Beranda blog Halaman 7

Panas di Tengah Lapangan, Piala Ketua PSSI Banyuwangi Dihantam Gelombang Protes

0

INVESTIGASI.IN | BANYUWANGI – 
Piala Ketua PSSI Banyuwangi yang seharusnya menjadi ajang sportivitas dan hiburan masyarakat justru berubah menjadi sorotan tajam publik. Kericuhan yang melibatkan pihak tim dan panitia memunculkan pertanyaan serius soal profesionalisme penyelenggara turnamen sepak bola tersebut.


Kemarahan memuncak setelah pentolan Desi Banteng FC melayangkan tuntutan keras kepada panitia usai terjadi insiden yang dinilai merugikan tim mereka dalam pertandingan. Situasi itu bahkan menjadi perhatian luas setelah ramai diberitakan media nasional. 



Publik kini mempertanyakan kualitas kepemimpinan dan integritas penyelenggara kompetisi yang membawa nama besar PSSI Banyuwangi. Banyak pihak menilai turnamen sekelas ini seharusnya mampu menjunjung tinggi fair play, bukan malah menimbulkan kegaduhan yang mencederai dunia olahraga daerah.


“Kalau pertandingan sudah memicu kericuhan dan protes keras dari peserta, berarti ada yang tidak beres dalam pengelolaannya,” ujar salah satu penonton yang hadir di lokasi.


Sorotan tajam mengarah pada panitia pelaksana yang dianggap gagal menjaga kondusivitas pertandingan. Mulai dari keputusan wasit, pengamanan, hingga transparansi aturan pertandingan kini dipertanyakan publik. Tidak sedikit yang menduga adanya ketidaksiapan panitia dalam mengantisipasi tensi tinggi di lapangan.


Lebih ironis lagi, turnamen yang seharusnya menjadi wadah pembinaan pemain muda Banyuwangi malah berpotensi menciptakan konflik antarsuporter dan tim akibat lemahnya pengendalian pertandingan.


Gelombang kritik juga muncul di media sosial. Banyak masyarakat meminta agar PSSI Banyuwangi tidak tutup mata terhadap polemik ini. Mereka mendesak adanya evaluasi total terhadap panitia pelaksana agar kejadian serupa tidak terus berulang dalam setiap kompetisi daerah.


Jika dibiarkan tanpa penjelasan terbuka, polemik ini dikhawatirkan akan menurunkan kepercayaan klub-klub lokal terhadap independensi dan profesionalisme penyelenggara turnamen sepak bola di Banyuwangi.


Kini publik menunggu sikap tegas dari pihak penyelenggara maupun PSSI Banyuwangi. Apakah kericuhan ini akan dianggap angin lalu, atau justru menjadi momentum untuk membersihkan dunia sepak bola daerah dari dugaan ketidakprofesionalan dan pengelolaan yang amburadul?

Pemerintah Desa Kampung Bogor, menggelar Pra-Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2026.

0
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}

Investigasi.in~Kepahiang-Bengkulu.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh kepala desa, sekretaris desa, seluruh aparatur desa, Camat Kecamatan Kepahiang, Tim Ahli (TA), Dinas PMD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Pj Kepala Desa Iswanto lodika S.Sos.MAP menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir dan berpartisipasi dalam musyawarah tersebut.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera dan sukses selalu untuk kita semua. Pada kesempatan musyawarah desa pra-pelaksanaan kegiatan tahun 2026 ini, saya sebagai Pj Kepala Desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk bersama membahas perencanaan kegiatan pembangunan desa kita,” ujarnya.

Iswanto menjelaskan bahwa salah satu titik nol kegiatan utama yang menjadi prioritas tahun 2026 adalah pembangunan rabat beton yang terletak di Dusun I. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur desa, mempermudah akses pergerakan barang dan masyarakat, serta memperkuat ketahanan wilayah terhadap kondisi alam.

Ia juga menyampaikan bahwa perencanaan tersebut telah melalui tahapan koordinasi awal dengan Dinas PMD sebagai pendamping teknis dan telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Kami mengharapkan masukan serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan BPD, agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi Desa Kampung Bogor,” tambahnya.

