INVESTIGASI.IN
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Hari-hari ini kita membutuhkan perlindungan Tuhan. Kita melihat begitu banyak peristiwa terjadi di sekitar kita. Gempa bumi, bencana alam, kecelakaan, kerusakan rumah, bahkan korban jiwa terjadi di berbagai tempat.
Apa yang sedang terjadi seharusnya membuat kita semakin sadar bahwa hidup manusia sangat terbatas. Apa yang kita bangun hari ini, apa yang kita miliki, bahkan tempat yang kita anggap paling aman sekalipun, tidak selalu mampu memberikan perlindungan yang sempurna.
Karena itu, kita membutuhkan Tuhan.
Dalam Ibrani 12:26 dikatakan:
«“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: ‘Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.’”»
Ayat ini mengingatkan kita bahwa ada hal-hal yang berada di luar kendali manusia. Dunia dapat diguncangkan. Kehidupan dapat berubah dalam sekejap.
Namun, di tengah guncangan itu, Tuhan tetap memberikan janji.
Saudara-saudara,
Kita sering membayangkan suara Tuhan hanya hadir dalam kelembutan, pertolongan, berkat, dan sukacita. Tetapi Alkitab juga menunjukkan bahwa Tuhan dapat berbicara melalui berbagai peristiwa yang menggugah manusia untuk kembali sadar, bertobat, dan mencari-Nya.
Karena itu, jangan hanya mencari Tuhan ketika kita membutuhkan pertolongan.
Carilah Tuhan ketika keadaan baik maupun ketika keadaan sulit.
Jangan sampai kita baru datang kepada Tuhan ketika musibah datang. Jangan sampai kita baru berdoa ketika kehidupan sedang terguncang.
Justru ketika keadaan masih baik, kita harus membangun hubungan yang kuat dengan Tuhan.
TUHAN ADALAH TEMPAT PERLINDUNGAN
Mazmur 34:7 berkata:
«“Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.”»
Perhatikan kata “meluputkan.”
Artinya, perlindungan Tuhan bukan berarti orang percaya tidak pernah menghadapi masalah.
Kita bisa saja masuk ke dalam masalah, tetapi Tuhan sanggup membawa kita keluar dari masalah.
Kita bisa menghadapi kesulitan, tetapi Tuhan tidak meninggalkan kita.
Kita bisa melewati penderitaan, tetapi Tuhan tetap menyertai.
Inilah yang membedakan orang yang berharap kepada Tuhan.
Bukan berarti hidupnya tanpa persoalan, tetapi dalam persoalan itu dia tidak sendirian.
Ada Tuhan yang menyertai.
Ada Tuhan yang menjaga.
Ada Tuhan yang memberikan kekuatan.
YANG MENYERTAI KITA LEBIH BESAR
Saudara-saudara,
Ada kalanya kita merasa takut karena melihat begitu banyak ancaman di depan mata.
Tetapi ingatlah kisah ketika pelayan Elisa melihat pasukan musuh mengepung kota. Ia menjadi ketakutan.
Elisa kemudian berdoa agar Tuhan membuka mata pelayannya.
Dan ketika matanya dibuka, ia melihat bahwa gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi yang mengelilingi mereka.
Artinya apa?
Yang menyertai kita lebih banyak daripada yang melawan kita.
Jangan hanya melihat masalah dengan mata manusia.
Mintalah Tuhan membuka mata rohani kita supaya kita melihat bahwa pertolongan Tuhan jauh lebih besar daripada ketakutan kita.
Karena itu, ketika bangun pagi, jangan hanya memikirkan masalah.
Berdoalah.
Ucapkan syukur.
Serahkan hari itu kepada Tuhan.
Katakan:
“Tuhan, Engkaulah perlindunganku. Engkaulah kubu pertahananku.”
MAZMUR 91: TEMPAT PERLINDUNGAN YANG SEJATI
Mazmur 91:1-2 berkata:
«“Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: ‘Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.’”»
