Beranda blog Halaman 6

Pangdam XII/Tpr Bersama Forkopimda Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

0

 

Pontianak – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kota Pontianak, Senin (1/6/2026)

Upacara dipimpin langsung oleh Gubernur Kalbar, Drs. H. Ria Norsan, M.M.,M.H., selaku inspektur upacara dan diikuti oleh unsur Forkopimda Provinsi Kalbar, personel TNI-Polri, instansi pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali komitmen seluruh komponen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang dibacakan Gubernur Kalimantan Barat, disampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan hanya agenda seremonial tahunan, tetapi juga sarana refleksi untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila tetap menjadi jiwa dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya sepanjang perjalanan bangsa Indonesia. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang mampu mempersatukan keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama dalam satu ikatan kebangsaan.

Lebih lanjut ditegaskan, Pancasila menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika geopolitik dunia. Nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan yang terkandung dalam Pancasila juga tercermin melalui kontribusi Indonesia dalam berbagai upaya perdamaian dunia.

Menutup amanatnya, mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus meneguhkan komitmen kebangsaan dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa,” tegasnya.

  1. Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 berlangsung dengan penuh khidmat, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan serta memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Pendam XII/Tpr)

Rumah Petani di Karangdoro Dibobol Maling, Motor hingga 3 Sertifikat Tanah Raib

0

INVESTIGASI.IN | BANYUWANGI – Aksi pencurian kembali meresahkan warga Kabupaten Banyuwangi. Kali ini menimpa seorang petani asal Dusun Karangdoro, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Saat korban sedang bekerja di sawah, rumahnya diduga dibobol maling dan sejumlah barang berharga berhasil digondol pelaku.


Korban diketahui bernama Adi Susanto (40), warga Dusun Karangdoro RT 03 RW 02, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB dan telah dilaporkan secara resmi ke Polsek Tegalsari.


Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, kejadian bermula ketika korban pulang dari sawah menuju rumahnya. Namun sesampainya di lokasi, korban dibuat terkejut lantaran mendapati pintu depan rumahnya sudah dalam kondisi terbuka.


Merasa ada yang tidak beres, korban kemudian memeriksa kondisi rumah dan mendapati sejumlah barang berharganya telah hilang. Salah satu barang yang raib adalah sepeda motor Honda Scoopy warna hitam putih tahun 2016 dengan nomor polisi P 4633 RZ yang sebelumnya diparkir di dalam rumah.


Tidak hanya kendaraan bermotor, pelaku juga diduga berhasil membawa kabur dokumen penting milik korban berupa STNK dan BPKB kendaraan, yang disimpan di dalam lemari kamar.


Yang lebih memprihatinkan, pelaku juga mengambil tiga sertifikat tanah milik korban yang tersimpan di dalam rumah. Hilangnya dokumen kepemilikan tanah tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena memiliki nilai hukum yang sangat penting bagi pemiliknya.
Selain itu, sebuah kartu ATM Bank BRI dan uang tunai sebesar Rp250 ribu yang berada di dalam dompet korban juga dilaporkan hilang dibawa pelaku.


Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp10 juta. Tidak terima atas kejadian yang dialaminya, korban kemudian mendatangi Polsek Tegalsari untuk membuat laporan resmi guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.


Peristiwa ini menambah daftar kasus pencurian yang terjadi di wilayah pedesaan dan menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku serta mengamankan barang bukti yang hilang, terutama dokumen-dokumen penting seperti sertifikat tanah dan surat kendaraan yang berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


Masyarakat sekitar juga meminta peningkatan patroli keamanan, khususnya pada jam-jam ketika sebagian besar warga sedang bekerja di sawah atau meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Kondisi tersebut dinilai sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.


Hingga berita ini ditulis, kasus pencurian tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak Polsek Tegalsari. Aparat kepolisian diharapkan dapat segera mengidentifikasi pelaku serta mengungkap modus yang digunakan dalam aksi pembobolan rumah tersebut.


