
PALI, INVESTIGASI.IN -, Gema semangat kemerdekaan membahana di Lapangan Stadion Gelora November Pertamina, Pendopo, Talang Ubi, Senin (17/8/2026). Di tengah suasana yang khidmat, 35 putra-putri terbaik Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berhasil menuntaskan misi sejarah mereka dengan sempurna.
Menjemput Takdir di Bumi Serepat Serasan
Keberhasilan ini bukanlah pencapaian instan. Jauh hari sebelum hari H, 35 anggota Paskibraka PALI telah membulatkan tekad untuk mengukir sejarah di Bumi Serepat Serasan. Semangat “membara” menjadi bahan bakar utama mereka dalam melampaui jadwal latihan yang sangat ketat, serta karantina yang menguras energi dan konsentrasi.
Di bawah bimbingan intensif, fisik dan mental mereka ditempa hingga mencapai titik optimal, sebuah komitmen yang berkali-kali ditegaskan oleh Kepala Kesbangpol PALI, Dedi Ahmadi, demi memastikan kesiapan penuh sebelum melangkah ke panggung utama.
Kualitas, Tanggung Jawab, dan Kedisiplinan Baja
Ketajaman performa pasukan pagi ini adalah buah dari standar kualitas yang tinggi. Serka Novianto, selaku pelatih, terus menekankan bahwa setiap peserta memiliki kualitas dan tanggung jawab setara. Kesiapan pasukan yang dipastikan mencapai 99 persen oleh Kesbangpol PALI, diuji di lapangan melalui gladi bersih yang matang. Antisipasi gangguan teknis pun disiapkan dengan presisi oleh pelatih Aiptu Maryono, memastikan tidak ada celah sekecil apa pun dalam detik-detik proklamasi yang sakral.
Jalannya Upacara: Sebuah Simfoni Kedisiplinan
Prosesi upacara berlangsung megah dengan susunan acara yang tertata khidmat. Setelah Komandan Upacara memasuki lapangan dan laporan perwira kepada Inspektur Upacara dilakukan, suasana berubah menjadi sangat sakral saat Inspektur Upacara, Bupati PALI Asgianto, tiba di tempat. Rangkaian upacara berlanjut dengan penghormatan pasukan dan laporan Komandan Upacara.
Puncak dari seluruh prosesi adalah saat pengibaran Sang Saka Merah Putih yang diiringi keheningan penuh hormat dari seluruh peserta dan tamu undangan. Usai pengibaran, suasana semakin khidmat melalui prosesi mengheningkan cipta, pembacaan naskah Pancasila, dan Pembukaan UUD 1945.
Momentum “Detik-Detik Proklamasi” menjadi inti acara yang diiringi tanda kebesaran buka dan tutup saat Bupati PALI membacakan naskah proklamasi. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang syahdu, alunan Andhika Bhayangkari, hingga laporan akhir Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara.
Profil dan Susunan Petugas Paskibraka Pagi PALI 2026
Sorotan utama hari ini tentu tertuju pada barisan inti Paskibraka yang sukses menunaikan tugas dengan sempurna. Berikut adalah susunan lengkap petugas upacara pagi:
1. Inspektur Upacara: Asgianto, S.T.
2. Perwira Upacara: AKP Arlan Hidayat, S.H., M.H.
3. Komandan Upacara: IPTU Fredy Frans Triwahyudi, S.H.
4. Komandan Pasukan (Danton Paskibra): IPDA Marsel
5. Pembawa Baki Pagi: Tiara Fadhilah (SMAN 1 Talang Ubi)
6. Pendamping Baki: Naurel Tsania Ramadhini (SMKN 1 Penukal)
7. Pembawa Bendera (Pasukan 8): Denies Okarino (SMAN 2 Penukal Utara)
8. Pembentang Bendera (Pasukan 8): Gibran Agta Deynejad (SMAN 2 Unggulan Talang Ubi)
9. Penggerek Bendera (Pasukan 8): Rifqi Arya Wibowo (SMA YKPP Pendopo)
10. Danton Pasukan 17: Muhammad Rafi Triansyah (SMAN 1 Penukal Utara)
11. Pengapit Pasukan 8: Serda Dwi Wijayanto, Kopda Arjani, Bripda Dery Baref Hanggara, dan Bripda Erick Kurniawan
12. Penjaga Tiang Bendera: Serda Deri Wijaya, Kopda Dadang Sumardik, Koptu Aang Kunaifi, dan Kopda Riski Ario
13. Tiga Kurcaci: Ena Lusiana, Ceva Uslatrifa, dan Tiyara Salsabila
14. Pasukan 17: 26 anggota Paskibraka pilihan dari berbagai SMA di Kabupaten PALI.
Harmoni Budaya dan Penutup yang Menggugah
Setelah upacara formal, perayaan berlanjut dengan penampilan yang memukau. Marching Band Satpol PP PALI tampil menggetarkan stadion, disusul keindahan Tari Ngayek Tapak Burung yang menyimbolkan perjuangan rakyat Tempirai. Selain itu, penampilan paduan suara dari SMPN 1 Talang Ubi dan SMP YKPP Pendopo semakin menyempurnakan atmosfer perayaan. Dengan suksesnya tugas ini, sejarah emas telah tertoreh di Bumi Serepat Serasan, membuktikan bahwa dedikasi dan kerja keras akan membuahkan kebanggaan bagi negeri.(Moy)
