Beranda blog Halaman 51

PLN untuk Rakyat, PLN UID Jabar Kirim Relawan dan Bantuan untuk Percepatan Pemulihan Daerah Terdampak Bencana di Sumatera

0

Investigasi.in Jabar ◊ 4 Desember 2025

Bandung, — PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mengirimkan 32 personel relawan pemulihan kelistrikan serta sejumlah bantuan material dan donasi kemanusiaan untuk mendukung percepatan pemulihan di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Bantuan ini mencakup dua genset berkapasitas 160 kVA dan 100 kVA, lampu emergency, serta donasi sebesar Rp240 juta yang dihimpun dari kepedulian pegawai PLN.Bantuan tersebut dikirimkan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik darurat, penerangan, serta membantu masyarakat yang masih terdampak bencana agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari (3 Desember 2025)

Kehadiran tim relawan ini menjadi wujud nyata semangat “PLN untuk Rakyat” bahwa PLN tidak hanya menghadirkan energi listrik, tetapi juga energi kepedulian, solidaritas, dan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen kemanusiaan seluruh insan PLN.
“PLN UID Jabar hadir bukan semata memperbaiki jaringan listrik, tetapi memastikan masyarakat merasakan kehadiran dan dukungan nyata di saat mereka membutuhkan. Bantuan tenaga, peralatan, dan donasi ini merupakan wujud kepedulian seluruh insan PLN agar pemulihan di wilayah terdampak dapat berlangsung lebih cepat dan masyarakat bisa segera bangkit,” ujar Sugeng Widodo.

Salah seorang relawan yang diberangkatkan, Hari Setiono, turut membagikan alasan dirinya dan rekan-rekannya siap diberangkatkan ke Sumatera.
“Ketika kami mendapat kabar kondisi di Sumatera, banyak keluarga masih mengandalkan pasokan listrik darurat dan bantuan pokok. Kami merasa terpanggil untuk hadir. Ini bukan sekadar tugas, tetapi bentuk tanggung jawab moral sebagai bagian dari PLN, membawa cahaya dan harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang kesulitan,” ungkapnya.

Dengan semangat berbagi dan kolaborasi, PLN UID Jawa Barat memastikan bahwa bantuan yang dikirimkan tidak hanya mempercepat pemulihan kelistrikan, tetapi juga mempertegas peran PLN sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Melalui sinergi relawan, bantuan material, serta kepedulian kolektif pegawai, PLN UID Jawa Barat berupaya menyalakan kembali kekuatan dan harapan masyarakat di wilayah terdampak bencana, bahwa dalam situasi apa pun, PLN selalu hadir untuk rakyat.

(Jefry. SMK)

Arifin Latbual Kembali Menakhodai PDI Perjuangan Kabupaten Buru 5 Tahun Kedepan

0

Editorial Oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF.

Di tengah semangat kebersamaan yang mengalir di Gren Sarah Hotel, Namlea, Rabu (3/12), Konferensi Cabang ke-6 PDI Perjuangan Kabupaten Buru dan Buru Selatan menjadi panggung penting bagi konsolidasi politik kerakyatan di Maluku. Dari forum ini, satu keputusan strategis kembali mengemuka: Arifin Latbual dipercaya melanjutkan kepemimpinannya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buru untuk lima tahun ke depan.

Kepercayaan ini bukan hadir tanpa alasan. Ia tumbuh dari rekam jejak pengabdian, konsistensi dalam membangun struktur partai, serta kemampuannya merawat kedekatan dengan masyarakat akar rumput. Arifin bukan sekadar pemimpin organisasi; ia adalah penjaga arah perjuangan partai di daerah yang terus berpegang pada nilai-nilai kerakyatan.

Dengan mengusung tema “Kedaulatan Maritim Maluku dalam Politik Kerakyatan Menuju Keadilan Sosial,” konferensi ini menegaskan kembali misi besar yang diemban PDI Perjuangan: memastikan pembangunan daerah berpihak pada rakyat dan memaksimalkan potensi maritim sebagai identitas utama Maluku.

