INVESTIGASI.IN
kelas menengah, serta bagaimana ekonomi kreatif bisa mengambil peran lebih besar dalam menjawab persoalan tersebut.
Saya ingin pelaku usaha kreatif punya jalan yang lebih mudah untuk mengembangkan usahanya. Kapasitas mereka kita kuatkan, pembiayaan kita buka, pasar kita perluas, dan kekayaan intelektual kita dorong menjadi aset yang punya nilai ekonomi.
Ekonomi kreatif akan terus kita optimalkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dan membuka jalan bagi masyarakat untuk naik kelas.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI Kemenko Pemberdayaan Masyarakat RI.Sore tadi bersama Wakil Menteri P2MI Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI, Ibu Christina Aryani (Christina Aryani, SE, SH, MH) kami berkoordinasi soal pekerja migran sekaligus menerima laporan perkembangan program SMK Go Global dan sejumlah isu Pekerja Migran Indonesia. Kami membahas bagaimana program ini bisa bergerak lebih cepat, sehingga mereka yang sudah menyiapkan diri punya jalan yang jelas untuk bekerja di luar negeri.
Pelatihan harus tersambung dengan kebutuhan pekerjaan, penempatan punya kepastian, dan pembiayaan serta perlindungan ikut disiapkan.
Semoga SMK Go Global menjadi jalan berkah bagi anak-anak kita untuk meraih masa depan yang lebih baik. Aamiin.Setelah acara Rakorda pengentasan kemiskinan di solo dari solo, saya langsung ke Klaten . Sampai lokasi acara, Gamelan sudah ditabuh, layar putih sudah dibentangkan, orang-orang mulai duduk rapat-rapat memenuhi halaman.
Saya ke Klaten karena ada undangan yang tidak bisa saya lewatkan, sejauh apa pun jalannya. Malam ini, haul keluarga sahabat saya, Pak Bambang Susanto Bambang Susanto.
Kami mendoakan tiga orang yang sangat beliau cintai: almarhum Bapak Sutoyo HS, almarhumah Ibu Windarsih, dan almarhum Bapak Dedy Sutomo. Ayah, ibu, dan adiknya.
Pengajian dan Wayangan hari ini adalah cara orang mengenang yang telah pergi. Bukan dengan menyendiri, tapi justru dengan mengumpulkan yang masih ada. Ada doa, ada gamelan, ada kenduri, ada tetangga. Pagelaran wayang kulit bersama Ki Cahyo Kuntadi dan Sanggar Seni Madhangkara, ditonton bareng-bareng sampai larut.
Dan yang terpenting, kami juga makan tengkleng yang enak.
Aristono

