Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh hadirkan inovasi pelayanan publik ramah & proaktif Dalam kegiatan Pasporia (Paspor Ceria)
INVESTIGASI IN
Layanan khusus akhir pekan ini digelar di area Car Free Day (CFD) di Banda Aceh, Minggu.
Inisiatif ini dirancang untuk memudahkan warga Banda Aceh dan sekitarnya dalam mengurus dokumen keimigrasian tanpa harus mengganggu jam kerja atau aktivitas di hari kerja. Dalam kegiatan tersebut, petugas melayani total 12 pemohon paspor yang terdiri dari empat pemohon paspor baru dan delapan pemohon penggantian paspor.
Kepala Kantor Imigrasi Banda Aceh Bambang Tri Cahyono menyampaikan bahwa program Pasporia merupakan wujud nyata komitmen Imigrasi untuk memberikan pelayanan yang makin dekat, cepat, dan menyenangkan bagi masyarakat.
Warga menunggu mendapatkan layanan paspor di arena CFD di Banda Aceh, Minggu (6/9/2026). ANTARA/HO-Humas Imigrasi Banda Aceh
“Lewat Pasporia, kami ingin mengubah kesan pelayanan publik menjadi lebih rileks dan mudah dijangkau. Seluruh proses berjalan sesuai SOP dan alhamdulillah tanpa kendala,” ujar Bambang Tri Cahyono.
Menurut dia, masyarakat yang sedang berolahraga atau menikmati waktu akhir pekan bersama keluarga di area CFD bisa sekaligus menyelesaikan urusan paspor mereka.
Dukungan penuh juga datang dari jajaran pimpinan wilayah. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh Tato Juliadin Hidayawan mengapresiasi langkah responsif Kantor Imigrasi Banda Aceh dalam menghadirkan layanan berbasis kebutuhan masyarakat tersebut.Kantor wilayah, kata dia, terus mendorong seluruh satuan kerja menghadirkan layanan yang makin inklusif, akuntabel, dan menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Inovasi jemput bola seperti Pasporia ini sangat efektif untuk meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan keimigrasian,” kata Tato Juliadin Hidayawan.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar. Imigrasi Banda Aceh berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai terobosan layanan demi memberikan kemudahan terbaik bagi masyarakat Aceh.Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengimbau seluruh jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi untuk melaksanakan langkah-langkah konkret (action plan) guna meningkatkan integritas pelayanan publik. Imbauan tersebut disampaikan dalam pengarahan kepada seluruh petugas Imigrasi di Indonesia serta Atase Imigrasi pada Perwakilan RI yang digelar secara hybrid di Aula Ditjen Imigrasi“Kita serahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan kepada aparat penegak hukum (APH). Mulai minggu ini, saya minta semua jajaran kembali fokus pada tugas, fungsi, dan program-program yang sudah dicanangkan. Pelayanan kepada masyarakat harus berjalan optimal,” ujarnya.
Hendarsam mengakui bahwa krisis yang terjadi saat ini merupakan salah satu pukulan terbesar bagi organisasi. Namun demikian, ia meminta agar momentum tersebut dijadikan sebagai ruang refleksi menyeluruh untuk menghapus praktik dan budaya kerja masa lalu yang tidak sesuai.
“Zaman sudah berubah, dan tuntutan masyarakat saat ini telah berubah. Tidak ada hak istimewa (privilege) bagi siapapun untuk melakukan pelanggaran,” tegas Hendarsam.
Menurutnya, fungsi pelayanan publik yang dijalankan oleh Imigrasi bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga sangat rentan terhadap komplain dan kritik. Karena itu, kerentanan tersebut harus dijawab melalui penguatan mental aparatur agar mampu merespons setiap keluhan secara cepat dan transparan.
Ia juga menilai Ditjen Imigrasi memiliki sumber daya manusia yang unggul. Namun, kapasitas tersebut harus berjalan beriringan dengan integritas yang kuat agar organisasi dapat kembali berdiri tegak.
Lebih lanjut, Hendarsam menegaskan bahwa orientasi utama Imigrasi adalah memangkas jarak dengan masyarakat. Segala bentuk kecemburuan sosial maupun persepsi negatif publik harus dijawab melalui perubahan sikap serta komitmen pelayanan yang nyata.
“Gagasan ‘Imigrasi untuk Rakyat’ lahir karena kita harus mendekatkan diri dan menghilangkan jarak dengan masyarakat. Fokus kita sekarang adalah membuktikan komitmen itu, merebut kembali kepercayaan publik, dan memastikan bahwa setiap kerja Imigrasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkas Dirjen Imigrasi.
Aristono
