Top 5 This Week

Related Posts

penangkapan sejumlah perwira tinggi (Pati) Polri dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

 

INVESTIGASI.IN

Dalam informasi yang beredar ada 6 perwira tinggi Polri yang ditangkap lalu ditahan di tempat khusus (Patsus) di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, meminta publik bersabar menunggu penjelasan resmi pemerintah.

Yusril menegaskan bahwa kabar penangkapan di internal Mabes Polri tersebut hingga kini masih sebatas rumor yang berkembang di ruang digital.

Dirinya mengaku belum memperoleh konfirmasi resmi apa pun dari instansi terkait.

“Saya belum dapat menjelaskan apa-apa karena itu memang rumor yang berkembang di berbagai media sosial. Tapi sampai saat ini saya belum mendapatkan konfirmasi kebenaran atas rumor yang berkembang itu dan mohon bersabar barangkali nanti ada pihak yang kompeten di kalangan pemerintah untuk menjawab atau menjelaskan hal itu,” ujar Yusril usai menghadiri sebuah agenda di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).

Yusril juga merespons pertanyaan mengenai kabar liar yang menyebut penyadapan tersebut menyasar percakapan Presiden Prabowo Subianto, Yusril kembali mengaku dirinya masih tidak tahu mengenai kabar tersebut. Ia memposisikan diri sama seperti masyarakat yang baru mengetahui informasi tersebut melalui media sosial.

“Saya juga belum tahu apa yang terjadi. Jadi nanti kita akan tunggu aja. Barangkali nanti akan ada penjelasan resmi mengenai soal itu dari pejabat yang memang punya otoritas untuk menjelaskan. Saya pun sama seperti Anda, mendengar kabar itu, membaca juga di media sosial, dan belum dapat memastikan apa-apa tentang apa yang sesungguhnya terjadi,” tutur Yusril.Yusril menyebut dirinya belum memantau perkembangan terkini karena seharian tengah beraktivitas di dalam gedung.

“Belum. Entahlah kalau sudah ada sekarang ya, karena saya ada di dalam kurang lebih 1 jam tidak mengikuti perkembangan,” kata Yusril.

Yusril juga memastikan bahwa Kementerian Koordinator yang dipimpinnya hingga saat ini belum menerima arahan atau perintah koordinasi dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendalami isu tersebut.

“Belum sampai sekarang,” ucapnya singkat.
Bangkapos.com
LIVE
tag populer
AKBP Netty Rosdiana Siagian
Polres Sukoharjo
Mutasi Polri Terbaru
Polrestabes Surabaya
Brigjen Puji Santosa
Wulida Agustyn
Pegawai Dishub Malang
AKBP Andika Dharma Sena
Dicopot
harta kekayaan
Home

News

Nasional
Rumor Prabowo Disadap Sejumlah Perwira Tinggi Polri, Kemenko Kumham Imipas Buka Suara
Tayang: Selasa, 3 November 2026 19:28 WIB
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Rusaidah

Link copied!
zoom-inRumor Prabowo Disadap Sejumlah Perwira Tinggi Polri, Kemenko Kumham Imipas Buka Suara
Dok istimewa/YouTube.com/KOMPAS TV
A-A+
Potret Presiden Prabowo Subianto berpidato menyampaikan KEM dan PPKF RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026) silam.(YouTube.com/KOMPAS TV)
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir berjanji pihaknya akan memberikan penjelasan soal isu tersebut pada sore atau malam hari ini.

Hal itu dikatakan Isir saat mendampingi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto ketika berkunjung ke Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta Pusat pada Selasa (3/11/2026).

“Nanti berkaitan sama konteks, berkaitan sama dinamika yang nanti mungkin rekan-rekan akan bertanya, dalam sore menjelang malam nanti, nanti kami dari Divhumas akan melaksanakan rilis,” ucap Isir kepada wartawan.

Namun, Isir belum mau membenarkan apakah benar soal kabar adanya penangkapan terhadap sejumlah petinggi Polri tersebut.”Jadi harapannya, tadi kalau ada pertanyaan sesuai dengan konteks yang ada yang rekan-rekan tanyakan dari sekarang ke rekan-rekan kepala, nanti akan kita laksanakan rilis di Divhumas,” ungkapnya.Menteri Koordinator Bidang Hukum, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menanggapi kabar viral mengenai dugaan penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri terkait penyadapan pembicaraan pejabat di lingkungan Istana. Yusril meminta masyarakat bersabar dan tidak berspekulasi sebelum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang.Yusril menegaskan, hingga Selasa (3/11/2026), dirinya belum menerima konfirmasi mengenai kebenaran informasi yang beredar di media sosial tersebut. Karena itu, ia belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh mengenai dugaan keterlibatan sejumlah jenderal Polri dalam kasus penyadapan.“Saya belum dapat menjelaskan apa-apa karena itu memang rumor yang berkembang di berbagai media sosial. Tapi sampai saat ini saya belum mendapatkan konfirmasi kebenaran atas rumor yang berkembang itu,” kata Yusril di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).

Ia meminta publik menunggu keterangan dari pejabat pemerintah maupun institusi yang memiliki kewenangan untuk menjelaskan persoalan tersebut.“Mohon bersabar barangkali nanti ada pihak yang kompeten di kalangan pemerintah untuk menjawab atau menjelaskan hal itu,” ujarnya.

Yusril juga mengaku belum mengetahui kebenaran kabar yang menyebut dugaan penyadapan tersebut menyasar percakapan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, informasi yang beredar itu sejauh ini baru diketahuinya melalui media sosial.

Ia menegaskan belum dapat memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Yusril pun menyatakan posisinya saat ini sama seperti masyarakat yang masih menunggu kepastian informasi.“Saya pun sama seperti Anda, mendengar kabar itu, membaca juga di media sosial, dan belum dapat memastikan apa-apa tentang apa yang sesungguhnya terjadi,” jelasnya.Lebih lanjut, Yusril mengatakan Kementerian Koordinator yang dipimpinnya belum menerima arahan ataupun perintah koordinasi dari Presiden Prabowo untuk mendalami isu tersebut.

“Belum sampai sekarang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir turut merespons kabar pemeriksaan sejumlah petinggi Polri oleh Divisi Propam. Isir mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pengecekan dan evaluasi internal.“Kami akan cek, karena selalu ada bagian kemudian proses evaluasi,” kata Isir, Selasa (3/11/2026).

Sebelumnya, media sosial diramaikan informasi mengenai dugaan penangkapan enam perwira tinggi Polri yang disebut-sebut ditempatkan di tempat khusus (patsus) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Beredar pula kabar mengenai keterlibatan seorang jenderal bintang empat berinisial LS yang disebut telah dibebaskan.Namun, hingga kini informasi mengenai penangkapan tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi. Publik diminta menunggu keterangan dari institusi berwenang agar tidak terjebak spekulasi.

Reporter.Aristono

Popular Articles