Selain pembangunan rabat beton, musyawarah juga membahas berbagai program lain yang mencakup sektor sosial, ekonomi, dan keamanan masyarakat. Dukungan dari pihak kecamatan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas diharapkan mampu menjamin kelancaran serta keberlanjutan program yang direncanakan.

Di akhir sambutannya, Iswanto kembali mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak dan berharap musyawarah tersebut menghasilkan kesepakatan terbaik demi kemajuan desa.

 

Investigasi. in

(A Perlis)

PEMDES KAMPUNG BOGOR GENJOT INFRASTRUKTUR JALAN RABAT BETON DAN LAYAN WARGA*

0

Investigasi.in~Kepahiang-Bengkulu.

Pembangunan infrastruktur jalan rabat beton di Desa Kampung Bogor, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu “terus dikebut. Pekerjaan ini merupakan bagian dari program Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 dengan sistem Padat Karya Tunai”(15 April 2026).

Saat ditinjau langsung Selasa 14/4/2026, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) menyampaikan bahwa jalan yang dibangun memiliki panjang 77 meter dan lebar 2 meter. Progres fisik pekerjaan saat ini sudah mencapai 50 persen dan ditargetkan selesai 100 persen sesuai waktu yang ditentukan.

Pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ini semua berkat dukungan dan gotong royong warga masyarakat Desa Kampung Bogor,” ujar salah satu pelaksana kegiatan di lokasi.Pelaksana Tugas Kepala Desa Kampung Bogor, (Iswanto) , tampak aktif memimpin pembangunan. Kepemimpinannya tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan pelayanan publik seperti Posyandu dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Dirinya dikenal disiplin dalam urusan administrasi kantor dan tidak segan turun langsung ke lapangan untuk memantau pekerjaan.

Harapan ke depan, semoga Desa Kampung Bogor bisa semakin maju. Ini semua berkat kerja sama yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat. Mari kita selalu saling mendukung dan bergotong royong dalam setiap kegiatan,” tutup Wanto.

Program Padat Karya Tunai diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui upah kerja yang diberikan langsung kepada masyarakat.

 

Investigasi. in

(A Perlis)

Jum’at Penuh Berkah, LBH Gadja Mada Indonesia Hadir untuk Masyarakat Banyuwangi

0

INVESTIGASI.IN | BANYUWANGI – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh LBH GADJA MADA INDONESIA melalui kegiatan sosial Jum’at Berkah dengan membagikan sebanyak 250 paket sembako kepada fakir miskin, kaum dhuafa, dan warga kurang mampu di Banyuwangi, Jumat (29/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Prodeo Kecamatan Sempu tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LBH Gadja Mada Indonesia, Danny Hendro Saputro, SH., MH. bersama jajaran pengurus serta anggota LBH Gadja Mada Indonesia. Dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan, para pengurus turun langsung menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tampak masyarakat sangat antusias dan bersyukur atas kegiatan sosial tersebut. Sejak pagi hari warga mulai berdatangan ke lokasi untuk menerima bantuan yang telah dipersiapkan oleh panitia. Pembagian berjalan tertib, aman, dan penuh rasa kekeluargaan, mencerminkan eratnya hubungan antara lembaga dan masyarakat.

Ketua LBH Gadja Mada Indonesia, Danny Hendro Saputro, SH., MH., menyampaikan bahwa kegiatan Jum’at Berkah ini merupakan bentuk nyata kepedulian lembaga terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang membutuhkan perhatian bersama.

“Kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur dan kepedulian kami kepada masyarakat Banyuwangi. Kami ingin hadir bukan hanya dalam pendampingan hukum, tetapi juga hadir membantu masyarakat melalui aksi sosial kemanusiaan. Semoga bantuan sembako ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan kebutuhan warga,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa LBH Gadja Mada Indonesia akan terus berupaya menjadi lembaga yang dekat dengan masyarakat kecil dan selalu aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, serta pendampingan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan keadilan.

Menurutnya, nilai kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong harus terus dijaga agar keberadaan lembaga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Karena itu, kegiatan Jum’at Berkah diharapkan menjadi agenda positif yang terus berlanjut di masa mendatang.

Selain pembagian sembako, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pengurus LBH Gadja Mada Indonesia dengan masyarakat. Kehangatan dan kebersamaan tampak jelas saat para pengurus berinteraksi langsung dengan warga penerima bantuan.

