MEDIAINVESTIGASI.IN | BANYUWANGI
Gerebekan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya di Hotel Ketintang (28/9/2026) yang mengamankan 8 orang, 3 diantaranya anggota DPRD Fraksi Gerindra Jatim termasuk *ADR dari Gerindra Banyuwangi*, Timbulkan kerugian nyata bagi masyarakat Banyuwangi.
M. Rofiq Azmi, dari balai Aspirasi banyuwangi selatan warga mewakili, dan menyatakan 2 kerugian langsung:
> “Pertama, aspirasi kami tertunda. Kami sudah mengajukan RDPU terkait penertiban aset negara bershm di Genteng Kulon 1001meteran, persoalan porporasi tiket konser di Lapangan Maron yang berstatus KTR, dan zonasi RDTR dibuat promosi produk tembakau pada Funfest26. Dengan adanya kasus ini, konsentrasi wakil rakyat pecah, problem solving jadi kabur,” tegas Rofiq.
> “Kedua, ini menambah kerugian baru soal kepentingan publik di ASDP Ketapang. Fraksi yang seharusnya mengawal anggaran fasilitas penyebrangan malah tersandung kasus. Kami yang dirugikan,” lanjutnya.
Praktisi hukum Irfan Lawyer menilai kasus ini tidak bisa dianggap ringan meski polisi menerapkan Restorative Justice dengan alasan barang bukti dibawah SEMA.
Padahal apa yg ada pada SEMA no 18 Tahun 2021, salah satu syarat RJ barang sabu maxsimal 1 gram, apa y kira² 8 orang barang tersebut kurang dari 1 gram,
> “Justru pada persoalan 2 jenis barang yang berbeda itu lebih berat. Karena barang yang dikonsumsi itu semua masuk golongan kelas A. Sabu dan Ekstasi itu sama-sama Narkotika Golongan I UU 35/2009. Kalau ada dua jenis dalam satu pesta, unsur permufakatan jahatnya kuat,” jelas Irfan.
Diketahui, Polrestabes Surabaya menyita barang bukti 1 klip bekas sabu, 2 butir ekstasi kuning, bong, dan bungkus rokok yang dipakai menyimpan sabu. Tujuh orang positif ekstasi, satu orang positif sabu dan ekstasi.
Masyarakat Banyuwangi mendesak 3 hal:
1. Badan Kehormatan DPRD Banyuwangi segera menggelar sidang etik terhadap ADR.
2. DPD Gerindra Jatim konsisten dengan komitmen pemecatan jika terbukti.
3. Pimpinan DPRD Banyuwangi menunjuk pengganti untuk mengawal RDPU aset PAD agar tidak tertunda.
_”Adanya kedzaliman karena diamnya orang yang benar. Kami tidak akan diam,”_ tutup Rofiq mengutip hadis _Man ro’a minkum munkaron…_(pers jatim)