Suasana konferensi menjadi semakin bermakna dengan kehadiran para pemimpin DPD PDI Perjuangan Maluku—Abdul Amin Buton, Gerald Mailoa, Alhidayat Wajo, dan Tina Welma Tetelepta—yang menunjukkan dukungan penuh terhadap konsolidasi di Buru dan Buru Selatan. Di samping itu, hadir pula para ketua dan pengurus DPC dari kedua kabupaten yang memperlihatkan kekompakan dan semangat gotong royong.

Ketika Abdul Amin Buton membuka acara secara resmi, ia bukan hanya menandai dimulainya muscab, tetapi juga menyalakan kembali optimisme bahwa PDI Perjuangan di Buru akan terus memperkuat barisan dan memperjuangkan aspirasi rakyat secara konsisten.

Kini, Arifin Latbual membawa kembali nakhoda di tengah samudera politik yang dinamis. Tantangan memang besar, tetapi harapan rakyat jauh lebih besar. Dengan kepemimpinan yang telah terbukti, publik berharap PDI Perjuangan Kabupaten Buru dapat semakin solid, visioner, dan tetap berpijak pada semangat keadilan sosial.

Lima tahun ke depan adalah layar baru yang terbentang. Dengan Arifin di haluan, PDI Perjuangan Buru diyakini siap berlayar lebih jauh, lebih kuat, dan lebih merakyat—demi Maluku yang sejahtera dan berdaulat. ( AN )

Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra Tekankan Simpati dan Empati

0

Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra Tekankan Simpati dan Empati sebagai Kunci Pelayanan Prima.

GRESIK – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Gresik, Kompol Shabda Purusha Putra, menegaskan pentingnya sikap simpati dan empati sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Penekanan tersebut disampaikan saat dirinya memimpin apel pagi di lapangan Mapolres Gresik, Senin (1/12/2025).

Di hadapan seluruh jajaran perwira dan bintara, Kompol Shabda menguraikan perbedaan mendasar antara simpati dan empati yang menurutnya harus dipahami oleh setiap personel Polri.

“Simpati adalah kemampuan untuk memahami apa yang dirasakan orang lain, sedangkan empati adalah perasaan yang membuat kita turut merasakan apa yang dialami mereka,” jelasnya.

Wakapolres menekankan bahwa tugas kepolisian tidak hanya terbatas pada prosedur dan aturan, tetapi juga menuntut kepekaan terhadap kondisi masyarakat. Sentuhan kemanusiaan, kata dia, menjadi elemen penting agar pelayanan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya.

“Dalam setiap pelayanan, baik di sentra pelayanan terpadu maupun ketika berada di lapangan, simpati dan empati harus berjalan berdampingan. Tujuannya sederhana namun penting; masyarakat merasa terlayani dan merasakan kehadiran Polri sebagai solusi atas persoalan mereka,” tegas Kompol Shabda.

Menutup amanatnya, ia juga mengingatkan seluruh personel untuk selalu menjaga kebugaran fisik dan mental. Menurutnya, kualitas pelayanan publik akan maksimal hanya jika anggota berada dalam kondisi prima.

Apel pagi tersebut berlangsung khidmat dan tertib, menjadi momentum bagi jajaran Polres Gresik untuk kembali memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

BI Bali Beri Apresiasi Mitra Strategis, PT Dirgahayu Valuta Prima Raih Penghargaan KUPVA Terbaik

0

INVESTIGASI.IN #

Denpasar – Bali || Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali kembali menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025. Mengusung tema besar “Tangguh Dan Mandiri : Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Saing”, agenda tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat optimisme pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Bali.
Dalam kesempatan istimewa tersebut, Bank Indonesia Provinsi Bali memberikan apresiasi dan penghargaan kepada mitra-mitra strategis yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa, kepatuhan tinggi, dan kinerja terbaik sepanjang tahun.

