keberanian dan ketulusan memperjuangkan ketidak adilan, keberpihakan hukum hanya kepada mereka yang memiliki jabatan dan kekuasaan menjadikan Teguh dan Botok mendapat simpati dan dukungan masyarakat banyak. Semangat Teguh, semangat Botok semoga perjuangan kalian lancar dan sukses. 🔥💪Pos Polisi di Bawah Flyover Slipi Dibakar Massa

Pos polisi di bawah Flyover Slipi Petamburan, Jakarta Barat, dibakar massa tak dikenal pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 20.10 WIB. Peristiwa terjadi saat aksi demonstrasi berlangsung di sejumlah titik di Jakarta.

Pembakaran tersebut menambah situasi tegang di tengah berlangsungnya aksi. Perkembangan dan kondisi terkini di lokasi masih menjadi perhatian masyarakat.Seorang pelajar ditangkap oleh sejumlah aparat kepolisian tak berseragam di area sekitar kolong flyover Ladokgi usai dituding menjadi seorang provokator demonstrasi.

Namun, pelajar tersebut berhasil dijemput oleh sejumlah pengemudi ojek online dan dibawa kembali masuk ke barisan massa.Hari ini saya bersama pimpinan DPR RI yang dipimpin oleh wakil ketua DPR RI Bapak Sufmi Dasco @sufmi_dasco menerima dan mendengarkan langsung seluruh aspirasi dari aliansi massa aksi terkait percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset. Setelah penyerahan surat pernyataan komitmen dari pimpinan DPR, saya juga menemui para demonstran untuk menyampaikan langsung isi surat tersebut, termasuk komitmen bahwa RUU Perampasan Aset ditargetkan tuntas dan disahkan paling lambat 15 Desember 2026. Prosesnya tentu tetap harus melalui seluruh tahapan legislasi, mulai dari RDPU, harmonisasi hingga pembahasan bersama pemerintah. Kami memastikan aspirasi masyarakat didengar dan DPR serius mengawal hingga RUU ini dapat diselesaikan.Gedung DPR/MPR RI kembali menjadi saksi bisu sebuah aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026).

Namun, kali ini sorotan utama bukan sekadar pada tuntutan massa, melainkan pada keretakan barisan antara Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) pimpinan Botok dan elemen massa lainnya.

Ketegangan internal ini bermula ketika rombongan Mas Botok diundang masuk untuk melakukan perundingan tertutup di dalam Gedung DPR.

Harapan massa, perwakilan ini akan keluar membawa angin segar dan kembali merapatkan barisan.

Nyatanya, usai perundingan selesai, rombongan dari Pati tersebut justru memilih untuk langsung membubarkan diri dan meninggalkan lokasi aksi.

Sikap “pulang mendadak” ini diperparah dengan tidak adanya penjelasan terbuka kepada massa di luar mengenai apa saja kesepakatan yang dicapai dengan anggota dewan.

Keputusan Botok cs yang dianggap sepihak ini memicu kekecewaan berat, terutama dari barisan ojek online (ojol) yang ikut turun ke jalan.

Dalam sebuah wawancara bersama iNews, seorang wanita berjaket ojol meluapkan kekesalannya.

Ia berharap rombongan Pati tetap teguh mengawal tuntutan, bukan malah luluh setelah diajak masuk.

“Diajak berunding di dalam, bukan di luar. Harusnya tak ada kompromi. Tim ojol kecewa dengan kalian, Botok cs,” kritik tajam sang driver yang videonya langsung viral di media sosial.

Tak hanya tim ojol, massa aksi lainnya juga merasa dikhianati oleh hilangnya taring Aliansi Pati setelah bertatap muka dengan wakil rakyat.

Pada pukul 14:35 WIB, seorang demonstran melontarkan sindiran pedas karena menganggap perjuangan kawan mereka mendadak lembek.

“Tapi kenapa di sini melempem, jadi pertanyaannya konspirasi apa lagi yang kalian lakukan,” teriak massa aksi yang kecewa.

Aksi demonstrasi pun berlanjut tanpa kehadiran Aliansi Pati, menyisakan pertanyaan besar tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu ruang rapat dewan.

Aris.t

Popular Articles