Warga yang mengetahui informasi terkait keberadaan sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi P 4633 RZ atau memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan diimbau untuk segera melaporkannya kepada pihak kepolisian terdekat.


Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas dengan memastikan rumah dalam keadaan terkunci saat ditinggalkan, menyimpan dokumen penting di tempat yang aman, serta memperkuat sistem keamanan lingkungan melalui ronda dan pengawasan bersama antarwarga.

Menghidupkan Nilai-Nilai Pancasila Lewat Aksi Sosial, LBH Gadja Mada Indonesia Banyuwangi Terus Mengabdi

0

INVESTIGASI.IN | BANYUWANGI – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam dasar negara Republik Indonesia. Semangat tersebut juga digaungkan oleh Ketua Umum LBH Lembaga Bantuan Hukum Gadja Mada Indonesia (GMI) Banyuwangi, Danny Hendro Saputro, S.H., M.H., yang mengajak seluruh jajaran pengurus, anggota, dan relawan organisasi untuk terus berbuat kebaikan serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya warga kurang mampu.

Menurut Danny Hendro Saputro, Hari Lahir Pancasila bukan hanya sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh anak bangsa untuk kembali memahami, menghayati, dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan maupun lembaga bantuan hukum memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat sebagai wadah pengabdian dan pemberi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.

“Pancasila mengajarkan kita tentang persatuan, keadilan sosial, gotong royong, dan kemanusiaan. Nilai-nilai tersebut tidak boleh hanya menjadi slogan atau sekadar hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Danny Hendro Saputro saat memperingati Hari Lahir Pancasila.

Ia menjelaskan bahwa LBH Lembaga Bantuan Hukum Gadja Mada Indonesia selama ini berkomitmen untuk memberikan pendampingan hukum, edukasi, advokasi, serta bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, maupun status sosial. Komitmen tersebut merupakan bentuk nyata pengamalan sila kedua dan sila kelima Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Bagi kami, membantu masyarakat yang mengalami kesulitan hukum, memberikan edukasi kepada warga, menyantuni kaum dhuafa, serta ikut mendorong terciptanya keadilan adalah bagian dari pengabdian yang sejalan dengan semangat Pancasila. Organisasi harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

Danny juga mengajak seluruh anggota LBH GMI Banyuwangi untuk terus menjaga integritas, solidaritas, dan semangat gotong royong dalam menjalankan tugas organisasi. Menurutnya, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggotanya, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya membangun budaya kepedulian sosial di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks. Rasa empati terhadap sesama harus terus ditumbuhkan agar nilai-nilai kemanusiaan tidak luntur oleh perkembangan zaman.

“Kita harus terus menanamkan semangat saling membantu, saling menghargai, dan saling menguatkan. Jangan pernah lelah berbuat baik, karena sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan memberikan dampak positif bagi orang lain. Ketika masyarakat merasakan manfaat dari kehadiran organisasi, maka itulah bukti bahwa nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup di tengah kehidupan kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Danny Hendro Saputro berharap Hari Lahir Pancasila tahun ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan yang ada. Ia mengingatkan bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman yang harus dijaga bersama sebagai kekuatan nasional.

“Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah belah. Justru keberagaman adalah kekayaan bangsa yang harus dirawat dengan semangat persaudaraan dan gotong royong. Mari kita jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bertindak, berpikir, dan bersikap demi mewujudkan Indonesia yang lebih adil, maju, dan sejahtera,” katanya.

Menutup pernyataannya, Danny mengajak seluruh elemen masyarakat Banyuwangi untuk bersama-sama membangun budaya kebaikan dan kepedulian sosial. Ia meyakini bahwa kemajuan daerah maupun bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh komponen masyarakat bersatu, saling mendukung, dan berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing.

“Di Hari Lahir Pancasila ini, mari kita jadikan semangat pengabdian, kepedulian, dan gotong royong sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Bersama kita bisa menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Dirgahayu Pancasila, Jayalah Indonesiaku,” pungkasnya.

