Top 5 This Week

Related Posts

Rumah Petani di Karangdoro Dibobol Maling, Motor hingga 3 Sertifikat Tanah Raib

INVESTIGASI.IN | BANYUWANGI – Aksi pencurian kembali meresahkan warga Kabupaten Banyuwangi. Kali ini menimpa seorang petani asal Dusun Karangdoro, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Saat korban sedang bekerja di sawah, rumahnya diduga dibobol maling dan sejumlah barang berharga berhasil digondol pelaku.


Korban diketahui bernama Adi Susanto (40), warga Dusun Karangdoro RT 03 RW 02, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB dan telah dilaporkan secara resmi ke Polsek Tegalsari.


Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, kejadian bermula ketika korban pulang dari sawah menuju rumahnya. Namun sesampainya di lokasi, korban dibuat terkejut lantaran mendapati pintu depan rumahnya sudah dalam kondisi terbuka.


Merasa ada yang tidak beres, korban kemudian memeriksa kondisi rumah dan mendapati sejumlah barang berharganya telah hilang. Salah satu barang yang raib adalah sepeda motor Honda Scoopy warna hitam putih tahun 2016 dengan nomor polisi P 4633 RZ yang sebelumnya diparkir di dalam rumah.


Tidak hanya kendaraan bermotor, pelaku juga diduga berhasil membawa kabur dokumen penting milik korban berupa STNK dan BPKB kendaraan, yang disimpan di dalam lemari kamar.


Yang lebih memprihatinkan, pelaku juga mengambil tiga sertifikat tanah milik korban yang tersimpan di dalam rumah. Hilangnya dokumen kepemilikan tanah tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena memiliki nilai hukum yang sangat penting bagi pemiliknya.
Selain itu, sebuah kartu ATM Bank BRI dan uang tunai sebesar Rp250 ribu yang berada di dalam dompet korban juga dilaporkan hilang dibawa pelaku.


Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp10 juta. Tidak terima atas kejadian yang dialaminya, korban kemudian mendatangi Polsek Tegalsari untuk membuat laporan resmi guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.


Peristiwa ini menambah daftar kasus pencurian yang terjadi di wilayah pedesaan dan menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku serta mengamankan barang bukti yang hilang, terutama dokumen-dokumen penting seperti sertifikat tanah dan surat kendaraan yang berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


Masyarakat sekitar juga meminta peningkatan patroli keamanan, khususnya pada jam-jam ketika sebagian besar warga sedang bekerja di sawah atau meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Kondisi tersebut dinilai sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.


Hingga berita ini ditulis, kasus pencurian tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak Polsek Tegalsari. Aparat kepolisian diharapkan dapat segera mengidentifikasi pelaku serta mengungkap modus yang digunakan dalam aksi pembobolan rumah tersebut.


Warga yang mengetahui informasi terkait keberadaan sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi P 4633 RZ atau memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan diimbau untuk segera melaporkannya kepada pihak kepolisian terdekat.


Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas dengan memastikan rumah dalam keadaan terkunci saat ditinggalkan, menyimpan dokumen penting di tempat yang aman, serta memperkuat sistem keamanan lingkungan melalui ronda dan pengawasan bersama antarwarga.

Popular Articles