Sejumlah warga penerima bantuan mengaku merasa terbantu dan mengapresiasi kepedulian LBH Gadja Mada Indonesia. Mereka berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin karena sangat membantu masyarakat kecil, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.

Dengan penuh semangat kebersamaan, seluruh jajaran pengurus dan anggota LBH Gadja Mada Indonesia menunjukkan komitmennya untuk terus mengabdi kepada masyarakat. Tidak hanya sebagai lembaga bantuan hukum, tetapi juga sebagai wadah sosial yang hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat Banyuwangi.

Melalui kegiatan Jum’at Berkah ini, LBH Gadja Mada Indonesia berharap dapat terus menanamkan nilai kemanusiaan, memperkuat solidaritas antar anggota, serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Harapannya, LBH Gadja Mada Indonesia senantiasa diberikan keberkahan, kekompakan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas sosial maupun pendampingan hukum demi kepentingan masyarakat luas.

Kegiatan sosial tersebut menjadi bukti bahwa semangat membantu sesama masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Banyuwangi. Dengan langkah kecil namun penuh makna, LBH Gadja Mada Indonesia terus berupaya menjadi bagian dari solusi dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tebar Berkah Daging Kurban 1447 H, YBM PLN Bengkulu Salurkan 1 Ekor Sapi untuk Warga Desa Tebing Penyamun

0

Investigasi.in~Kepahiang-Bengkulu.

Desa Tebing Penyamun, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang menjadi salah satu lokasi penyaluran program “Tebar Berkah Daging Kurban 1447 H” dari YBM PLN Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini mengusung tema _“Luaskan Kepedulian, Raih Keberkahan”_.

Bantuan berupa 1 ekor sapi kurban diterima langsung oleh Pemerintah Desa Tebing Penyamun dan segera disalurkan kepada 74 warga yang dinilai layak menerima. Daging kurban dikemas dalam wadah tertutup dan dibagikan secara simbolis di balai desa setempat.Acara serah terima dihadiri Manager PLN Kepahiang, perwakilan YBM PLN Provinsi Bengkulu, mahasiswa IAIN Bengkulu, kepala desa/kelurahan, anggota BPD, Ketua BMA, pengurus agama, perangkat desa, serta warga penerima manfaat.

Kepala Desa Tebing Penyamun, Mahril Anhari, menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

Kami mengucapkan terima kasih kepada YBM PLN Provinsi Bengkulu atas bantuan kurban ini. Semoga kegiatan tebar berkah ini berkesinambungan. Sebagai kepala desa, kami siap menerima dan menyalurkan bantuan dalam bentuk lain demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Mahril Anhari.

Program ini merupakan bentuk kepedulian YBM PLN dalam mempererat silaturahmi dan berbagi kebahagiaan Idul Adha 1447 H bersama masyarakat desa.

Diharapkan, penyaluran daging kurban ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Desa Tebing Penyamun.

 

Investigasi. in

(A Perlis)

Diduga Berkedok Supplier MBG, Korban Siap Tempuh Jalur Hukum

0

INVESTIGASI.IN | BANYUWANGI – Dugaan praktik penghimpunan dana masyarakat berkedok koperasi dan supplier program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan. Salah satu korban, Pramono, warga Temuasri, Sempu, Banyuwangi, mengaku mengalami kerugian setelah menyetorkan dana puluhan juta rupiah yang dijanjikan sebagai simpanan wajib anggota koperasi.

Dalam sertifikat yang diterima korban, tercantum nama “Koperasi Rakyat Jaya Abadi” dengan nilai simpanan wajib sebesar Rp35 juta serta janji SHU sebesar 2,5 persen setiap bulan setelah koperasi beroperasi. Selain itu, anggota dijanjikan kesempatan menjadi supplier barang sesuai besaran dana yang telah disetorkan.

Nama Puspita Dewi tercantum sebagai Ketua Yayasan sekaligus Ketua Koperasi. Sementara informasi yang berkembang di masyarakat menyebut Puspita Dewi merupakan istri dari Ali Muhajir yang berdomisili di Dusun Jenengsari.

Namun hingga kini, korban mengaku kesulitan menemui pihak yang bersangkutan. Menurut keterangan korban, rumah yang didatangi beberapa kali dalam keadaan kosong. Upaya komunikasi melalui telepon maupun pesan WhatsApp juga disebut tidak mendapatkan respons.