Angka Kejahatan Jalanan Turun 15 Persen Atau Sekitar 497 Kasus

0

Medan- Selama 36 hari (24 April sampai 29 Mei 2026) Polrestabes Medan menindak tegas (menembak) 37 orang bandit jalanan. Para pelaku kejahatan jalanan yang ditindak tegas karena mengancam jiwa raga, harta benda yang mengancam petugas dan masyarakat.

“Dalam 36 hari ini setidaknya ada 123 kasus kejahatan jalanan yang berhasil diungkap, dan berhasil mengamankan 145 orang tersangka. Dari 145 orang tersangka, 11 diantaranya melakukan tindak pidana di 14 lokasi,”jelas Kapolrestabes Medan,Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus kejahatan jalanan (Curat, Curas, Curanmor) Sabtu, (30/5/2026) di Mapolrestabes Medan.

Hadir dalam kesempatan itu, Kasat Reskrim, AKBP Adrian Risky Lubis, Kasat Narkoba, Kompol Yusuf Rafli Nugraha, Kasi Humas, AKP N Gultom dan Kanit Pidum Iptu M Havizullah.

Lebih jauh, sejak dibentuk pada 6 Desember 2025 lalu Timsus Jaga, Cegah, Sigap (JCS) sangat signifikan dalam menanggulangi kejahatan jalanan termasuk mencegah dan mengungkap kasus kejahatan jalanan. Dalam periode 200 hari kinerja Kapolrestabes Medan, angka kejahatan jalanan berhasil ditekan 15 persen. “Artinya dapat menurunkan 497 kasus dibanding dengan tahun sebelumnya. Polrestabes Medan berhasil menggagalkan tidak terjadinya 497 kasus kejahatan jalanan di tahun ini,”ungkap Kapolrestabes.

Untuk kasus Narkotika, lanjut Kapolrestabes, tahun ini mengalami peningkatan sekitar 53 persen kasus.

Meningkat dibanding tahun lalu, peningkatannya sebanyak 399 kasus.

Dikatakan Kapolrestabes, baru beberapa hari yang lalu tim Satreskrim Polrestabes Medan berhasil mengamankan 136 unit kendaraan bermotor yang terdiri dari 135 sepeda motor dan 1 unit mobil yang disita dari tempat penyimpanan kendaraan bermotor tanpa dokumen kepemilikan yang sah di kawasan Jalan Sidomulyo Dusun V, Pasar IX, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan.

Selain itu, Tim Satreskrim Polrestabes Medan juga menggerebek 8 gudang penyimpanan kendaraan bermotor di kawasan, Medan Tembung, Batang Kuis dan Percut Seituan.

(Red)

Kolaborasi Lawang Pitu dan Eet Sjahranie Jadi Momen Puncak Tur Jawa Tengah

0

 

Jawa Tengah – INVENTIGASI.IN Grup musik rock Lawang Pitu menggelar tur promosi album kedua bertajuk _Lahir untuk Jadi Pemenang_ di lima kota di Jawa Tengah pada 15–22 Mei 2026. Tur ini sekaligus menjadi ajang pengenalan ulang formasi terbaru band yang dibentuk di ACC Studio Bekasi pada 1 Februari 2022.

Dalam rangkaian tur, Lawang Pitu menyambangi Pemalang, Pekalongan, Semarang, Wonosobo, dan Purbalingga. Setiap kota yang disinggahi merupakan basis _chapter_ fanbase mereka yang disebut Bolo7 dengan jargon “Bolo7… Aku bolo mu”.

Lawang Pitu awalnya digawangi oleh Doddy Katamsi (Elpamas, SYL, Kantata) pada vokal, Tommy Karmawan (Garux) pada gitar utama, Sadtriyo Atmojo (Junior-Koes Plus) pada gitar ritme, Arif Rahman pada drum, dan ACC pada bass.

Namun, band mengalami pergantian personel. Doddy Katamsi mengundurkan diri karena alasan kesehatan, sementara Tommy Karmawan tidak dapat melanjutkan karena fokus pada galeri lukis dan kembali ke band lamanya. Saat ini, Lawang Pitu diperkuat Trison Manurung (ROXX, eks-Edane) sebagai vokalis, Jibonez sebagai gitaris utama, Sadtriyo Atmojo pada gitar ritme, Arif Rahman pada drum, dan ACC pada bass.

