Beranda blog Halaman 43

Pererat Silaturahmi Pangdam XII/Tpr Gelar Safari Ramadhan di Kodim 1207/Pontianak

0

 

Pontianak – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tanjungpura, Ny. Uya Novi Rubadi, melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan ke Markas Kodim 1207/Pontianak, Jumat (27/2/2026) Malam.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pucuk pimpinan Kodam XII/Tanjungpura untuk bertatap muka langsung sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan dengan prajurit dan PNS di lingkungan Kodim 1207/Pontianak.

Disela kegiatan, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana untuk membangkitkan moril prajurit.

“Silaturahmi yang kuat adalah fondasi utama dalam meningkatkan kinerja satuan. Dengan semangat kebersamaan di bulan suci ini, kita harapkan setiap tugas ke depan dapat terlaksana dengan lebih maksimal dan penuh keberkahan,” ujar Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.

Rangkaian acara berlangsung khidmat dan diwarnai dengan aksi sosial. Pangdam beserta istri memberikan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial TNI terhadap sesama. Kegiatan diakhiri dengan tausiah oleh Habib Muhammad Iskandar Alkadrie, buka bersama, pelaksanaan Sholat Maghrib, Isya, dan Sholat Tarawih berjamaah di kompleks Kodim.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Kodim 1207/Pontianak semakin termotivasi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat dan negara, terutama di tengah kekhusyukan bulan Ramadhan. (Pendam XII/Tpr)

Gerakan Jemput Bola Tutup Jalan Berlubang, M. Yunus Wahyudi Ajak Semua Pihak Bergerak

0

Mediainvestigasi.in

Banyuwangi — M. Yunus Wahyudi yang dikenal dengan julukan Harimau Blambangan mengajak masyarakat dan aparat terkait untuk melakukan langkah jemput bola dalam penanganan jalan berlubang yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kegiatan penutupan jalan berlubang dilakukan bersama tim relawan dan warga setempat hingga larut malam di wilayah Kaliboyo Kradenan Purwoharjo. Penanganan darurat dilakukan dengan menggunakan material pasir dan semen untuk meminimalisir risiko kecelakaan.

Berdasarkan data lapangan yang disampaikan, kerusakan jalan di wilayah Banyuwangi disebut telah menimbulkan ratusan korban, dengan estimasi mencapai sekitar 227 orang mengalami luka ringan hingga cacat permanen akibat kecelakaan.

M. Yunus menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung aksi tersebut, di antaranya pemilik tambang yang menyumbangkan pasir, anggota DPR Michael yang memberikan bantuan semen, serta dukungan dari Polresta Banyuwangi yang turut memberikan atensi terhadap kegiatan sosial tersebut.

Menurutnya, penutupan lubang jalan merupakan langkah darurat yang penting karena kondisi jalan rusak sangat berisiko bagi keselamatan masyarakat. Ia juga menegaskan perlunya peningkatan alokasi anggaran APBD untuk perbaikan infrastruktur jalan agar penanganan bisa lebih cepat dan menyeluruh.

Selain itu, M. Yunus mengajak seluruh aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan untuk bersinergi tanpa terpengaruh opini negatif di media sosial, dengan fokus utama pada manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita tidak perlu memperdebatkan hal yang tidak produktif. Yang terpenting adalah keselamatan masyarakat dan tindakan nyata di lapangan,” tegasnya.

Kegiatan sosial ini mendapat respons positif dari warga sekitar yang berharap perbaikan jalan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan demi mengurangi risiko kecelakaan di wilayah Banyuwangi.

Pemugaran serta pelestarian benda Cagar Budaya batu linggayoni Dan Batu Bola Songgoriti Batu Malang

0

Situs budaya adalah situs yang mengandung benda, bangunan, atau struktur hasil budaya masa lalu, yang penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Pelestarian situs cagar budaya (seperti Candi songgoriti , batu linggayoni serta batu bola) melalui pemeliharaan, revitalisasi, dan ekskavasi untuk melindungi peninggalan dari kerusakan.

