Top 5 This Week

Related Posts

Bantah Uang Perdamaian “Kades HS Sebut Mantan Suami Ay Catut Nama Bupati Kepahiang dan BPD Desa. 

Investigasi. In~Kepahiang-Bengkulu.

Kepala Desa (Kades) Suro Muncar, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, HS, akhirnya angkat bicara dan membantah keras tudingan miring yang menyudutkan dirinya.

Kades HS menegaskan bahwa tuduhan mengenai pemberian uang sebesar Rp3 juta ,pada Rabu, 29 / Juli / 2026. 08:30 wib. sebagai upaya suap,atau uang damai untuk menutupi sebuah pemberitaan adalah informasi yang sama sekali tidak benar”ungkap HS Kepada awak media kamis 30/Juli/2026,Pukul 21 : 05 wib, Kades HS mengklarifikasi bahwa dana tersebut merupakan inisiatif pribadinya yang didasari atas asas kekeluargaan.

Selain meluruskan polemik uang Rp3 juta tersebut, Kades HS juga membantah keras isu kedekatan terlarang yang dituduhkan kepada dirinya” Ia menjelaskan bahwa foto perempuan yang belakangan ini beredar luas di tengah masyarakat sebenarnya merupakan bagian dari keluarganya alias cucunya sendiri, bukan wanita idaman sebagaimana isu liar yang digosipkan.

Pernyataan dari Kades HS mempertegas argumennya bahwa ada unsur tekanan, jebakan, dan intervensi dari pihak luar dalam pertemuan malam tersebut”Pernyataan dari Kades HS mempertegas argumennya bahwa ada unsur tekanan, jebakan, dan intervensi dari pihak luar dalam pertemuan malam tersebut.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan HS Kepada awak media mengenai peristiwa pada Kamis malam, 29 Juli 2026, sekitar pukul 20.30 WIB, Kades HS (yang diketahui merupakan Kades Suro Muncar) HS mengklaim kalimat atau tawaran finansial yang sempat terucap dari mulutnya tidak lahir atas inisiatif murni untuk menyuap.

HS merasa situasi dalam pertemuan tersebut sengaja dikondisikan sedemikian rupa oleh pihak lain agar posisi dirinya tersudut dan seolah-olah mengakui kesalahan melalui uang damai”Pertemuan tersebut dihadiri oleh kepala desa karang anyar dan Kepala Desa Kelobak”dalam pertemuan itu kedua pihak kades melontarkan kalimat instruktif seperti, “agar supaya selesaikan,” yang diartikan oleh Kades HS sebagai bentuk tekanan psikologis untuk menyudahi konflik secara instan malam itu juga”

HS Merasa bingung dengan arah pembicaraan, Kades HS sempat mempertanyakan esensi dari masalah yang dipaksa untuk diselesaikan dengan berkata, “Selesai itu yang mana yang ingin diselesaikan?” Setelah pertanyaan kritis tersebut diajukan, Kades langsung berinisiatif memisahkan diri dari forum dan mengajak Kades HS untuk mengobrol berdua saja (empat mata).”Momen perpindahan ruang pembicaraan inilah yang dicurigai Kades HS sebagai upaya penggiringan opini atau skenario jebakan.

Dalam pertemuan tersebut, Agustio alias Tio diduga kuat secara sengaja membawa-bawa nama baik Pemerintah Kabupaten Kepahiang, khususnya posisi Bupati Kepahiang”Tio secara terang-terangan mengeklaim di hadapan Kades HS bahwa dirinya memiliki hubungan kekeluargaan atau tali persaudaraan yang dekat dengan orang nomor satu di Kabupaten Kepahiang tersebut.

Tidak hanya sampai di situ, ironisnya Tio juga berulang kali menegaskan bahwa seluruh informasi atau data narasumber yang dikantonginya didapatkan langsung dari seorang wanita oknum anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Suro Muncar”Klaim kedekatan dengan pejabat daerah ini diduga digunakan untuk menekan pihak kades dalam proses penyelesaian masalah”ujar kades HS

Meski pihak Kades telah memberikan klarifikasi berbasis kekeluargaan, Saudara Agustio diketahui tetap memilih jalur formal dengan melayangkan laporan resmi ke Kantor Inspektorat Kabupaten Kepahiang untuk menuntut pemeriksaan lebih lanjut” Kades HS menyatakan siap mengikuti seluruh proses yang berjalan demi meluruskan fakta yang sebenarnya di mata hukum dan masyarakat.

 

Investigasi. In

Popular Articles