Lawang Pitu menyebut memiliki visi menciptakan musik rock yang tetap dapat diterima masyarakat luas. Lirik yang diusung lugas dan mengangkat tema percintaan, alam Indonesia, serta isu sehari-hari.

Pada album kedua ini, Lawang Pitu melakukan pendekatan _tone down_. “Lagu-lagu di album kedua ini lebih banyak memperdengarkan sisi lain dari kehidupan para rockstar. Kami berharap dapat membawa angin segar bagi industri musik Indonesia,” tulis manajemen Lawang Pitu dalam keterangan tertulis, Jumat (23/5/2026).

Album _Lahir untuk Jadi Pemenang_ berisi 10 lagu, yakni _Kuwa Kuwi, Intoleransi, Ilusi, Jaya Indonesia Ku, Instink, Nurani, Debat Kusir, Lahir untuk Jadi Pemenang, Terang Yang Abadi,_ dan _Serpihan Surga_.

Rangkaian tur dimulai di Buzz KTV Pemalang pada Jumat, 15 Mei 2026, dilanjutkan ke Red Box Pekalongan (16/5), Kopi Revolusi Semarang (17/5), Sanera Coffee Wonosobo (21/5), dan berakhir di Kantor Kopi Purbalingga (22/5).

Di dua kota terakhir, Wonosobo dan Purbalingga, Lawang Pitu tampil berkolaborasi dengan gitaris Eet Sjahranie. Pihak band menyebut antusiasme penggemar dan penonton di setiap venue sangat tinggi.

“Kami sangat bersyukur rangkaian tur promo ini dapat terlaksana dengan baik dan diterima masyarakat. Banyak kejadian unik yang menjadi kesan tersendiri selama perjalanan,” ungkap perwakilan Lawang Pitu.

Melalui album ini, Lawang Pitu berharap karyanya dapat diterima pecinta musik rock Tanah Air sekaligus menjadi inspirasi untuk terus berjuang bagi diri sendiri, cinta, dan Indonesia yang lebih baik.

ARISTONO

Menyambut Idul adha (1447 H)- 2026, Desa Tangsi Duren, Kurban 7 ekor sapi dan 10 ekor kambing.

0

Investigasi.in~Kepahiang-Bengkulu.

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha (1447 Hijriah)yang jatuh pada Hari

(Rabu 27/05/2026 ) tahun 2026,Relawan kurban Desa Tangsi Duren melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Pelaksanaan dipimpin Kepala Desa Tangsi Duren (Komari Yusuf) , sebanyak 7 ekor sapi dan 10 ekor Kambing, yang akan disalurkan kepada masyarakat, kegiatan kurban ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan , khususnya di desa tangsi duren “ujarnya.

Penyembelihan hewan kurban dipimpin oleh bapak imam desa, Alhamdulillah,di tahun ini kami dapat kembali berkurban,dengan Total ada 7 ekor sapi ,dan 10 ekor Kambing,yang kami sembelih dan daging nya akan kami bagikan kepada masyarakat, desa tersebut, termasuk warga sekitar ” ujar imam desa saat ditemui di lokasi

Penyembelihan hewan kurban ini dilaksanakan dilakukan pada hari pertama Idul Adha, di masjid desa tersebut.

Pelaksanaan kurban juga akan melibatkan seluruh perangkat agama , BKM desa sebagai panitia,dan perwakilan dari pihak keluarga yang berkurban sebagai relawan, dengan tetap memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan hewan, serta distribusi yang merata.

Selain sebagai ibadah, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat solidaritas dan kepedulian sosial di momen Idul Adha.

Semoga berkah Idul Adha ini dapat dirasakan oleh semua pihak,” tutup Kepala Desa.

 

 

 

Gotong Royong TNI dan Masyarakat, Jalan dan Saluran Air di Kelurahan Pasiran Kembali Bersih.