Dalam hal pemeliharaan situs batu linggayoni dan batu bola yang bertempat di wilayah wisata songgoriti tepatnya arah barat dari candi songgoriti dengan jarak kurang lebih sekitar 500 meter,Kajati jawa timur kala itu Dr. Kuntadi, S.H., M.H.melalui kajari batu melaksanakan Koordinasi dengan beberapa elemen kebudayaan dan penghayat yang ada di kota batu bertempat villa lembah permata jalan matasim Bulukerto di antaranya MLKI,GEMAPAKTI,Tokoh Agama,hadir juga dari dinas Pendidikan,Kesbangpol,budayawan,juga dari kementrian agama kota batu,serta beberapa elemen lainnya untuk musyawaroh koordinasi pemugaran batu linggayoni dan batu bola

Dalam koordinasi yang telah di laksanakan beberapa bulan kemarin pada tanggal 5 desember 2025 kajari batu melalui kasi intel Muhammad Januar Ferdian.S.H.M.H.menyampaikan setelah Kajati Jawa timur Dr. Kuntadi, S.H., M.H. berlibur ke kota batu dan melihat ke candi Songgoriti empu Supo serta melihat langsung kondisi batu situs linggayoni yang di belakang villa, beliau sangat menghargai peninggalan leluhur maka langsung memerintahkan untuk segera melakukan pemugaran batu linggayoni beserta batu bola, ,dalam kesempatan itu Januar minta dukungan dan doa restu kepada semua penghayat yang hadir dalam rapat kordinasi agar di saat pemugaran situs budaya bisa berjalan dengan lancar dan aman ” ungkapnya “.

Setelah melakukan survei lokasi dan berkoordinasi dengan Pemda kota malang Rabu 25 februari 2026 di laksanakan pemugaran situs batu linggayoni yang mana bangunan satu villa contage cempaka yang berdampingan dengan situs mulai di bongkar.

Tomi Wibowo S.H. selaku ketua presidium MLKI mewakili penghayat kota batu menyampaikan bahwa setelah melakukan permohonan pelestarian budaya bersurat kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI untuk pemugaran situs linggayoni.

Sebelum pemugaran situs batu linggayoni terlebih dahulu melakukan rangkaian selamatan atau ritual di sekitar lokasi situs demi kemudahan, keselamatan dan kelancaran saat pemugaran.

Tomy Wibowo juga menyampaikan bahwa satu bangunan villa yang berdekatan dengan batu situs linggayoni akan dibongkar dengan rencana konsep pintu masuk berjoglo sebelah barat ” Ungkapnya”.

Sementara itu Suyoto atau akrab di panggil Mbah yoto sesepuh dan juru kunci candi empu Supo Songgoriti menyampaikan terima kasih kepada pihak Kajati Jawa timur,Kajari batu,Kajari malang, penghayat (budayawan)kota batu serta pihak dinas terkait yang telah membantu pemugaran situs batu linggayoni karena merupakan peninggalan leluhur yang wajib di jaga serta di lestarikan,untuk generasi muda marilah kita jaga,kita rawat,kita lestarikan situs situs budaya peninggalan leluhur dan semoga dengan adanya pemugaran situs ini kedepannya bisa menjadikan wisata religi “Pungkasnya “

Tingkatkan Aksesibilitas, Kodim 1209/Bengkayang Mulai Persiapan Pembangunan Jembatan Gantung di Suti Semarang

0

Bengkayang – Kodim 1209/Bky resmi memulai langkah awal persiapan pembangunan jembatan gantung. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Tahap awal mencakup survei lokasi, pembersihan lahan, serta koordinasi teknis bersama tokoh masyarakat setempat guna memastikan titik konstruksi yang aman dan efisien, bertempat di Ds. Muhi Bersatu dengan Dsn. Tapen Kec. Suti Semarang Kab. Bengkayang.
Jumat ( 27/02/26 ).

Pembangunan jembatan ini menjadi angin segar bagi warga di kedua wilayah tersebut yang selama ini menghadapi kendala geografis cukup berat. Letak Dusun Tapen yang cukup terisolasi membuat pembangunan jembatan gantung menjadi solusi paling realistis untuk membuka akses yang lebih cepat. Kodim memastikan bahwa perencanaan dilakukan secara matang agar struktur jembatan nantinya memiliki daya tahan yang kuat terhadap kondisi cuaca dan beban transportasi warga.

Tujuan utama dari pembangunan infrastruktur ini adalah untuk memudahkan mobilitas warga dalam memenuhi keperluan sehari-hari. Selama ini, keterbatasan akses sering kali menghambat distribusi kebutuhan pokok dan pelayanan kesehatan. Dengan adanya jembatan gantung ini, diharapkan jarak tempuh antar desa dapat dipangkas secara signifikan, sehingga dinamika kehidupan sosial masyarakat di Kecamatan Suti Semarang dapat berjalan lebih lancar dan efisien.