Penghargaan diberikan kepada berbagai sektor, mulai dari Perbankan, UMKM, Pendidikan, Pariwisata, Media, hingga Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) Bukan Bank. Salah satu sorotan utama dalam malam penghargaan tersebut adalah terpilihnya PT Dirgahayu Valuta Prima sebagai peraih penghargaan Terbaik untuk kategori KUPVA (Money Changer). Pimpinan PT Dirgahayu Valuta Prima, Ambara Putra, yang menerima langsung penghargaan tersebut, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Perwakilan Bali. Menurutnya, langkah BI memberikan penghargaan ini adalah strategi yang tepat untuk memacu ekosistem ekonomi Bali agar lebih kompetitif.

“Saya sangat mengapresiasi pimpinan BI Wilayah Bali yang konsisten memberi penghargaan kepada para mitranya. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi sebuah dorongan motivasi yang nyata bagi kami—baik itu Perbankan, UMKM, Pendidikan, Pariwisata, maupun Media—untuk terus berprestasi di bidang masing-masing. Sinergi inilah yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian Provinsi Bali secara agregat,” ujar Ambara Putra usai acara.

Ambara menekankan bahwa predikat “Terbaik” yang diraih oleh PT Dirgahayu Valuta Prima tidak lepas dari peran aktif Bank Indonesia dalam melakukan pembinaan. Ia menilai, sosialisasi aturan yang gencar dilakukan BI Bali menjadi kunci utama bagi pelaku usaha KUPVA untuk bisa beroperasi dengan benar dan aman.

“Hasil yang kami peroleh ini tentu tak lepas dari peran BI Bali yang tak henti-hentinya mensosialisasikan aturan-aturan yang mesti ditaati oleh penyelenggara KUPVA di Bali. Kepatuhan terhadap regulasi adalah fondasi bisnis kami,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ambara Putra mendedikasikan penghargaan bergengsi ini kepada seluruh tim internal perusahaannya. Ia menilai, kepatuhan perusahaan adalah cerminan dari disiplin seluruh karyawan.

“Apresiasi terbesar saya berikan kepada para karyawan PT Dirgahayu Valuta Prima. Mereka telah bekerja dengan semangat dan dedikasi tinggi, serta disiplin mengikuti setiap standar operasional dan aturan yang berlaku. Penghargaan ini adalah buah kerja keras mereka,” pungkas Ambara.

Dengan semangat “Tangguh dan Mandiri”, penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu bagi PT Dirgahayu Valuta Prima dan seluruh mitra strategis lainnya untuk terus menjaga integritas dan kualitas layanan demi kemajuan ekonomi Bali yang berkelanjutan. (cvs)

PWI Bekasi Raya Ambil Peran di Kick Off HPN 2026 untuk Menguatkan Solidaritas Pers

0

Jabar investigasi.in ◊ Senin, 01 Desember 2025.

*Nasional* – Serang,— Ribuan insan pers, tamu kehormatan, dan warga Banten memadati Alun-Alun Kota Serang pada gelaran Kick Off Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme, Minggu (30/11). Acara ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan HPN 2026 yang puncaknya akan digelar tahun depan.

Kick Off HPN 2026 resmi dibuka oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, didampingi Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir selaku Ketua Dewan Penasehat HPN 2026, Gubernur Banten Andra Soni, Ketua DPRD Banten, Wali Kota Serang, serta jajaran pejabat Forkopimda. Hadir pula Ketua Panitia HPN 2026, Zulmansyah Sakedang, perwakilan Dewan Pers, dan delegasi PWI dari berbagai provinsi — mulai dari PWI Banten, PWI Lampung, PWI DKI Jakarta, hingga PWI Jawa Barat.

Acara dimulai dengan Senam Line Dance disusul Jalan Sehat Bersama Kapolri, yang meleburkan jarak antara pejabat, insan pers, dan masyarakat. Ratusan warga Kota Serang ikut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut.