0

Singkawang – Sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan upaya mencegah terjadinya banjir akibat saluran air yang tersumbat, Babinsa Kelurahan Pasiran Koramil 01/Singkawang Barat Kodim 1202/Singkawang, Sertu Darmaji dan Serda Kusairi melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan jalan dan drainase di wilayah RT 017, Jalan Pulau Natuna Gang Samudera, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang. Sabtu, (30/05/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Babinsa Kelurahan Pasiran, Sertu Darmaji dan Serda Kusairi, serta melibatkan Pegawai kelurahan, organisasi kemasyarakatan, dan warga setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Lurah Pasiran, Ikbal, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasiran Aipda Fransiskus Haryanto, Ketua RT 017 Atan, Ketua Karang Taruna Bhinneka Kelurahan Pasiran Slamet Juniardi beserta anggota, unsur Masyarakat Peduli Sampah (MPS), Masyarakat Peduli Api (MPA), serta puluhan warga yang antusias bergotong royong membersihkan lingkungan.

Fokus utama kerja bakti kali ini adalah membersihkan rumput liar yang menutupi badan jalan serta mengangkat sampah dan lumpur yang menyumbat saluran drainase di sepanjang Jalan Pulau Natuna Gang Samudera. Kondisi drainase yang tersumbat dikhawatirkan dapat menghambat aliran air dan berpotensi menyebabkan genangan hingga banjir di permukiman warga saat curah hujan tinggi.

Babinsa Kelurahan Pasiran Sertu Darmaji menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong seperti ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara TNI, Pemerintah Kota, dan Masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga saluran air agar tetap berfungsi dengan baik.

“Melalui kerja bakti ini, kami berharap lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat,” ujar Babinsa di sela kegiatan.

Warga setempat menyambut baik pelaksanaan kerja bakti tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin guna menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah berbagai permasalahan yang ditimbulkan akibat drainase yang tersumbat.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan Koramil 01/Singkawang Barat bersama masyarakat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan kesejahteraan warga. (Pendim 1202/Skw).

Cegah Timbulnya Penyakit di Musim Hujan, Babinsa Koramil Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Parit

0

Sambas – Dalam upaya mencegah timbulnya berbagai penyakit di musim penghujan, Babinsa Koramil 02/Sejangkung Sertu Sunaryo B. W melaksanakan kegiatan gotong royong bersama warga membersihkan parit di wilayah binaan Desa Parit Raja, Kec. Sejangkung, Kab. Sambas, Sabtu (30/05/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi terjadinya genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk penyebab penyakit seperti demam berdarah dan malaria.

Sertu Sunaryo Babinsa Koramil 02/Sjk mengatakan, gotong royong ini merupakan salah satu langkah nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan agar masyarakat tetap sehat, terutama saat curah hujan mulai meningkat.

“Melalui kegiatan ini kami mengajak masyarakat untuk selalu peduli terhadap kebersihan lingkungan. Parit yang bersih akan memperlancar aliran air sehingga tidak terjadi genangan yang bisa menimbulkan penyakit,” ujarnya.

Warga setempat menyambut baik kegiatan tersebut dan turut antusias membantu membersihkan parit dari rumput liar, sampah, dan endapan tanah yang menghambat aliran air.
Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, kegiatan gotong royong ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan hubungan silaturahmi antara Babinsa dengan masyarakat di wilayah binaan dan lingkungan menjadi sehat aman serta nyaman.

Panas di Tengah Lapangan, Piala Ketua PSSI Banyuwangi Dihantam Gelombang Protes

0

INVESTIGASI.IN | BANYUWANGI – 
Piala Ketua PSSI Banyuwangi yang seharusnya menjadi ajang sportivitas dan hiburan masyarakat justru berubah menjadi sorotan tajam publik. Kericuhan yang melibatkan pihak tim dan panitia memunculkan pertanyaan serius soal profesionalisme penyelenggara turnamen sepak bola tersebut.


