Top 5 This Week

Related Posts

Hari Batik Nasional 2026: FH Ajak Masyarakat PALI Jadikan Batik Simbol Persatuan dan Identitas Bangsa

Hari Batik Nasional 2026: Firdaus Hasbullah Ajak Masyarakat PALI Jadikan Batik Simbol Persatuan dan Identitas Bangsa

PALI, INVESTIGASI.IN – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari ini, Jumat, 2 Oktober 2026, Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merefleksikan kembali makna mendalam di balik sehelai kain batik. Politisi senior dari Partai Demokrat tersebut menegaskan bahwa batik bukan sekadar pakaian formal atau tren mode, melainkan identitas luhur dan simbol pemersatu bangsa.

Melalui momentum Hari Batik Nasional ini, pria yang akrab disapa FH tersebut menyampaikan pesan penuh makna mengenai pentingnya merawat warisan budaya. Menurutnya, setiap motif dan warna yang tertuang di atas kain batik membawa narasi sejarah dan filosofi kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat kaya.

“Setiap guratan batik adalah simbol persatuan. Batik adalah bahasa tanpa kata, yang menceritakan kisah bangsa melalui motif dan warna,” ungkap Firdaus Hasbullah saat memberikan keterangan tertulisnya. Ia menambahkan bahwa di tengah keberagaman suku, budaya, dan pandangan politik, kain batik hadir sebagai identitas yang menyatukan seluruh masyarakat nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Legislator yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten PALI dan Ketua KORMI PALI ini menekankan bahwa kelestarian batik berada di tangan generasi saat ini. Warisan yang telah diakui dunia internasional ini harus terus dihidupkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan bangga mengenakan produk lokal dalam aktivitas sehari-hari.

“Selamat Hari Batik Nasional 2026. Mari kita bersama-sama terus merawat, menjaga, dan melestarikan warisan indah Indonesia ini,” tutur legislator peraih penghargaan Legislator Terkomunikatif tersebut.

Selain aspek kultural, Firdaus Hasbullah juga melihat peringatan Hari Batik Nasional sebagai momentum emas untuk membangkitkan sektor ekonomi kerakyatan, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengrajin batik. Sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal ini diharapkan mampu membawa dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat Bumi Serepat Serasan.

Melalui ajakan ini, DPRD Kabupaten PALI berharap kesadaran kolektif untuk mencintai produk dalam negeri terus meningkat, sekaligus memastikan tongkat estafet kebudayaan Indonesia tetap kokoh di masa depan.(Moy)

Popular Articles