Selepas pembukaan, Kapolri bersama Gubernur Banten melakukan pemukulan rampak bedug sebagai simbol dimulainya rangkaian HPN 2026. Momen ini disambut gegap gempita para peserta dan undangan.

Puncak kemeriahan terjadi saat pembagian door prize dengan hadiah utama tiga unit sepeda motor, yang diundi langsung oleh Kapolri dan Gubernur Banten. Suasana Alun-Alun Serang pecah oleh sorak-sorai warga yang antusias mengikuti pengundian berhadiah tersebut.

*PWI Bekasi Raya Hadirkan Warna – 17 Anggota Turut Sukseskan Kick Off HPN 2026*

Dari Kota Bekasi, PWI Bekasi Raya hadir dengan kekuatan penuh. Dipimpin langsung oleh Ketua PWI Bekasi Raya Ade Muksin, S.H., sebanyak 17 anggota turut hadir dan berbaur bersama ribuan peserta lain.

Ade Muksin menegaskan kehadiran PWI Bekasi Raya bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bentuk komitmen untuk ikut menyukseskan seluruh rangkaian HPN 2026.

*“HPN ini bukan hanya milik insan pers nasional, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas, profesionalisme, dan spirit kolaborasi. PWI Bekasi Raya hadir untuk memastikan semangat itu tetap menyala,”* ujar Ade Muksin.

Ia juga menambahkan bahwa Kick Off HPN 2026 di Serang merupakan bukti bahwa insan pers mampu menjadi jembatan keberagaman, memperkuat hubungan antardaerah, dan menebar manfaat melalui kegiatan yang humanis dan membumi.
*“Kami merasa bangga dapat menjadi bagian dari acara besar ini. Kehadiran kami adalah bentuk dukungan nyata terhadap panitia HPN dan keluarga besar PWI se-Indonesia agar rangkaian HPN 2026 berjalan sukses,”* tambahnya.

Di sela kegiatan, Ade Muksin juga tampak aktif membangun komunikasi dengan berbagai pengurus PWI provinsi lain, termasuk Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Kolaborasi lintas daerah ini disebutnya penting untuk memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas organisasi, dan memperluas cakrawala profesional anggota PWI Bekasi Raya.

*Humanis & Dekat Warga: HPN 2026 Bukan Sekadar Seremoni*

Kick Off HPN 2026 seperti menunjukkan bahwa insan pers tidak hanya berkutat dengan ruang redaksi, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat. Jalan sehat, kegiatan budaya, hingga kesempatan berinteraksi langsung dengan Kapolri dan Gubernur menjadi ruang kebersamaan yang jarang didapatkan.

Ade Muksin menilai sisi humanis inilah yang membuat HPN selalu ditunggu.
*“HPN adalah rumah besar kita. Dan hari ini, di Serang, rumah itu terasa penuh kehangatan,”* ucapnya.

Acara kemudian ditutup dengan hiburan, door prize tambahan, dan ramah tamah bersama para peserta.

Kick Off HPN 2026 di Serang Banten berjalan lancar, tertib, dan meriah—serta menjadi awal yang kuat bagi pelaksanaan puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026.

(Jefry. Smk)

Aksi Cepat Tanggap Kasat Lantas Bekasi Kota, Tangani Korban Kecelakaan di Gunung Putri Bogor

0

Investigasi.in Jabar ◊ Selasa, 25 November 2025.

Kota Bekasi – Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia, S.I.K., M.S.i., menunjukkan aksi cepat tanggap kemanusiaan dengan menolong korban kecelakaan lalu lintas.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (25/11/2025), sekitar pukul 06.00 WIB, di Jalan Poros Transyogi, Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Kompol Gefri Agitia, yang saat itu sedang bersiaga untuk kegiatan Apel Kasatwil, menemukan terjadinya kecelakaan serius antara Truk Tronton bernomor polisi B 9059 UEU dengan seorang pengendara sepeda ontel.

Melihat kondisi darurat di lokasi kejadian, Kompol Gefri Agitia segera memberikan pertolongan pertama dan memastikan korban segera mendapatkan penanganan medis.

