Top 5 This Week

Related Posts

JALAN UMUM DI TAMANSARI TERANCAM PUTUS! GERUSAN ARUS SUNGAI KIAN MENGGANAS

MEDIAINVESTIGASI.IN | BANYUWANGI –Kondisi jalan umum di wilayah Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, kini memprihatinkan. Derasnya aliran air sungai yang terus menggerus bagian tebing di sisi jalan mengakibatkan badan jalan mengalami kerusakan serius dan terancam putus.

Berdasarkan dokumentasi lapangan bertanggal Senin (2/11/2026), terlihat jelas bagian sisi jalan mengalami longsor dan pengikisan cukup parah. Struktur tanah di bawah badan jalan mulai tergerus aliran sungai hingga menyisakan bagian jalan yang menggantung dan kehilangan sebagian penopangnya.

Kondisi tersebut bukan lagi sekadar kerusakan ringan yang bisa dipandang sebelah mata. Jika tidak segera mendapatkan penanganan, bukan tidak mungkin badan jalan akan ambruk dan akses masyarakat terputus total.

KONDISI LAPANGAN MEMPERLIHATKAN ANCAMAN NYATA

Dari foto dokumentasi yang diterima redaksi, tampak aliran sungai berwarna kecokelatan dengan arus cukup deras berada tepat di sisi badan jalan. Material tanah di bagian tebing terlihat terkikis, sementara bebatuan yang sebelumnya menjadi penahan alami mulai bergeser akibat hantaman aliran air.

Di sejumlah titik, bagian bawah badan jalan tampak berlubang dan kehilangan struktur penyangga. Bahkan, upaya penanganan sementara menggunakan karung berisi material dan tumpukan batu terlihat belum mampu memberikan jaminan keamanan terhadap kondisi jalan.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama bagi warga yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan sosial lainnya.

Apabila terjadi peningkatan debit air, tekanan arus sungai berpotensi mempercepat pengikisan tanah yang tersisa. Risiko kerusakan semakin besar apabila tidak dilakukan penguatan tebing dan perlindungan konstruksi badan jalan secara memadai.

JANGAN MENUNGGU JALAN AMBRUK BARU BERTINDAK

Persoalan ini patut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya Bupati Banyuwangi dan Dinas Pekerjaan Umum Pengairan.

Penanganan infrastruktur semestinya tidak hanya dilakukan setelah terjadi kerusakan total. Ketika kondisi lapangan sudah memperlihatkan ancaman nyata terhadap keselamatan pengguna jalan, langkah antisipatif harus segera dilakukan.

Masyarakat membutuhkan tindakan konkret, bukan sekadar pemantauan atau janji penanganan.

Ada beberapa langkah mendesak yang perlu menjadi perhatian instansi terkait, di antaranya:

1. Melakukan pengecekan dan asesmen teknis secara langsung terhadap kondisi badan jalan dan tebing sungai.
2. Memasang pengamanan sementara serta rambu peringatan untuk mencegah kecelakaan.
3. Melakukan penguatan tebing sungai guna menghentikan proses penggerusan tanah.
4. Memperbaiki struktur pondasi dan badan jalan yang sudah mengalami kerusakan.
5. Menyusun penanganan permanen agar kerusakan tidak terus berulang ketika debit air meningkat.

KESELAMATAN WARGA HARUS MENJADI PRIORITAS

Jalan umum merupakan fasilitas vital bagi masyarakat. Ketika akses tersebut terancam putus akibat gerusan aliran sungai, persoalannya bukan hanya menyangkut kerusakan infrastruktur, melainkan juga menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.

Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah badan jalan benar-benar ambruk, kendaraan mengalami kecelakaan, atau masyarakat terpaksa kehilangan akses transportasi.

Kondisi ini juga menjadi momentum bagi instansi teknis untuk memastikan apakah sistem perlindungan tebing dan konstruksi jalan di lokasi tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan kondisi lapangan.

Redaksi MEDIAINVESTIGASI.in mendorong Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Dinas PU Pengairan, serta instansi terkait agar segera turun langsung melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah penanganan sebelum kerusakan semakin meluas.

Pertanyaannya, apakah harus menunggu jalan benar-benar putus dan memakan korban terlebih dahulu agar penanganan serius dilakukan?

Masyarakat berhak mendapatkan infrastruktur yang aman dan layak. Keselamatan publik tidak boleh menunggu sampai bencana benar-benar terjadi.

MEDIAINVESTIGASI.IN– Kritis, Berimbang, dan Mengawal Kepentingan Publik.

Popular Articles