Menggema Haru dan Bangga! Ratusan Guru di PALI Apresiasi Buku Perlindungan Hukum Karya Joko Sadewo
PALI, INVESTIGASI.IN –Sebuah momentum penting bagi dunia pendidikan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resmi bergulir. Acara Bedah Buku bertajuk “Perlindungan Hukum Terhadap Guru” karya Ketua PWI Joko Sadewo sukses digelar dengan dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan, praktisi pendidikan, hingga pejabat pemerintah daerah. Kegiatan ini menjadi sinyal kuat komitmen bersama dalam memberikan rasa aman bagi para pilar masa depan bangsa.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Joko Sadewo, memaparkan secara langsung isi buku terbarunya yang bertajuk “Perlindungan Hukum Terhadap Guru” dalam sebuah forum diskusi interaktif. Sebagai penulis dan pencipta karya, Joko Sadewo mengupas tuntas poin-poin krusial yang kerap menjadi dilema para guru saat menegakkan kedisiplinan di lingkungan sekolah.
Dalam paparannya yang dinilai komprehensif, Joko Sadewo menegaskan bahwa buku ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap maraknya kasus kriminalisasi guru di berbagai daerah. Ia menyebut buku ini sebagai panduan taktis sekaligus benteng pertahanan bagi para tenaga pendidik agar dapat menjalankan profesinya secara tenang, profesional, dan dilindungi oleh regulasi.
Acara dibuka dengan penuh semangat lewat yel-yel khas yang membakar atmosfer ruangan. “Hidup Guru! Hidup PGRI! Soliditas, Solidaritas, Yes!” gema seluruh peserta yang hadir, menandai kekompakan para pahlawan tanpa tanda jasa.
Ketua PGRI, Irwansyah, dalam sambutannya menyampaikan rasa haru sekaligus apresiasi setinggi-tingginya kepada Joko Sadewo. Menurutnya, karya ini merupakan oase di tengah keresahan para guru yang kerap dihantui rasa was-was saat menjalankan tugas mendidik.
“Kami atas nama seluruh staf dan jajaran guru mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Joko Sadewo. Buku dan gerakan ini adalah wujud nyata perlindungan hukum bagi kami. Dengan adanya komitmen ini, guru kini bisa mengajar dengan tenang tanpa takut dipersalahkan secara sepihak,” ujar Irwansyah yang disambut riuh tepuk tangan apresiasi dari seluruh guru yang hadir.
Senada dengan hal itu, Bapak Andre yang hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara bedah buku secara resmi, menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam pidatonya yang menyentuh, ia mengingatkan kembali esensi sejati dari seorang guru.
“Guru adalah pilar masa depan bangsa. Guru bukan sekedar pengajar melainkan pendidik yang membentuk karakter. Tugas suci ini harus diutarakan dengan kepala, tangan, dan hati. Oleh karena itu, apresiasi luar biasa untuk kita semua guru dan khususnya kepada Bapak Joko Sadewo atas karya yang luar biasa ini,” ungkap Bapak Andre dibukanya acara secara resmi.
Dukungan politik dan regulasi juga mengalir deras dari jajaran eksekutif. Mewakili Pemerintah Daerah, disampaikan bahwa Bupati Asgianto bersama segenap perwakilan dari Kabupaten Penukal Ilir mendukung penuh terciptanya kepastian dan perlindungan hukum terhadap guru di wilayah tersebut. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap tindakan mendidik yang berbasis pembentukan karakter.
Kegiatan strategis ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Dewan Pendidikan Haris Munandar, perwakilan dari Dinas Perpustakaan beserta jajarannya, serta ratusan staf guru dari berbagai sekolah. Kehadiran Dinas Perpustakaan diharapkan mampu mendorong buku ini agar terdistribusi secara masif ke seluruh satuan pendidikan sebagai panduan hukum praktis bagi tenaga pendidik.
“Buku ini bukan sekadar lembaran teori, melainkan sebuah oase dan instrumen perjuangan. Kita ingin memastikan guru di Kabupaten PALI tidak lagi berjalan sendiri dalam ketakutan. Menegakkan karakter siswa dengan kepala, tangan, dan hati harus diimbangi dengan kepastian hukum yang kokoh,” ujar Joko Sadewo di sela-sela paparannya yang memukau ratusan peserta.
Paparan tersebut langsung menuai reaksi positif dan apresiasi tinggi dari seluruh elemen pendidikan. Ketua PGRI PALI Irwansyah, Dewan Pendidikan Haris Munandar, perwakilan Dinas Perpustakaan, serta jajaran staf guru sepakat bahwa karya Joko Sadewo ini merupakan solusi nyata yang sangat dinantikan.
Melalui bedah buku ini, lahirlah sebuah kesepahaman baru: melindungi guru berarti melindungi masa depan generasi bangsa. Acara berlangsung interaktif dengan diskusi bedah bab per bab yang mengupas tuntas hak-hak guru di mata hukum Indonesia.(Moy)