“Korban kecelakaan telah kami larikan ke RS Hermina Mekarsari Cileungsi untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Kompol Gefri Agitia.

Saat ini, penanganan perkara kecelakaan tersebut telah diserahkan dan diproses lebih lanjut oleh Unit Laka Lantas Polres Bogor, yang merupakan wilayah hukum lokasi kejadian.

(Jefry. SMK)

Kota Bekasi Kembali Meraih Terbaik Ketiga Prevalensi Stunting Dibawah 14 Persen

0

Investigasi.in Jabar ◊ Senin 24 November 2025.

KOTABEKASI – Pimpin apel pagi, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe sampaikan kabar gembira. Kota Bekasi berhasil meraih penghargaan sebagai kabupaten/kota terbaik ketiga dengan angka prevalensi stunting dibawah 14 persen dalam pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.

“Alhamdulillah, ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak dalam memastikan generasi penerus mendapatkan asupan gizi yang sehat dan seimbang, ini menjadi komitmen kita bersama untuk terus memberikan yang terbaik untuk generasi penerus kita,” ucap Wawali Abdul Harris Bobihoe

Tak hanya itu, lanjut Wawali Harris Bobihoe mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan kompetensi ekosistem cerdas tahun 2025, yang terbagi dalam lima kategori diantaranya, smart goverment, smart branding, smart economy, smart living, smart soviety dan smart environment.

Dan atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat dan apresiasi kepada para insan berprestasi, putra-putri Bhagasasi yang telah mengharumkan nama Kota Bekasi.

Ia juga menyampaikan, agar para aparatur terus memperkuat semangat dalam memberikan pelayanan publik yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.

(Jefry. Smk)

Menakar Arah Baru Politik Hukum Ekologis

0

Dekonstruksi Rezim Izin Lingkungan: Menakar Arah Baru Politik Hukum Ekologis Pasca-Integrasi OSS

Oleh: Wahyu Fahmi Rizaldy
Dosen Hukum Lingkungan Universitas Teknologi Surabaya

Investigasi.in, Surabaya Jumat (21/11/2025) Dalam lanskap hukum Indonesia kontemporer, tidak ada reformasi yang lebih radikal—dan sekaligus mengkhawatirkan—selain perombakan rezim perizinan lingkungan melalui Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK) dan turunannya. Narasi besar “memangkas birokrasi” dan “karpet merah investasi” telah melahirkan sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA). Di permukaan, ini adalah kemenangan efisiensi digital. Namun, jika dibedah lebih dalam, kita sedang menyaksikan dekonstruksi sistematis terhadap benteng perlindungan ekologis kita. Izin lingkungan, yang dulunya sakral sebagai instrumen “veto” terhadap perusakan alam, kini tereduksi menjadi sekadar persyaratan administratif di dalam algoritma perizinan berusaha.

Reduksi Makna: Dari “Izin” Menjadi “Persetujuan”

Pergeseran terminologi dalam UU No. 6 Tahun 2023 (penetapan Perppu Cipta Kerja) bukan sekadar semantik, melainkan pergeseran paradigma politik hukum. Terminologi “Izin Lingkungan” telah dihapus dan diintegrasikan menjadi “Persetujuan Lingkungan” yang merupakan prasyarat penerbitan Perizinan Berusaha.

Secara teoretis, perubahan ini mengubah posisi hukum lingkungan. Sebelumnya, dalam rezim UU No. 32 Tahun 2009 (PPLH), izin lingkungan berdiri sendiri sebagai legal standing yang kuat. Jika izin lingkungan dicabut, kegiatan usaha mati. Kini, dengan integrasi ke dalam OSS, posisi tawar aspek lingkungan melemah. Ia “hanya” menjadi sub-sistem dari izin usaha. Logika yang terbangun adalah logika fasilitasi, bukan proteksi.

