Top 5 This Week

Related Posts

Antisipasi DBD, Dadang Afriandy Instruksikan Warga Bersihkan Sarang Nyamuk 10 Menit Seminggu

 

PALI, INVESTIGASI.IN – Mengantisipasi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Camat Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Dadang Afriandy, S.H., M.Si., mengeluarkan imbauan ketat kepada seluruh lapisan masyarakat pada Kamis (27/8).

Pihak kecamatan menginstruksikan gerakan serentak pembersihan sarang nyamuk Aedes aegypti di lingkungan tempat tinggal masing-masing dengan prinsip “Mencegah lebih baik daripada mengobati”.

Dalam keterangan resminya, Dadang Afriandy menegaskan pentingnya meluangkan waktu minimal 10 menit dalam seminggu untuk memeriksa dan membasmi titik potensi genangan air. Langkah preventif ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan melakukan pengobatan atau sekadar mengandalkan pengasapan (fogging) setelah adanya kasus penularan.

Fokus Pembersihan di Dalam dan Halaman Rumah

Merujuk pada panduan visual yang disosialisasikan, Camat Tanah Abang menjabarkan sejumlah titik krusial yang kerap luput dari perhatian warga namun menjadi tempat favorit berkembang biaknya jentik nyamuk:
Area Dalam Rumah (Indoor):

• Dispenser Air: Pemeriksaan wadah penampungan air dispenser secara berkala. Segera bersihkan dan buang air yang mengendap.
• Toren/Gentong Air: Memastikan seluruh tempat penyimpanan air tertutup sangat rapat agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur.
• Ember Pel: Mengosongkan, mengeringkan, dan membalikkan ember pel segera setelah digunakan.
• Rak Tirisan Piring: Membuang sisa air yang menetes di alas tirisan piring secara rutin.
• Ember di Bawah Wastafel: Memeriksa potensi kebocoran pipa bawah wastafel dan menjaga wadah penampung tetap kering.

Area Halaman Rumah (Outdoor):
• Tatakan Pot Bunga: Menguras sisa air siraman yang tergenang di bawah pot.
• Ban Bekas: Melubangi ban bekas atau menyimpannya di tempat beratap agar tidak menampung air hujan.
• Tumpukan Wadah Plastik: Memusnahkan atau mendaur ulang botol, kaleng, dan gelas plastik kosong yang berserakan.
• Tempat Minum Hewan/Unggas: Mengganti air minum ternak atau hewan peliharaan serta menyikat wadah setiap hari.

Sinergi Bersama Seluruh Kepala Desa

Pemerintah Kecamatan Tanah Abang juga meminta para Kepala Desa, perangkat RT/RW, serta kader posyandu untuk aktif memonitoring kondisi kebersihan lingkungan warga. Sosialisasi masif terus digencarkan agar masyarakat tidak mengabaikan genangan sekecil apa pun, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami berharap kesadaran mandiri dari setiap kepala keluarga. Cukup dedikasikan waktu 10 menit setiap minggu secara konsisten untuk memeriksa rumah kita sendiri. Dengan memutus siklus hidup nyamuk Aedes, kita sedang melindungi anak-anak dan keluarga kita dari ancaman demam berdarah yang mematikan,” tutup Dadang Afriandy.(Moy)

Popular Articles