Kemarahan memuncak setelah pentolan Desi Banteng FC melayangkan tuntutan keras kepada panitia usai terjadi insiden yang dinilai merugikan tim mereka dalam pertandingan. Situasi itu bahkan menjadi perhatian luas setelah ramai diberitakan media nasional. 



Publik kini mempertanyakan kualitas kepemimpinan dan integritas penyelenggara kompetisi yang membawa nama besar PSSI Banyuwangi. Banyak pihak menilai turnamen sekelas ini seharusnya mampu menjunjung tinggi fair play, bukan malah menimbulkan kegaduhan yang mencederai dunia olahraga daerah.


“Kalau pertandingan sudah memicu kericuhan dan protes keras dari peserta, berarti ada yang tidak beres dalam pengelolaannya,” ujar salah satu penonton yang hadir di lokasi.


Sorotan tajam mengarah pada panitia pelaksana yang dianggap gagal menjaga kondusivitas pertandingan. Mulai dari keputusan wasit, pengamanan, hingga transparansi aturan pertandingan kini dipertanyakan publik. Tidak sedikit yang menduga adanya ketidaksiapan panitia dalam mengantisipasi tensi tinggi di lapangan.


Lebih ironis lagi, turnamen yang seharusnya menjadi wadah pembinaan pemain muda Banyuwangi malah berpotensi menciptakan konflik antarsuporter dan tim akibat lemahnya pengendalian pertandingan.


Gelombang kritik juga muncul di media sosial. Banyak masyarakat meminta agar PSSI Banyuwangi tidak tutup mata terhadap polemik ini. Mereka mendesak adanya evaluasi total terhadap panitia pelaksana agar kejadian serupa tidak terus berulang dalam setiap kompetisi daerah.


Jika dibiarkan tanpa penjelasan terbuka, polemik ini dikhawatirkan akan menurunkan kepercayaan klub-klub lokal terhadap independensi dan profesionalisme penyelenggara turnamen sepak bola di Banyuwangi.


Kini publik menunggu sikap tegas dari pihak penyelenggara maupun PSSI Banyuwangi. Apakah kericuhan ini akan dianggap angin lalu, atau justru menjadi momentum untuk membersihkan dunia sepak bola daerah dari dugaan ketidakprofesionalan dan pengelolaan yang amburadul?

Pemerintah Desa Kampung Bogor, menggelar Pra-Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2026.

0
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}

Investigasi.in~Kepahiang-Bengkulu.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh kepala desa, sekretaris desa, seluruh aparatur desa, Camat Kecamatan Kepahiang, Tim Ahli (TA), Dinas PMD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Pj Kepala Desa Iswanto lodika S.Sos.MAP menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir dan berpartisipasi dalam musyawarah tersebut.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera dan sukses selalu untuk kita semua. Pada kesempatan musyawarah desa pra-pelaksanaan kegiatan tahun 2026 ini, saya sebagai Pj Kepala Desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk bersama membahas perencanaan kegiatan pembangunan desa kita,” ujarnya.

Iswanto menjelaskan bahwa salah satu titik nol kegiatan utama yang menjadi prioritas tahun 2026 adalah pembangunan rabat beton yang terletak di Dusun I. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur desa, mempermudah akses pergerakan barang dan masyarakat, serta memperkuat ketahanan wilayah terhadap kondisi alam.

Ia juga menyampaikan bahwa perencanaan tersebut telah melalui tahapan koordinasi awal dengan Dinas PMD sebagai pendamping teknis dan telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Kami mengharapkan masukan serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan BPD, agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi Desa Kampung Bogor,” tambahnya.

Selain pembangunan rabat beton, musyawarah juga membahas berbagai program lain yang mencakup sektor sosial, ekonomi, dan keamanan masyarakat. Dukungan dari pihak kecamatan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas diharapkan mampu menjamin kelancaran serta keberlanjutan program yang direncanakan.

Di akhir sambutannya, Iswanto kembali mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak dan berharap musyawarah tersebut menghasilkan kesepakatan terbaik demi kemajuan desa.

 

Investigasi. in

(A Perlis)