Data dari Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan lonjakan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang masif pasca-implementasi OSS-RBA. Ribuan izin terbit dalam hitungan menit untuk risiko rendah dan menengah. Efisiensi ini patut diapresiasi dari kacamata ekonomi, namun menjadi alarm bahaya dari kacamata ekologi. Pertanyaannya: mungkinkah screening dampak lingkungan dilakukan secara teliti dalam hitungan jam atau menit oleh mesin, tanpa verifikasi lapangan yang memadai?

Mitos Standarisasi dan Kebutaan Ekologis

Sistem OSS bekerja dengan logika generalisasi dan standarisasi. Indonesia, dengan keragaman ekosistem dari karst di Jawa, gambut di Sumatera, hingga hutan hujan tropis di Papua, dipaksa masuk ke dalam kotak-kotak baku Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Kelemahan fatal dari sistem sentralistik ini adalah hilangnya konteks lokal (local ecological knowledge). Sebuah aktivitas pertambangan pasir mungkin dinilai “Risiko Menengah” secara umum di dalam sistem. Namun, jika lokasi tersebut berada di daerah tangkapan air (catchment area) yang kritis bagi ribuan petani desa, risikonya seharusnya menjadi “Sangat Tinggi”. Algoritma OSS sering kali buta terhadap nuansa sosiologis dan ekologis mikro ini.

Akibatnya, daerah kehilangan otonomi untuk memproteksi wilayahnya. Dinas Lingkungan Hidup di daerah sering kali hanya menjadi penonton ketika izin diterbitkan oleh pusat melalui sistem elektronik, padahal merekalah yang akan menanggung beban bencana ekologis jika terjadi kegagalan sistem.

Penyempitan Partisipasi Publik: Demokrasi yang Terpinggirkan

Salah satu kemunduran paling signifikan dalam politik hukum ekologis baru ini adalah redefinisi “masyarakat”. Dalam rezim sebelumnya, partisipasi publik dalam penyusunan AMDAL melibatkan pemerhati lingkungan, LSM, dan masyarakat luas yang peduli. UUCK mempersempit definisi ini secara drastis hanya menjadi “masyarakat yang terkena dampak langsung”.

Ini adalah bentuk pembungkam partisipasi yang halus namun efektif. Dalam banyak kasus sengketa lingkungan, masyarakat terdampak langsung sering kali berada dalam posisi asimetris—kurang informasi, tertekan secara ekonomi, atau terintimidasi. Peran NGO dan aktivis lingkungan sebagai pendamping (bukan pihak terdampak langsung) dinihilkan dalam proses formal penyusunan dokumen lingkungan.

Hilangnya ruang partisipasi substantif ini mengubah AMDAL dari dokumen ilmiah-sosial menjadi dokumen formalitas pesanan. Ketika partisipasi publik dipangkas, fungsi check and balances dari masyarakat sipil hilang. Izin menjadi produk monolog antara pengusaha dan negara, tanpa melibatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan atas tanah dan air.

Pengawasan Pasca-Izin: Macan Ompong?

Pemerintah berargumen bahwa meski perizinan dipermudah di depan (pre-audit), pengawasan akan diperketat di belakang (post-audit). Logika “Ultimum Remedium” (sanksi pidana sebagai upaya terakhir) kembali dikedepankan, menggeser pendekatan “Primum Remedium” (pidana sebagai upaya utama) yang sempat menguat di UU 32/2009.

Namun, fakta lapangan berbicara lain. Rasio jumlah inspektur tambang dan pengawas lingkungan hidup berbanding terbalik dengan jumlah izin yang diterbitkan oleh mesin OSS. Bagaimana mungkin segelintir pengawas dapat memonitor ribuan aktivitas usaha yang izinnya terbit otomatis? Tanpa pengawasan yang kuat, kepatuhan terhadap standar lingkungan hanyalah ilusi di atas kertas (atau layar komputer).

Kasus-kasus pencemaran udara di Jabodetabek atau kerusakan sungai akibat limbah industri yang berulang menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan dan penegakan hukum kita masih tumpul. Mengandalkan post-audit tanpa memperkuat kapasitas institusi pengawas sama saja dengan membiarkan kerusakan terjadi terlebih dahulu, baru kemudian sibuk memadamkan api.