“Sudah berkali-kali didatangi ke rumahnya tidak pernah ketemu. Dihubungi lewat telepon dan WhatsApp juga tidak bisa,” ujar pihak korban.

Karena tidak adanya itikad baik dan kejelasan pertanggungjawaban, korban bersama keluarga kini berencana membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dengan melaporkannya kepada pihak berwajib.

Kasus ini memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait maraknya modus penawaran kerja sama supplier MBG maupun koperasi yang meminta setoran dana besar dengan iming-iming keuntungan tetap. Masyarakat pun diimbau lebih berhati-hati dan memastikan legalitas lembaga sebelum melakukan transaksi keuangan.

Apabila terbukti terdapat unsur penipuan atau penghimpunan dana ilegal, maka pelaku dapat dijerat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Warga yang merasa mengalami hal serupa juga diminta segera melapor agar tidak semakin banyak korban berjatuhan.

Ketua yayasan Khutoba koja jakarta-Utara gelar acara Penyembelihan Hewan Qurban  

0

 

IMVESTIGASI.IN

 

Jakarta,Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha,ketua yayasan Khutoba Jakarta Utara mengadakan kegiatan penyembelihan hewan qurban di wilayah nya bersama warga RT 007/RW 12 Kelurahan Koja. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat ketakwaan,keikhlasan, dan kepedulian sosial di tengah lingkungan masyarakat.

Ketua Yayasan Khutoba Jakarta Utara,KH Ahmad Jaelani,AB mengatakan bahwa ibadah qurban merupakan bentuk ketaatan dan ketaqwaan umat Islam kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam.

“Qurban ini menjadi momentum ketakwaan dan keikhlasan bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana yang dilakukan oleh bapaknya para nabi, yaitu Nabi Ibrahim Alaihissalam,” tutur KH.Ahmad Jaelani.AB

menumbuhkan rasa kebersamaan dengan warga RT 07/RW 12 kel.koja kec koja,pihak panitia akan menyalurkan daging qurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya,kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi dan kepedulian sosial yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman Nabi Ibrahim Alaihissalam hingga umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam hingga saat ini.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Khutoba,Ustadz Thamrin,menegaskan bahwa kegiatan penyembelihan hewan qurban rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Kegiatan ini kami lakukan setiap tahun sebagai bentuk menjalankan perintah sang Khaliq kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam,” tegas ustadz Thamrin.

Warga sekitar,Hj Kartini, mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan rutin tersebut karena selain membantu masyarakat, juga mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Kegiatan ini mengandung nilai hablum minannas karena kita adalah makhluk sosial,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Mushola Raudatul Khair,Ustadz Syamsul Aripin.Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran,dan hartanya demi suksesnya kegiatan rutin qurban tersebut.

“Semoga seluruh panitia mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” imbuh ustadz Syamsul aripin.

Di akhir kegiatan KH Ahmad Jaelani AB berharap Yayasan Khutoba dapat terus berbagi daging qurban kepada masyarakat yang membutuhkan serta menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat iman, kebersamaan,ketaatan, dan keikhlasan dalam menggapai ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Liyas Manuri Aji Wakil Ketua Persaudaraan Wartawan Jakarta Utara . (PWJU) Beserta jajaran ikut Menyaksikan, pemotongan hewan qurban kolaborasi Yayasan Khutoba dan warga masyarakat RT 07 / RW 12 kelurahan koja jakarta utara

Report.Aristono

Lebaran Kurban di Balik Jeruji, Kakanwil Ditjenpas Aceh Tinjau Layanan di Lapas dan Rutan Banda Aceh

0

Lebaran Kurban di Balik Jeruji, Kakanwil Ditjenpas Aceh Tinjau Layanan di Lapas dan Rutan Banda Aceh

BANDA ACEH —Investigasi.in

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Aceh, Yan Rusmanto, melakukan monitoring langsung ke sejumlah Satuan Kerja (Satker) di wilayah Banda Aceh pada Rabu (27/05/2026). Langkah ini diambil guna memastikan pelayanan kunjungan pada Hari Raya Iduladha 1447 H berjalan prima, aman, dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Adapun tiga titik utama yang ditinjau langsung oleh Kakanwil meliputi Lapas Kelas IIA Banda Aceh, LPKA Kelas II Banda Aceh, dan Rutan Kelas IIB Banda Aceh.