Ini bukan sekadar perkataan.
Ini adalah sebuah sikap hidup.
Ada orang yang menjadikan uang sebagai perlindungan.
Ada yang mengandalkan jabatan.
Ada yang mengandalkan kekuasaan.
Ada yang mengandalkan manusia.
Tetapi semuanya terbatas.
Hari ini ada, besok bisa hilang.
Namun ketika Tuhan menjadi tempat perlindungan, kita memiliki dasar yang jauh lebih kuat.
Karena itu, jangan hanya menjadi orang Kristen yang hadir secara formal.
Jangan hanya menjadi pemerhati.
Jangan hanya datang ketika ada acara gereja.
Tetapi bangunlah hubungan pribadi dengan Tuhan.
Miliki waktu untuk berdoa.
Miliki waktu membaca firman.
Miliki kerinduan untuk melayani.
Miliki kehidupan yang takut akan Tuhan.
Mazmur mengingatkan kita untuk menghitung hari-hari kita sedemikian rupa sehingga kita memperoleh hati yang bijaksana.
Artinya, waktu yang Tuhan berikan jangan kita sia-siakan.
JANGAN JAUH DARI TUHAN
Bapak, Ibu, dan saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Dunia semakin penuh dengan berbagai tantangan.
Karena itu kita harus semakin dekat dengan Tuhan, bukan semakin jauh.
Alkitab juga mengingatkan bahwa orang yang hidup beribadah kepada Tuhan tidak berarti bebas dari penderitaan.
Ada tekanan.
Ada aniaya.
Ada pencobaan.
Ada serangan.
Dalam 1 Petrus 5:8 dikatakan:
«“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”»
Karena itu, kita tidak boleh lengah.
Kita harus berjaga-jaga.
Jangan mudah percaya kepada segala sesuatu.
Jangan mudah disesatkan.
Jangan sampai karena tekanan hidup, kita meninggalkan Tuhan.
WASPADALAH TERHADAP PENYESATAN
Yesus berkata dalam Matius 24:4:
«“Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!”»
Ini adalah peringatan yang sangat serius.
Akan ada orang-orang yang datang dengan membawa nama Tuhan.
Akan ada berbagai ajaran.
Akan ada berbagai suara.
Akan ada berbagai tawaran yang kelihatannya benar, tetapi membawa manusia menjauh dari kebenaran.
Karena itu, orang percaya harus memiliki dasar firman Tuhan.
Jangan hanya percaya karena seseorang berbicara dengan meyakinkan.
Ujilah segala sesuatu.
Kembalilah kepada firman Tuhan.
KETIKA DUNIA DIGUNCANG, TETAPLAH BERDIRI
Saudara-saudara,
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok.
Kita tidak tahu apakah besok keadaan akan baik atau justru penuh tantangan.
Kita tidak tahu kapan musibah datang.
Tetapi ada satu hal yang dapat kita lakukan:
Tetap tinggal di dalam Tuhan.
Ketika dunia diguncang, jangan ikut kehilangan iman.
Ketika keadaan berubah, jangan meninggalkan Tuhan.
Ketika masalah datang, jangan menyerah.
Ketika ketakutan muncul, berdoalah.
Ketika jalan terasa gelap, peganglah firman Tuhan.
Sebab perlindungan yang sejati bukanlah sekadar tempat yang tidak terkena masalah.
Perlindungan sejati adalah ketika Tuhan hadir bersama kita di tengah masalah dan membawa kita melewatinya.
Karena itu, hari ini mari kita kembali kepada Tuhan.
Mari kita menjadikan Tuhan tempat perlindungan.
Mari kita hidup dalam takut akan Tuhan.
Mari kita setia.
Mari kita berjaga-jaga.
Dan mari kita percaya bahwa sekalipun bumi berguncang dan dunia berubah, tangan Tuhan tetap sanggup menopang kehidupan kita.
Aristono