Arah Baru: Mengembalikan Kedaulatan Lingkungan

Integrasi perizinan lingkungan ke dalam OSS tidak boleh dimaknai sebagai subordinasi ekologi terhadap ekonomi. Kita memerlukan koreksi arah politik hukum.

Pertama, Desentralisasi Verifikasi. Meskipun sistem perizinan terpusat di OSS, verifikasi kelayakan lingkungan harus tetap melibatkan pemerintah daerah secara substantif, bukan sekadar notifikasi. Daerah harus memiliki hak veto jika lokasi usaha berada di zona ekologis kritis.

Kedua, Perluasan Kembali Partisipasi. Definisi partisipasi publik dalam PP No. 22 Tahun 2021 harus direvisi atau ditafsirkan secara progresif oleh pengadilan untuk memberikan ruang bagi actio popularis atau gugatan organisasi lingkungan demi kepentingan generasi mendatang.

Ketiga, Transparansi Data Mutlak. Dokumen Persetujuan Lingkungan dan rincian teknisnya harus dapat diakses publik secara terbuka dalam sistem OSS. Transparansi adalah satu-satunya cara masyarakat dapat membantu pemerintah melakukan pengawasan.

Investasi adalah kebutuhan negara, namun kelestarian lingkungan adalah napas kehidupan bangsa. Jangan sampai demi mengejar angka pertumbuhan ekonomi dan kemudahan berbisnis, kita mewariskan bentang alam yang rusak karena izin lingkungan telah kehilangan “gigi”-nya. Sistem boleh digital, namun hati nurani pembuat kebijakan harus tetap berpijak pada bumi.(Tim)

Unjuk Kekuatan Nasional, TNI Kerahkan Puluhan Ribu Prajurit Amankan Aset Strategis Bangka–Morowali

0

TNI mengerahkan puluhan ribu prajurit dari tiga matra dalam Latihan TNI Terintegrasi Tahun 2025 sebagai demonstrasi kekuatan nasional sekaligus wujud komitmen melindungi aset strategis negara di Bangka Belitung dan Morowali. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta sejumlah pejabat negara menyaksikan langsung pelaksanaan latihan dari Titik Tinjau Desa Mabat, Bangka, Rabu (19/11/2025).

Latihan skala besar di Bangka Belitung melibatkan 41.397 personel TNI. Kegiatan ini menjadi bukti soliditas, kesiapsiagaan, dan kemampuan tempur gabungan TNI dalam menghadapi spektrum ancaman, termasuk ancaman terhadap sumber daya alam strategis. Selain di Bangka Belitung, Latihan TNI Terintegrasi 2025 juga digelar di Morowali, Sulawesi Tengah, dengan melibatkan 26.998 prajurit di bawah Komando Gabungan TNI. Kegiatan di Morowali juga ditinjau langsung Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI dan para pejabat terkait.

Latihan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme, kesiapan tempur prajurit, serta uji kemampuan alutsista. Di dalamnya juga termuat skenario Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya terkait pengamanan wilayah yang rawan konflik kepentingan seperti kawasan hutan dan pertambangan.

Pemilihan Bangka Belitung dan Morowali dilandasi pertimbangan strategis mengingat besarnya kekayaan sumber daya alam di wilayah tersebut, termasuk potensi kerawanan akibat praktik penambangan tanpa izin yang selama ini merusak lingkungan dan merugikan negara. Oleh karenanya, kehadiran TNI menjadi krusial untuk melindungi objek vital nasional.

Sebelumnya, Presiden RI mengungkapkan maraknya operasi tambang ilegal di Bangka Belitung, bahkan mencapai sekitar 1.000 titik, yang menyebabkan Indonesia kehilangan hingga 80 persen produksi timah nasional. Presiden kemudian memerintahkan TNI melakukan pengamanan ketat seluruh jalur pergerakan material timah.

