Top 5 This Week

Related Posts

Krisis Air Bersih Musim Kemarau, Abul Rustoni Desak Pemkab PALI Segera Turun Tangan

 

 

PALI, INVESTIGASI.IN – Dampak buruk musim kemarau panjang kian dirasakan secara nyata oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatra Selatan. Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Desa Prabumenang dan sekitarnya.

Wilayah ini kini tengah menghadapi krisis air bersih berskala besar akibat keringnya seluruh sumber mata air utama warga.Kondisi yang kian kritis ini memicu respons cepat dari tokoh masyarakat setempat.

Abul Rustoni, warga sekaligus Mantan Kepala Desa Prabumenang, secara terbuka melayangkan desakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI agar segera mengambil tindakan konkret dan turun tangan ke lapangan untuk menyelamatkan warga dari ancaman dehidrasi dan sanitasi buruk.

Sumur Gali Mengering, Aktivitas Domestik Lumpuh

Menurut penuturan Abul Rustoni, kemarau yang berlangsung berbulan-bulan telah mematikan sumur-sumur gali yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan domestik warga desa. Tidak hanya sumur pribadi, berbagai alternatif sumber air yang berada di sekitar desa juga terpantau sudah tidak mampu lagi memancarkan air.

Dampaknya sangat masif.

Ribuan warga kini kesulitan mendapatkan pasokan air baku yang sangat mendasar, terutama untuk kebutuhan minum, higienitas, dan memasak. Di beberapa titik desa, terlihat pemandangan warga yang harus mengantre dengan jeriken-jeriken plastik di dekat sumur tua yang mengering, berharap masih ada sisa-sisa air yang bisa disaring.

“Musim kemarau panjang menyebabkan sumber air warga di Desa Prabumenang dan sekitarnya mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Sumur gali warga serta sumber air alternatif di sekitar desa sudah tidak dapat memancarkan air. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan minum dan memasak,” ujar Abul Rustoni dengan nada prihatin.

Desakan kepada Bupati dan Dinas Terkait

Mengingat situasi yang semakin darurat dan keterbatasan kemampuan swadaya masyarakat dalam mencari sumber air baru, Abul Rustoni menegaskan bahwa intervensi langsung dari pemerintah daerah tidak bisa ditunda lagi. Ia meminta perhatian langsung dari Bupati PALI melalui dinas-dinas teknis terkait—seperti Dinas Sosial, BPBD, maupun PDAM setempat—untuk segera mendistribusikan bantuan air bersih menggunakan mobil-mobil tangki secara berkala.

“Oleh karena itu, mohon bantuan Bapak Bupati melalui dinas terkait agar dapat membantu pasokan air bersih ke Desa Prabumenang khususnya, untuk dapat meringankan beban warga desa kami,” pungkas mantan kepala desa tersebut.

Ancaman Jangka Panjang dan Perlunya Solusi Permanen

Krisis air bersih di Desa Prabumenang ini menjadi alarm keras bagi ketahanan bencana di Kabupaten PALI, terutama dalam menghadapi siklus kemarau tahunan. Selain bantuan tangki air darurat yang bersifat jangka pendek, warga berharap pemerintah juga mulai memikirkan solusi jangka panjang. Pembangunan infrastruktur saluran air bersih yang terintegrasi atau pembuatan sumur bor dalam (artesis) dinilai menjadi jawaban agar penderitaan warga Prabumenang tidak terus berulang setiap musim kemarau tiba.

Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Prabumenang masih bertahan dengan sisa pasokan yang ada sembari sangat mengharapkan deru armada tangki air milik pemerintah daerah segera memasuki desa mereka.(Moy)

Popular Articles