Selain memudahkan urusan rumah tangga, keberadaan jembatan ini diproyeksikan mampu mendongkrak roda perekonomian lokal. Para petani di Desa Muhi Bersatu dan Dusun Tapen akan lebih mudah membawa hasil bumi mereka ke pasar tanpa harus memutar jalan yang jauh atau menyeberangi sungai dengan risiko tinggi. Peningkatan aksesibilitas ini diyakini akan menurunkan biaya angkut logistik dan meningkatkan daya saing produk pertanian daerah setempat.

Komandan Kodim 1209/Bky Letkol Inf Aprianda, S.H., M.Sc menegaskan bahwa pengerjaan jembatan ini akan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat sebagai bentuk kemanunggalan TNI dan rakyat. Dukungan penuh dari warga sangat diharapkan agar proses pembangunan dapat selesai tepat waktu dan segera memberikan manfaat luas. Proyek ini diharapkan tidak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga menjadi jembatan kesejahteraan bagi masyarakat. Pungkasnya.
( Pendim 1209/Bky ).

Pangdam XII/Tpr Tinjau Pembangunan Koperasi Merah Putih Motor Baru Ekonomi

0

 

 

  1. Kubu Raya – Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., meninjau langsung progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (27/2/2026).Peninjauan ini bertujuan memastikan infrastruktur penggerak ekonomi tersebut berjalan sesuai spesifikasi dan standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam kunjungannya, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menekankan bahwa proyek ini merupakan amanat strategis pusat untuk memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat akar rumput.

“Kehadiran kami hari ini untuk memastikan pembangunan KDKMP Desa Rasau Jaya Satu berjalan tepat sasaran. Ini adalah program prioritas pemerintah, sehingga kewajiban kita bersama untuk melaksanakannya dengan standar terbaik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Pangdam.

Pangdam berharap kehadiran koperasi ini tidak hanya menjadi simbol administratif, melainkan motor penggerak ketahanan pangan. “Koperasi Desa harus menjadi katalisator penguatan ekonomi lokal. Jika ekonomi desa kuat, maka ketahanan pangan nasional secara otomatis akan ikut kokoh,” tegasnya.

Ke depannya, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menginstruksikan agar manajemen koperasi jeli dalam menyuplai komoditas. “Saya berharap KDKMP ini nantinya mampu menyediakan stok barang yang memang menjadi kebutuhan primer warga Desa Rasau Jaya Satu. Jadikan koperasi ini sebagai wadah utama pembangunan ekonomi desa,” harapnya.

Menutup pernyataannya, Mayjen TNI Novi menjelaskan pembagian peran antara pemerintah dan warga dalam keberlanjutan koperasi ini.

“Pemerintah menyiapkan infrastruktur dan sarana pendukungnya. Namun, untuk modal dan keberlangsungannya, akan bersumber dari para anggota. Ini adalah dari warga, oleh warga, dan untuk warga,” tutupnya.

Untuk diketahui, Pembangunan KDKMP ini berbeda dengan pembangunan infrastruktur pada umumnya, pengerjaan KDKMP ini tidak melalui mekanisme proyek atau kontrak pihak ketiga. Pembangunan tersebut murni menggunakan sistem padat karya yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

Pelaksanaan di lapangan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja dari warga setempat yang memiliki keahlian pertukangan. Langkah ini diambil untuk memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar sejak fase konstruksi. Apabila tenaga ahli atau tukang spesifik tidak tersedia di wilayah tersebut, barulah tenaga tambahan didatangkan dari luar daerah.

Dari sisi arsitektur, bangunan KDKMP mengusung desain yang seragam di seluruh Indonesia. Mulai dari bentuk bangunan, ukuran, hingga detail lainnya dibuat sama sebagai identitas standar nasional.