“Saya perintahkan TNI untuk memblokir seluruh jalur masuk dan keluar di Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Negara harus mengetahui secara pasti apa yang keluar dan apa yang masuk. Kita tidak boleh terus dirugikan,” tegas Presiden.

Menindaklanjuti perintah tersebut, TNI mengerahkan kekuatan besar beserta alutsista, mulai dari puluhan Rantis Maung, drone taktis, KRI dan KAL, pesawat F-16, Hercules, CN-295, hingga helikopter Caracal dan Super Puma. Penggelaran ini menegaskan bahwa perlindungan sumber daya alam adalah bagian dari tugas menjaga kedaulatan negara.

Dalam rangkaian latihan di Bangka Belitung, Menhan dan Panglima TNI menyaksikan demonstrasi Serangan Udara Langsung (SUL) oleh F-16 dari Wing Udara 31, penerjunan taktis personel Yonif 501, simulasi penangkapan ponton ilegal, serta peninjauan lokasi galian pasir.

Di hadapan awak media, Menhan menyampaikan fokus utama latihan dalam konteks penegakan kedaulatan dan penertiban sektor pertambangan. “Tujuannya satu, bagaimana kita sebagai negara yang berdaulat memiliki kemampuan untuk menegakkan peraturan dan melakukan penertiban dalam rangka pengamanan sumber daya alam yang merupakan bagian dari kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Latihan juga menampilkan berbagai kemampuan TNI, mulai dari Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL), Operasi Perebutan Pertahanan Pangkalan Udara (OP3U), skenario _force down_, aksi sabotase terhadap sasaran strategis, hingga operasi penindakan kepada kapal pelaku aktivitas ilegal oleh TNI AL. Seluruh rangkaian dirancang untuk menguji kesiapsiagaan dan respons cepat operasi gabungan di berbagai domain.

 

(Red)

Transera Waterpark Bekasi Luncurkan Wahana Baru “4D Simulator”

0

Investigasi.in Jabar ◊ Jum’at 21 November 2205.

Bekasi – Transera Waterpark resmi meluncurkan wahana terbaru bernama 4D Simulator, sebuah atraksi imersif yang menggabungkan visual tiga dimensi dengan efek gerak yang realistis.

General Manager Transera Waterpark Bekasi, Ahmad Hifni menjelaskan, wahana ini dirancang untuk memberikan pengalaman hiburan yang lebih dinamis kepada para pengunjung, menambah ragam aktivitas seru di luar area permainan air.

Dikatakannya, dalam wahana 4D Simulator, pengunjung dapat memilih berbagai judul film interaktif, termasuk salah satu yang paling diminati: roller coaster virtual yang menghadirkan sensasi meluncur tajam, tikungan ekstrem, hingga momen jatuh bebas yang memacu adrenalin—lengkap dengan getaran dan gerakan yang membuat penonton refleks berteriak.

Menurutnya, harga tiket wahana 4D Simulator ditetapkan sebesar Rp 50.000 per orang. Namun, sebagai bagian dari masa pembukaan, Transera Waterpark memberikan penawaran spesial hanya Rp 25.000 selama periode launching. Promo ini dihadirkan sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung yang ingin merasakan atraksi terbaru dengan harga lebih terjangkau.

“Wahana 4D Simulator ini kami hadirkan untuk memberikan variasi hiburan yang lebih lengkap bagi pengunjung Transera Waterpark. Tidak hanya permainan air, kami ingin menambahkan pengalaman teknologi yang menyenangkan dan cocok untuk semua usia,” ujar lelaki yang akrab disapa Hifni ini.

Ditambahkannya, Wahana 4D Simulator tersedia setiap hari pada jam operasional Transera Waterpark dan berlokasi di area wahana drypark. Pengunjung dapat membeli tiket langsung di kasir wahana.

“Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi media sosial resmi Transera Waterpark atau bisa chat di call center 0816 711 525,” pungkasnya.

(Jefry. Smk)