Monitoring diawali dengan pemeriksaan di ruang pendaftaran pengunjung. Di area ini, Yan Rusmanto memastikan bahwa seluruh proses administrasi berjalan dengan tertib, transparan, dan bebas dari pungutan liar (pungli).

Tak hanya itu, pengawasan ketat juga dilakukan di area pemeriksaan barang dan badan. Kakanwil menegaskan kepada petugas agar melakukan penggeledahan secara menyeluruh tanpa kompromi. Hal ini menjadi langkah preventif krusial demi mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan Lapas/Rutan di tengah ramainya momentum kunjungan hari raya.

Suasana hangat Iduladha begitu terasa saat Kakanwil beralih meninjau area dapur. Yan Rusmanto memantau langsung proses pemotongan hewan kurban hingga proses memasak “Kuah Beulangong”, hidangan kari kambing/sapi khas Aceh yang melegenda. Kuliner khas serambi mekah ini nantinya akan dibagikan kepada seluruh warga binaan agar mereka tetap dapat merasakan khidmatnya perayaan hari raya.

Di sela-sela peninjauan dapur, Yan Rusmanto mengingatkan para petugas pemasyarakatan untuk selalu menjaga higienitas dan menyajikan makanan sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.

“Kami ingin memastikan bahwa momentum Iduladha ini dapat dirasakan kehangatannya oleh seluruh warga binaan. Pelayanan yang kita berikan harus menyentuh semua lini, mulai dari kebersihan makanan, keadilan dalam pembagian daging kurban lewat hidangan Kuah Beulangong ini, hingga kenyamanan keluarga yang datang berkunjung. Semua harus berjalan humanis namun tetap waspada,” ujar Yan Rusmanto di sela-sela kegiatannya.

Tidak sekadar memeriksa fasilitas fisik, Kakanwil juga menyempatkan diri berbincang hangat dengan keluarga warga binaan yang sedang mengantre di area kunjungan. Ia mendengarkan testimoni dan masukan langsung dari masyarakat terkait kualitas pelayanan yang diberikan oleh petugas.

Menutup rangkaian kegiatan monitoringnya, Yan Rusmanto memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran Lapas, LPKA, dan Rutan di Aceh untuk selalu menjaga komitmen dan profesionalitas kerja.

“Saya instruksikan kepada seluruh jajaran untuk senantiasa menjaga integritas tinggi, meningkatkan kewaspadaan di hari besar, menjalankan SOP dengan konsisten, serta memberikan pelayanan terbaik tanpa pamrih kepada masyarakat,” pungkasnya.

Melalui peninjauan ini, Ditjenpas Aceh berkomitmen penuh untuk menciptakan suasana Hari Raya Iduladha yang aman, kondusif, dan penuh berkah di dalam lembaga pemasyarakatan.

Persaudaraan Wartawan Jakarta Utara Ucapkan Terima Kasih Kepada Para Donatur Qurban

0

INVESTIGASI.IN

Jakarta Utara – Persaudaraan Wartawan Jakarta Utara (PWJU) akan menggelar kegiatan penyembelihan hewan qurban pada Kamis, 28 Mei 2026, yang berlokasi di depan Kantor Persaudaraan Wartawan Jakarta Utara, Jalan Walang Baru Raya 7 No.17 E, Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Ketua PWJU, Habibah Binti Ganna, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi demi terlaksananya kegiatan penyembelihan hewan qurban tersebut.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang sudah ikut berpartisipasi demi terlaksananya penyembelihan hewan qurban. InsyaAllah kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Kamis,” tutur Habibah.

