Top 5 This Week

Related Posts

Dugaan Pungli Rp200 Ribu Lewat TikTok, SMAN 1 Rao Pastikan Itu Hoaks dan Siap Tempuh Jalur Hukum!!!!!

PASAMAN INVESTIGASI. In

Tuduhan pungutan liar (pungli) yang sempat meresahkan masyarakat melalui konten viral di media sosial TikTok akhirnya terjawab.

Pihak SMAN 1 Rao, Komite Sekolah, dan media yang ikut dirugikan secara tegas menyatakan bahwa berita tersebut adalah hoaks dan fitnah.

Kepastian ini didapatkan setelah digelarnya pertemuan mediasi besar-besaran pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala SMAN 1 Rao, seluruh pengurus komite, wartawan yang namanya dicatut, hingga ratusan wali murid dari kelas 10 sampai kelas 12.

Kejanggalan konten TikTok tersebut langsung terlihat dari penulisan informasi yang sangat tidak profesional. Mulai dari salah menuliskan gelar Kepala Sekolah hingga nama Sekretaris Komite yang jauh melenceng dari nama aslinya.

Setelah ditelusuri dalam mediasi, pembuat konten diduga kuat merupakan akun abal-abal yang minim pengetahuan hukum dan jurnalistik.

Pihak sekolah membantah keras tuduhan yang menyebutkan adanya patokan uang sebesar Rp 200.000″ memang sudah ada kesepakatan antara pengurus komite, anggota komite dan juga wali murid siswa/siswi disanggupi 200 ribu, tapi kenyataan nya di lapangan ada yg ngasih 10,20 ribu bahkan byk yg gk byr nggk masalah, nama nya juga infaq

Fakta sebenarnya, dana yang dikumpulkan adalah infaq atau sedekah sukarela untuk mendukung kegiatan keagamaan siswa.

Sekolah tidak pernah mematok nominal 200 ribu seperti yang dituduhkan Namanya infaq, bisa 10 ribu, 20 ribu, bahkan seribu perak pun boleh, asal niatnya ikhlas.

Jadi sekali lagi ditegaskan, infaq itu bukan pungli!” ujar Ahmad Yandri, mempertegas duduk perkara.

Karena telah mencemarkan nama baik institusi pendidikan dan profesi wartawan, kasus fitnah ini tidak akan tinggal diam.

Saat ini, tim kuasa hukum sedang mempelajari konten tersebut dan tidak menutup kemungkinan kasus ini akan segera dilaporkan ke jalur hukum dalam waktu dekat.

Di sisi lain, para guru justru memberikan kesaksian positif mengenai kepemimpinan Ahmad Yandri yang baru menjabat kurang lebih satu tahun.

Di bawah kepemimpinannya, SMAN 1 Rao berhasil membuat terobosan religius dengan mengadakan sholat berjamaah untuk seluruh kelas, yang sebelumnya hanya dilakukan oleh satu kelas saja secara bergantian.

Sangat disayangkan, di tengah upaya sekolah membentuk karakter dan akhlak generasi muda di era globalisasi ini, masih ada pihak-pihak yang sengaja menyebarkan fitnah hanya demi konten media sosial.

 

Investigasi. In

(Tim/Red)

Popular Articles