Untuk memastikan seluruh pengerjaan di lapangan akurat dan sesuai desain baku tersebut, mekanisme pengawasan berlapis diterapkan dengan ketat. Pengawasan ini melibatkan dua unsur utama, yaitu, Tenaga ahli pendamping dari PT. Agrinas Pangan Nusantara (APN) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Peran Babinsa sangat vital dalam menjaga akuntabilitas pembangunan. Setiap harinya, Babinsa bertugas memantau pengerjaan dan wajib mengirimkan Laporan Kemajuan Fisik (Lapjusik) sebanyak dua kali sehari. Laporan tersebut diunggah langsung secara terintegrasi ke dalam Portal Pembangunan KDKMP milik PT. APN. Melalui sistem ini, seluruh progres pembangunan di Desa Rasau Jaya dapat dimonitor secara real-time hingga ke tingkat pusat.

Hadirnya KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi simbol kemandirian ekonomi desa, tetapi proses pembangunannya juga telah memberikan wujud nyata gotong royong dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Kubu Raya. (Pendam XII/Tpr)

Pendampingan Pengembalian Sertifikat Jaminan di KSP Maju Berlangsung Damai

0

Mediainvestigasi.com

Banyuwangi – Proses pengembalian sertifikat jaminan milik masyarakat yang sebelumnya bermasalah di KSP Maju berlangsung kondusif dan damai. Pendampingan dilakukan oleh M. Yunus yang dikenal dengan sebutan Harimau Blambangan.

Dalam pelaksanaannya, M. Yunus berkolaborasi dan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi guna memastikan hak masyarakat dapat terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. Upaya penyelesaian ini juga sebelumnya telah disampaikan dalam forum hearing bersama DPR RI, sebagai bentuk komitmen untuk mencari solusi yang adil dan bermartabat.

M. Yunus menegaskan pentingnya menjaga hubungan yang sehat antara lembaga keuangan dan masyarakat.
“Rakyat juga membutuhkan KSP sebagai akses layanan keuangan, dan KSP juga membutuhkan kepercayaan rakyat. Karena itu, penyelesaian persoalan harus ditempuh melalui kerja sama yang baik, komunikasi terbuka, dan suasana yang kondusif,” tegasnya.

Ia berharap penyelesaian pengembalian sertifikat jaminan ini dapat menjadi contoh bahwa permasalahan antara masyarakat dan lembaga keuangan dapat diselesaikan melalui dialog, koordinasi lintas pihak, serta mengedepankan kepentingan bersama.

Dengan pendampingan dan sinergi berbagai pihak, masyarakat diharapkan memperoleh kepastian haknya, sementara lembaga koperasi tetap dapat menjalankan fungsi pelayanan secara profesional dan berkeadilan.

 

Diduga Menghindar, Perselisihan Upah Pekerja Kavling di Sumberbaru Picu Kekecewaan Keluarga

0

Mediainvestigasi.In

BANYUWANGI — Perselisihan pembayaran upah kerja pada proyek kavling di wilayah barat kantor Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, hingga kini belum menemukan penyelesaian. Perbedaan keterangan antara pekerja dan pemberi pekerjaan serta tidak adanya respons atas upaya komunikasi memicu kekecewaan keluarga pekerja.

Pekerja bernama Zarkoni, warga Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng, menyatakan hanya menerima upah sebesar Rp100.000 setelah bekerja selama empat hari dengan sistem upah harian. Pekerjaan disebut dimulai pada hari Kamis dan telah diselesaikan sesuai kesepakatan awal.

Menurut keterangan pekerja, selama kurang lebih 10 hari terakhir ia telah berulang kali berupaya menghubungi pemberi pekerjaan melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon, namun tidak memperoleh tanggapan. Upaya komunikasi juga dilakukan kepada suami pemilik kavling melalui pesan WhatsApp, tetapi hingga kini tidak mendapatkan respons.

Saat dikonfirmasi awak media, pemilik kavling berinisial IDA membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan pekerjaan tidak dilakukan secara maksimal dan meminta agar tidak dilakukan fitnah. Dalam komunikasi dengan awak media, IDA juga disebut sempat melontarkan pernyataan bernada ancaman terkait pemberitaan.

Di sisi lain, IDA menyatakan telah memberikan pembayaran sebesar Rp150.000. Sementara menurut keterangan pihak lain, pemilik pekerjaan juga pernah menyampaikan bahwa jumlah pembayaran mencapai Rp200.000. Perbedaan keterangan ini menimbulkan ketidakjelasan mengenai nilai upah yang sebenarnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan pemilik kavling berdomisili di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, dan sehari-hari berprofesi sebagai pedagang buah-buahan.

