INVESTIGASI.IN
JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Muda (GEMURA) menggelar Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Mengusung tema “ASTA CITA: Generasi Muda sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas komitmen GEMURA dalam mendorong generasi muda agar mengambil peran lebih besar dalam pembangunan bangsa.
Sejumlah tokoh, pejabat, pengusaha, aktivis, serta perwakilan organisasi kepemudaan hadir dalam kegiatan tersebut. Nama-nama yang tercantum dalam materi kegiatan antara lain Syafi’i Effendi, Ahir Faisal, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, serta Raffi Ahmad.
Dalam rangkaian kegiatan, turut disampaikan sejumlah pesan mengenai pentingnya kepemimpinan, kolaborasi, penguasaan teknologi, serta kontribusi nyata generasi muda dalam menghadapi tantangan bangsa.
Ketua Pelaksana Pelantikan dan Rakernas DPP GEMURA, Ghaza Ghafiqi A., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi.
Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi titik awal lahirnya komitmen baru anak muda Indonesia untuk memberikan kontribusi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Sering kali kita bertanya, apa yang Indonesia berikan kepada kita. Tetapi pertanyaan yang jauh lebih penting adalah, apa yang bisa kita berikan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia?” ujar Ghaza dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti momentum 100 tahun Sumpah Pemuda yang akan diperingati pada 2028.
Menurut Ghaza, momentum tersebut harus menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi menciptakan sejarah baru melalui karya dan kontribusi nyata.
Dalam kesempatan itu, GEMURA juga memperkenalkan Nusantara Youth Conference (NYC) sebagai ruang dialog nasional yang mempertemukan generasi muda dari berbagai daerah.
Forum tersebut diarahkan menjadi wadah pertukaran gagasan dan kolaborasi yang membahas berbagai isu, mulai dari kepemudaan, ekonomi, UMKM, transformasi teknologi, lingkungan, hingga persoalan nasional dan internasional.
“Bukan sekadar konferensi, tetapi laboratorium gagasan anak muda. Bukan sekadar forum diskusi, tetapi tempat lahirnya kolaborasi,” kata Ghaza.
GEMURA Ingin Jadi Rumah Bersama Pemuda
Sementara itu, Koordinator Presidium GEMURA 2025–2026, A. Rajin Musa’ad, menegaskan bahwa GEMURA harus menjadi rumah bersama bagi generasi muda Indonesia.
Menurut dia, tantangan yang dihadapi anak muda semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi yang sangat cepat, persaingan ekonomi, pendidikan, lapangan kerja, persoalan lingkungan, hingga dinamika sosial dan geopolitik.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Pemuda harus menjadi pelaku perubahan,” tegasnya.
A. Rajin mengatakan, Indonesia Emas 2045 tidak boleh berhenti sebagai slogan. Menurutnya, cita-cita tersebut merupakan proyek kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, GEMURA mendorong kolaborasi lintas daerah, komunitas, profesi, dan generasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran anak muda dalam menghadapi polarisasi di ruang digital.
Perbedaan pilihan politik, menurutnya, tidak seharusnya berubah menjadi kebencian antarkelompok. Media sosial juga harus dimanfaatkan sebagai ruang membangun gagasan, bukan sebagai sarana menyebarkan kebencian dan memperlebar perpecahan.
“Gunakan media sosial sebagai ruang untuk membangun, bukan merusak. Sebagai ruang untuk menyatukan, bukan memecah. Sebagai ruang untuk menyampaikan gagasan, bukan menyebarkan kebencian,” katanya.
Pemuda Diminta Tidak Menunggu Masa Depan
A. Rajin juga mengajak generasi muda untuk tidak menunggu datangnya masa depan.
Menurut dia, anak muda harus mulai mengambil peran sejak sekarang, baik melalui pendidikan, kewirausahaan, teknologi, organisasi maupun berbagai bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Jangan hanya menunggu masa depan. Mari kita jemput dan kita ciptakan masa depan itu bersama-sama,” ujarnya.
Ia menegaskan, GEMURA ingin menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai potensi anak muda Indonesia.
“GEMURA adalah jembatan. Pemuda adalah penggeraknya. Indonesia adalah tujuan perjuangan kita bersama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, A. Rajin juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang disebut telah memberikan pesan dan dukungan terhadap generasi muda.
Ia menegaskan kesiapan GEMURA untuk berkolaborasi dan mengambil bagian dalam berbagai upaya membangun Indonesia.
“Kami tidak ingin hanya menjadi generasi yang menyaksikan perubahan. Kami ingin menjadi generasi yang menciptakan perubahan,” tegasnya.
Ucapan Selamat Mengalir
Pelantikan dan Rakernas DPP GEMURA juga mendapat ucapan selamat dan dukungan dari berbagai tokoh, organisasi, serta mitra.
Ucapan selamat antara lain disampaikan Syafi’i Effendi, MM, dari PT Sinergi Edukasi Global, serta Siti Fauziah Azfi Hsb, S.M., Wakil Ketua Umum EMUD (Emak Muda).
Ucapan khusus juga diberikan kepada Ferli Widiawan, S.Sos., yang dilantik sebagai Presidium GEMURA.
“Selamat dan sukses atas dilantiknya Ferli Widiawan, S.Sos. sebagai Presidium GEMURA. Super proud of you,” demikian ucapan yang disampaikan.
Dukungan juga datang dari Nizar Chaironi, A.Md., S.M., M.M., QRMP, Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Pemuda Tegal Bersatu.
Sementara itu, Amir Faisal dan Anita Amir dari The Aceh Connection turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan serta Rakernas DPP GEMURA.
Rangkaian dukungan tersebut diharapkan menjadi energi bagi kepengurusan baru GEMURA untuk menjalankan amanah organisasi sekaligus melahirkan program yang konkret dan terukur.
Pelantikan dan Rakernas DPP GEMURA pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa tema “Generasi Muda sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045” dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata.
Dengan peluncuran Nusantara Youth Conference, GEMURA juga membuka ruang baru bagi anak muda Indonesia untuk bertukar gagasan, membangun jejaring, dan menghasilkan kolaborasi.
Dari momentum pelantikan ini, GEMURA diharapkan semakin solid, progresif, serta mampu menghadirkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
GEMURA Bergerak, Pemuda Bersatu, Indonesia Maju.
Aristono