Menurutnya, momentum Hari Raya Idul Adha merupakan sarana untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama

Sementara itu, Wakil Ketua PWJU, Liyas
Manuri Aji, menegaskan bahwa Idul Adha merupakan perjalanan spiritual yang dapat menumbuhkan rasa ketaatan, keikhlasan, dan kesetaraan sebagai makhluk sosial, sebagaimana yang dianjurkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Liyas Manuri Aji juga memberikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah memberikan dukungannya, di antaranya Bapak Haikal Sapar SH, Dinkes DKI Jakarta, Polres Metro Jakarta Utara, Walikota Jakarta Utara, BPN Jakarta Utara, DPW PBB DKI, Sekjen ZIPAU, Bang Bolang, Parekraf, Sajem, Dishub Jakarta Utara, Kasat Pol Kota, serta Kater Tanjung Priok.
“Semoga sumbangsih dari seluruh donatur mendapatkan ridho dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Pembina PWJU, Chaerul Hasibuan, juga menghimbau kepada seluruh pengurus dan anggota agar selalu solid dan kompak serta terus menjaga tali silaturahmi.
“Apalagi momentum Idul Adha identik dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, sehingga organisasi yang kita cintai ini semakin besar dan maju,” imbuhnya

Habibah binti ganna memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota yang telah mendedikasikan tenaga, pikiran, dan waktunya demi kelancaran kegiatan penyembelihan hewan qurban.
“Semoga momentum Idul Adha ini menjadikan kita semakin taat, ikhlas, dan saling menghargai antar pengurus maupun anggota. Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya.

Report.Aristono

0

Berbagai Macam Ragam Kisah Tahanan Polres Kubu Raya Lepas Rindu

Pontianak Kalbar II investigasi.in Kubu Raya – Suasana haru menyelimuti Rumah Tahanan (Rutan) Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya pada Rabu (27/5/26).

Di tengah keterbatasan ruang dan jeruji besi yang dingin, Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah kali ini menghadirkan momen emosional yang menguras air mata.

Para tahanan yang tengah menjalani proses hukum akhirnya mendapatkan kesempatan emas untuk memeluk erat keluarga tercinta. Melalui kebijakan jam besuk spesial yang diinisiasi oleh pihak kepolisian, sejenak dinding pembatas itu runtuh, digantikan kehangatan dan obat rindu yang mendalam di hari kemenangan.

Kebijakan Berlandaskan Kemanusiaan Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsie Penmas Aiptu Ade, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil atas dasar komitmen kemanusiaan.

Pihak kepolisian ingin memastikan bahwa hak-hak spiritual dan psikologis para tahanan untuk merayakan hari besar keagamaan bersama keluarga tetap terpenuhi, meski dalam status penahanan.

“Karena ini merupakan hari besar keagamaan, kami memberikan dispensasi khusus kepada seluruh tahanan untuk menerima kunjungan keluarga di luar jam besuk normal,” ujar Ade kepada awak media, Rabu (27/5).

Namun, Ade menggarisbawahi bahwa pelonggaran ini bukan berarti mengendurkan kewaspadaan. Langkah-langkah antisipasi yang ketat tetap diberlakukan demi menjamin stabilitas keamanan di lingkungan rutan.

“Kami tetap melakukan pemeriksaan lebih intensif terhadap seluruh barang bawaan yang akan disampaikan kepada tahanan Polres Kubu Raya, termasuk melakukan penebalan dan penjagaan,” tegasnya.

Toleransi yang Tetap Siaga: Penjagaan Diperketat
Meski memberikan kelonggaran waktu bagi keluarga untuk melepas rindu, Polres Kubu Raya menolak berkompromi dengan potensi gangguan keamanan. Pengamanan di seluruh area rutan justru diperketat berlipat ganda.

Berikut adalah langkah taktis yang diterapkan Polres Kubu Raya selama kunjungan berlangsung:

Penebalan Personel: Penambahan jumlah personel penjagaan secara signifikan di titik-titik rawan untuk memantau pergerakan masif pengunjung.

Skrining Berlapis: Pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap barang bawaan, makanan, hingga pakaian yang dibawa oleh pengunjung guna memutus rantai penyelundupan barang terlarang.

Sistem Alur Terpadu: Pengaturan waktu dan rute kunjungan demi mencegah penumpukan massa di ruang pertemuan. Langkah preventif ini terbukti efektif.

Melalui pengawasan ketat dan humanis tersebut, Polres Kubu Raya memastikan seluruh rangkaian kunjungan spesial di momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah ini berjalan dengan aman, tertib, dan sepenuhnya kondusif.

Langkah ini menjadi potret nyata bahwa penegakan hukum dan nilai kemanusiaan dapat berjalan beriringan tanpa harus saling mengorbankan. (cpt_ltr2002)