Dampak persoalan ini dirasakan langsung oleh keluarga pekerja. Keluarga yang menggantungkan penghasilan sebagai tukang ojek di Terminal Genteng dan memiliki empat anak mengaku sangat kecewa dan terpukul atas ketidakpastian pembayaran. Meski nominal upah dinilai tidak besar, bagi keluarga tersebut nilai tersebut sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pihak keluarga menilai sikap pemberi pekerjaan tidak menunjukkan itikad kooperatif dalam menyelesaikan persoalan. Awak media menyatakan telah melakukan konfirmasi kepada para pihak serta memperoleh izin untuk mempublikasikan informasi ini sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Masyarakat berharap penyelesaian dapat dilakukan secara terbuka, adil, dan bertanggung jawab agar persoalan tidak berlarut serta tidak menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.

 

Stiker Berlogokan Jual/Sita atau dalam pengawasan Meresahkan Konsumen

0

 

 

Pontianak.Tindakan sepihak dari bank PT.BTN Persero cabang Pontianak pada rumah kredit macetKPR merupakan tindakan yang berpotensi melanggar hukum dan seringkali dianggap tindakan sepihak yang tidak dibenarkan .

Tanpa putusan pengadilan atau lembaga negara yang berwenang.Dimana pemasangan stiker yang berpotensi melawan hukum secara sepihak diproperti milik debitur bernama Dewi yang dikuasakannya pada Agus Fhaesal sebelum adanya putusan pengadilan atau eksekusi resmi dapat dikategorikan perbuatan melawan hukum.

Tindakan sewenang wenang terhadap debitur yang sudah memberikan kontribusi tahunan ini sangat melanggar hak kepemilikan pribadi debitur atau perampasan hak sipil.

Perbuatan sepihak terhadap Debitur oleh kreditur BTN sudah Dikategorikan pencemaran nama baik dimana pemasangan stiker tersebut mempermalukan konsumen/debitur dimuka umum padahal sisa kredit dari debitur sudah tidak banyak lagi.

Dapat dituntut pencemaran nama baik prosedur lelang hak tanggungan bank emang memiliki hak jaminan melelang KPR kredit macet namun proses lelang wajib mengikuti aturan perundangan undangan sesuai Acuan peraturan menteri keuangan yaitu harus melalui tahapan tahapan resmi bukan dengan tindakan langsung mengintimidasi fisik bukan dengan tindakan intimidasi fisik yang dilakukan pesuruh/utasan PT.bank BTN Persero cabang Pontianak Niko septian menyegel/menempel rumah stiker tanpa izin.

Apalagi menempel disaat tuan rumah sedang bepergian dan tidak disertai dengan surat izin dari RT/RW setempat bisa beberapa hari penempelan Niko utusan/pesuruh tersebut bertamu tidak ada etika yang baik dan sopan dan kedatangannya juga tidak juga menunjukkan surat tugas.

Saya Dewi selaku tuan rumah sangat menyesalkan dan kecewa berat terhadap prilaku tersebut dan memohon agar pesuruh/utusan tersebut diberi sangsi dan dievaluasi.

Pemasangan stiker tersebut sudah saya tuan rumah arsipkan dan dokumentasikan sebagai bukti saya lapor dan gugat terkait pemasangan sepihak dan mencemarkan nama baik ke pengadilan dan OJK atas pelanggaran etik tersebut.apalagi kedatangan utusan Niko dari PT.bank BTN Persero cabang Pontianak yang bertamu bagaikan preman saya tuan rumah tidak terima dan kecewa berat.

Padahal di september 2025 Langkah baik saya sudah pernah saya tempuh dengan mendatangi Bank PT.BTN Persero cabang Pontianak dengan surat kuasa atas nama pemiliknya Sy.Dewi yang merupakan adik kandung saya dan masalahnya di pembayaran mulai dari DP/Akad sebesar kurang lebih 50 juta dan sudah menyelesaikan pembayaran ditahun ke 10 dengan angsuran yang digenapkan menjadi 700 ribu perbulannya tapi oleh pihak staf BTN nya bukan pimpinannya langsung yang saya temui tidaklah memberikan solusi untuk memohon Restrukturisasi malahan dengan nada tinggi dia menekan saya dengan harus menyelesaikan 8 bulan kredit macet dengan bangganya dia menyebutkan kata kata wanprestasi dan wajib melunasinya

