INVESTIGASI.IN
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menghadiri Ziarah Nasional dan Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (17/8).
Ziarah Nasional dan Renungan Suci menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa serta pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengenang kembali nilai-nilai perjuangan, semangat kebangsaan, serta pengorbanan para pahlawan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Upacara Renungan Suci dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, selaku Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh anggota Kabinet Merah Putih serta para pejabat negara dan undangan lainnya.
Kehadiran Kepala BNN RI dalam Ziarah Nasional dan Renungan Suci menjadi bagian dari penghormatan institusi terhadap jasa para pahlawan sekaligus refleksi untuk melanjutkan semangat perjuangan melalui pengabdian kepada bangsa dan negara.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen BNN dalam melaksanakan tugas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Melalui pelaksanaan tugas tersebut, BNN terus berupaya melindungi masyarakat dan generasi bangsa dari ancaman narkotika demi mewujudkan Indonesia yang sehat, aman, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika.HUT KE-81 RI, BNN PERKUAT KOMITMEN LINDUNGI GENERASI BANGSA DARI ANCAMAN NARKOTIKA
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memperkuat komitmen dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan bagi setiap anak bangsa untuk tumbuh, belajar, berkarya, dan meraih masa depan tanpa jerat narkotika.
Semangat pengabdian untuk kepentingan rakyat tersebut sejalan dengan pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI Tahun 2026. Presiden menegaskan kembali sumpahnya untuk menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur serta mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata dan pengabdian seluruh unsur negara untuk memberikan perlindungan dan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
Sejalan dengan semangat tersebut, BNN terus memperkuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), salah satunya melalui program Ananda Bersinar yang menempatkan anak dan lingkungan pendidikan sebagai bagian penting dalam membangun generasi yang sehat, tangguh, dan berkarakter. Melalui program ini, BNN mendorong keterlibatan keluarga, satuan pendidikan, dan lingkungan sekitar dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman serta meningkatkan ketahanan anak terhadap berbagai risiko penyalahgunaan narkotika.
Upaya melindungi generasi bangsa juga berjalan beriringan dengan penguatan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna dan/atau pecandu narkotika. BNN terus mengembangkan layanan rehabilitasi yang tidak hanya berorientasi pada penghentian penggunaan narkotika, tetapi juga mendukung proses pemulihan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pendampingan, pemantauan, dukungan keluarga, serta penguatan jejaring layanan menjadi bagian penting dalam membantu klien mempertahankan pemulihan dan kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat War on Drugs for Humanity, yakni menghadirkan upaya penanggulangan narkotika yang tegas terhadap kejahatan narkotika sekaligus humanis terhadap masyarakat yang membutuhkan pemulihan. BNN terus memperkuat sinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia pendidikan, keluarga, serta masyarakat untuk membangun lingkungan yang mampu mencegah penyalahgunaan narkotika sekaligus memberikan dukungan bagi mereka yang sedang menjalani proses pemulihan.
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, turut menghadiri kegiatan perayaan kemerdekaan. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari momentum bersama untuk memperkuat semangat pengabdian dan kontribusi BNN dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman narkotika.
Kemerdekaan menjadi semakin bermakna ketika setiap generasi memiliki kesempatan untuk tumbuh tanpa narkotika. Melalui penguatan pencegahan, program Ananda Bersinar, serta layanan rehabilitasi yang berkelanjutan, BNN terus hadir menjaga generasi bangsa dan mengabdikan setiap langkahnya bagi kepentingan masyarakat, demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
JELANG HUT KE-81 RI, BNN JAGA BANGSA DARI NARKOTIKA DENGAN MEMUSNAHKAN 12 HEKTARE LAHAN GANJA
Semangat cinta tanah air diwujudkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan menjaga bangsa dan negara dari ancaman narkotika. Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat tersebut diwujudkan BNN melalui BNN Provinsi Aceh bersama Polres Nagan Raya dengan memusnahkan sekitar 30.000 batang tanaman ganja siap panen dari dua titik lahan seluas kurang lebih 12 hektare di kawasan pegunungan Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pada Sabtu dan Minggu, 15-16 Agustus 2026.
Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNN Provinsi Aceh, Dedy Tabrani, dengan melibatkan 35 personel gabungan BNN Provinsi Aceh dan Polres Nagan Raya. Tim harus menempuh medan pegunungan yang berat hingga mencapai lokasi pada ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut (MDPL). Penindakan ini menjadi langkah nyata BNN dalam memutus mata rantai produksi dan peredaran gelap narkotika sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa, dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Dua titik lahan ganja tersebut ditemukan di Dusun Alue Jring, Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya. Tanaman ganja yang ditemukan memiliki ketinggian sekitar 1,5 hingga 3,5 meter dengan jarak tanam sekitar 80 sentimeter. Tanaman diperkirakan telah berusia empat bulan dan berada dalam kondisi siap panen.
Setibanya di lokasi, personel gabungan langsung mencabut seluruh tanaman ganja hingga ke akarnya. Selanjutnya, tanaman tersebut dimusnahkan di tempat dengan cara dibakar sesuai prosedur yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tanaman ganja tidak kembali dimanfaatkan serta mencegahnya masuk ke dalam mata rantai peredaran gelap narkotika.
Pemusnahan lahan ganja tersebut merupakan bagian dari upaya BNN memberantas narkotika dari hulu dengan menyasar sumber produksinya. Upaya ini penting dilakukan untuk mencegah pasokan narkotika berkembang dan menjangkau masyarakat lebih luas, sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan peredaran gelap narkotika.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa mengisi kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui pengabdian nyata untuk menjaga bangsa dan negara. Pemberantasan narkotika menjadi salah satu bentuk pengabdian tersebut, mengingat ancaman narkotika dapat merusak kesehatan, masa depan generasi muda, serta ketahanan sosial masyarakat.
Melalui penindakan ini, BNN menegaskan komitmennya untuk terus hadir melindungi masyarakat hingga ke pelosok wilayah. Semangat cinta tanah air diwujudkan melalui kerja nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkotika.
Sinergi BNNP Aceh dan Polres Nagan Raya juga menunjukkan bahwa pemberantasan narkotika membutuhkan kekuatan dan komitmen bersama. Dengan semangat War On Drugs for Humanity, BNN mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga bangsa dan negara dari ancaman narkotika demi melindungi generasi penerus dan mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Indonesia Bersinar).
Aris t
