
PALI, INVESTIGASI.IN -, Gelombang antusiasme masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan tak terbendung pada Minggu (16/8/2026). Ribuan warga dari berbagai penjuru desa memadati lapangan sepak bola Desa Tempirai, menciptakan atmosfer luar biasa dalam pembukaan turnamen sepak bola antar-desa se-Kabupaten PALI.
Turnamen bergengsi ini digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) PALI sebagai agenda strategis dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81 serta perayaan hari jadi ke-28 Partai Amanat Nasional.
Event ini menjadi pusat perhatian publik karena berhasil mengintegrasikan semangat nasionalisme kemerdekaan dengan loyalitas partai terhadap konstituennya. Kehadiran para elite partai dan tokoh masyarakat kian menambah khidmat sekaligus meriahnya seremoni pembukaan.
Tampak hadir mendampingi Ketua DPD PAN PALI, H. Ubaidillah, yakni Sekretaris DPD PAN PALI Sigit Kamseno, Ketua Komisi II DPRD PALI Romi Suryadi, Anggota DPRD PALI Fraksi PAN Tutut Supriono, serta Kepala Desa Tempirai Selatan, Sapikal Usman, dan para mantan kepala desa. Para kader dan simpatisan PAN pun turut ambil bagian, bahu-membahu menyukseskan perhelatan yang dinilai sebagai salah satu turnamen sepak bola rakyat terbesar di wilayah tersebut tahun ini.
Panggung Pengabdian dan Bahasa Pemersatu
Ditemui oleh Awak Media Rumah Singgah Aktivis di tengah keriuhan suporter yang memadati lapangan, Ketua DPD PAN PALI, H. Ubaidillah, menegaskan bahwa kehadiran PAN di tengah masyarakat bukan sekadar untuk kepentingan politik praktis. Ia memandang turnamen ini sebagai jembatan emosional antara partai dengan rakyat.
“Turnamen ini bukan sekadar tentang skor akhir di lapangan, melainkan tentang bagaimana kita merawat api semangat kemerdekaan dan memperkuat tali persaudaraan. Sepak bola adalah bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan. Bagi kami, ini adalah panggung pengabdian nyata, di mana PAN hadir untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat, menggali potensi anak bangsa, dan memastikan bahwa setiap elemen masyarakat di desa-desa merasakan kegembiraan dalam menyambut hari kemerdekaan,” tegas H. Ubaidillah dengan nada lugas.
“MEMERAHKAN” ADERA: MENANTI INSTRUKSI PERLAWANAN SEMESTA
Lebih jauh, pria yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menjelaskan bahwa momentum HUT PAN ke-28 yang bertepatan dengan HUT RI ke-81 adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali peran partai sebagai pelayan rakyat. Ia menekankan bahwa PAN PALI berkomitmen untuk terus turun ke bawah, mendengar, dan membersamai masyarakat di tingkat akar rumput.
“PAN lahir untuk rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan akan terus mengabdi untuk rakyat. Turnamen ini adalah bentuk nyata bahwa kami tidak ingin berjarak dengan warga. Saya berharap, melalui event ini, muncul bibit-bibit atlet berprestasi yang akan mengharumkan nama PALI di kancah yang lebih luas. Lebih dari itu, saya ingin melihat masyarakat kita bahagia, bersatu, dan semakin solid dalam bingkai persaudaraan,” pungkasnya.
Simbol Kedekatan PAN dengan Akar Rumput
Antusiasme ribuan masyarakat yang hadir di Desa Tempirai menjadi sinyal kuat bahwa strategi pendekatan PAN PALI melalui jalur olahraga sangat efektif. Selain menjadi ajang hiburan rakyat, turnamen ini juga menggerakkan ekonomi lokal bagi para pedagang di sekitar area lapangan.
Dengan semangat sportivitas dan nasionalisme yang dikobarkan, turnamen sepak bola ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi ajang tanding, tetapi mampu meninggalkan warisan positif bagi pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten PALI. Langkah konkret DPD PAN PALI ini menjadi bukti nyata bahwa partai politik tetap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang inspiratif, menggugah, dan berdampak langsung bagi kebersamaan masyarakat di tingkat desa.(Moy)