Dengan rasa berat dan kecewa berat saya pulang kerumah kemudian saya berusaha untuk mencicil sebesar dengan cara di TF 750 ribu tanggal di 25 September 2025 dan TF lagi di tanggal 2 oktober 2025 setor sebesar Rp 2.100.000.Namun dibulan selanjutnya saya selaku tuan rumah kaget dengan adanya surat somasi 1 yang bunyinya mewajibkan harus melunasi total hutang kurang lebih 40 juta lebih dan dengan bangga utusan Niko tersebut menyebut hutang yang tertanggung tersebut akan dijual kepihak lain, sampailah datang somasi 2 dan 3 hingga terjadilah penempelan stiker jual/lelang terpasang dirumah saya tersebut yang saat ini menjadi objek hak tanggung jaminan.

Diwaktu lancarnya pembayaran dan rumah saya roboh dibagian belakan lalu saya ripe/renopasi akibat bobroknya kualitas perumahan yang saya huni ditambah lagi keadaan jalan menuju komplek sangat miris dan memprihatinkan,drainase yang buruk menyebabkan banjir disaat hujan hanya PDAM bisa terpasang dan jalan komplek aspal karena ada bantuan aspirasi dewan/DPRD.

Saya juga menyelesaikan kewajiban pbb kepada negara/pemerintah sebagai warga negara yang taat pajak PBB perumahan Hingga wabah Corona melanda Indonesia ekonomi saya bangkrut dan hina seharusnya pihak PT bank BTN Persero Pontianak seharusnya memberikan solusi terbaik bukan dengan intimidasi tekanan yang diberikan kepada saya disaat ekonomi sedang sulit.lalu dimana visi misi dan integritas PT.BTN Persero yang bertolak belakang dengan fakta dilapangan.

Saya Agus Fhaesal yang sudah mengantongi surat kuasa dari Syf Dewi pernah meminta untuk diprint outkan rekening koran namun sama sekali tidak dilayani dengan baik termasuk saya meminta salinan serah terima perjanjian akad sampai saat ini belum di berikan pihak Bank BTN sedangkan hal itu semua adalah merupakan Hak Nasabah atau Konsumen yang mesti di persiapkan oleh Bank BTN.

Bank BTN Pontianak Mengirim Petugas Bagaikan Preman

0

 

 

Pontianak.Sore Senin disaat sela sela jelang berbuka puasa Bank BTN Pontianak mengutus petugas yang bernama niko.adapun kedatangan petugas tersebut yang didampingi teman kerjanya jug dari bank BTN bertamu dirumah saya sebagai tuan rumah dengan gayanya volume tinggi menimbulkan rasa kurang enak.tuturnya juga dengan nada tinggi menyebut bagaikan menantang biar pun mau pakai pengacara /advokad ataupun obdusman serta pengadilan silahkan ditunggu imbuhnya.pada hal saya sebagai tuan rumah sudah menjelaskan apa adanya pernah datang kebank BTN Pontianak untuk minta keringanan kredit namun tidak bertemu dengan pimpinan BTN yang serasa sulit untuk bertemu yang ada hanya stafnya dan meminta untuk melakukan pelunasan sesegera mungkin.saya sebagai tuan rumah merasa kecewa sikap prilaku dari pihak pekerja BTN yang tidak punya etika ahlak dan arogan sangat miris sekali.saya sebagai tuan rumah juga punya itikad baik untuk menyelesaikan kewajiban kredit sesuai dengan kemampuan angsuran tapi kalau ditekan minta pelunasan secara instan kami tuan rumah pun tak sanggup dengan keadaan ekonomi saat ini.seiring berjalannya waktu tanpa ada komunikasi yang baik dari pihak BTN dalam hal ini pimpinan untuk mencari solusi jalan keluar kredit macet yang saya hadapi yang ada justru pihak bank BTN menggunakan jasa advokad untuk mengirim saya surat somasi ditambah lagi bank menempel stiker jual/lelang menurut undang undang negara Republik Indonesia memberi malu atau memviralkan melalu penempelan tanpa ada prosedur yang jelas yang sesuai diamanatkan oleh undang undang.saya tuan rumah sangat kecewa sekali perlakuan dari pihak BTN kami juga berharap lembaga pengawas bank untuk lebih ketat lagi dalam penanganan pengawasan bank dan bila perlu pihak bank diberi sangsi oleh lembaga terkait yang bewenang.apalagi petugas bank menyebut nyebut perihal SOP bank lebih tinggi dari undang undan g tentu hal ini sangat berbahaya bagi kehidupan sosial berbangsa dan bernegara.

Legal Opini Lawyer And Friend.

Advocat Yayat Darmawi,SE,SH,MH saat menanggapi berita dari media terkait dengan prilaku arogansinya dari seorang petugas yang di perintahkan oleh Bank BTN Pontianak untuk mendatangi nasabah dengan gaya preman sambil mengeluarkan kata kata berani menantang pengacara ataupun ombusdman serta pengadilan hal itu adalah kata kata yang sudah berlebih lebihan dalam rangka menjumpai nasabah yang telat bayar, kenapalah harus dimunculkan kata kata tersebut kata yayat.

Menurut yayat over actingnya dari seorang petugas yang di tugaskan oleh Bank BTN untuk menjumpai nasabahnya yang telat bayar apakah harus seperti itu standart penyampaian kalimatnya ataukah diperintahkan oleh Bank BTN mesti seperti begitu etikanya, cetus yayat.

Mestinya pihak BTN dalam menjaga Harmonisasi antara Debitur dengan Kreditur mestinya lebih mengedepankan pendekatan yang Humanis yang beretika serta bermoral agar supaya nilai jual BTN yang selama ini dianggap menjadi Bank penyalur kredit yang sangat dispentative yang mengedepankan pola dispensasi dengan menggunakan metode Restrukturisasi sangat berhasil, namun jadi Rusak akibat dari prilaku egosentris dari petugasnya yang menggunakan kalimat menantang Pengacara, ombusdman termasuk pengadilan karena apa hubungannya antara tugas yang di embannya dengan kalimat panik yang di keluarkannya, sebut yayat lagi.

Yayat meminta untuk perlunya dievaluasi karakteristik dari petugas yang bernama Niko tersebut sebelum masalahnya itu dapat menjadi akibat hukum bagi dirinya sendiri, pinta yayat.

Satgas Pangan Polresta Banyuwangi Sidak Pasar dan Ritel Modern, Harga Bahan Pokok Relatif Stabil

0

Mediainvestigasi.in

 

BANYUWANGI — Memasuki hari kelima Ramadan 2026, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Banyuwangi terpantau relatif stabil. Untuk memastikan kondisi tersebut, Satgas Pangan dari Polresta Banyuwangi menggelar inspeksi mendadak (sidak), Senin (23/2/2026).

Dalam kegiatan itu, petugas memantau harga sejumlah komoditas utama seperti ayam potong, daging sapi, dan cabai. Hasil pengecekan menunjukkan harga ayam justru mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.

Lailatus, salah satu pedagang ayam di Pasar Banyuwangi, menyebutkan harga ayam saat ini berada di kisaran Rp37 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan minggu lalu yang sempat menyentuh Rp40 ribu per kilogram.

“Sekarang stabil, malah sedikit turun dari minggu kemarin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Satgas Pangan Polresta Banyuwangi, AKP Prasetya Wicaksono, menyampaikan bahwa terdapat kenaikan harga pada daging sapi dan cabai. Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum mengganggu daya beli masyarakat.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya difokuskan pada pasar tradisional. Satgas Pangan juga melakukan pemantauan di sejumlah ritel modern, seperti Roxy Banyuwangi dan Vionata, guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga tetap terjaga.

“Kami melakukan pengecekan tidak hanya di pasar tradisional, tetapi juga di ritel modern seperti Roxy dan Vionata untuk memastikan stok tersedia dan harga tetap terkendali,” kata AKP Prasetya.

Selain memantau harga, kepolisian juga mengantisipasi potensi peredaran uang palsu yang rawan terjadi saat aktivitas ekonomi meningkat selama Ramadan. Tingginya transaksi tunai di pasar tradisional menjadi perhatian khusus aparat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam berbelanja dan lebih berhati-hati terhadap kemungkinan peredaran uang palsu,” tambahnya.

Hingga sidak berlangsung, petugas tidak menemukan indikasi penimbunan barang maupun pelanggaran signifikan. Satgas Pangan memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala hingga Idulfitri guna menjaga stabilitas harga serta pasokan bahan pokok di Banyuwangi.