Beranda blog Halaman 22

*Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau Melaksanakan Kerja Bhakti*  

0

Sanggau – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 1204/Sanggau bersama masyarakat melaksanakan kegiatan kerja bhakti di wilayah sasaran TMMD Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau.

Kegiatan kerja bhakti tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui budaya gotong royong.

Dalam pelaksanaannya, anggota Satgas TMMD bersama warga bahu membahu membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas umum, serta merapikan area sekitar desa agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Dansatgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya., S.I.P menyampaikan bahwa kegiatan kerja bhakti merupakan salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat serta upaya menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus memperkuat hubungan silaturahmi antara TNI dan warga,” ujarnya.

Masyarakat setempat menyambut baik kegiatan tersebut dan merasa terbantu dengan kehadiran Satgas TMMD yang aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dengan semangat gotong royong, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Kembayan.

Pendim 1204/Sanggau

Pangdam XII/Tpr Tinjau Yonif TP 927/Uncak Kapuas: Perkuat Pertahanan dan Pembangunan di Perbatasan

0

 

Pontianak Kalbar II investigasi.in

Kapuas Hulu – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., melakukan peninjauan langsung ke Marshalling Area Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan (TP) 927/Uncak Kapuas di Kelurahan Kedamin Hulu, Putussibau Selatan, Kamis (7/5/2026).

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional serta kelayakan sarana dan prasarana satuan baru tersebut. Yonif TP 927/UK diproyeksikan memegang peran strategis dalam mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat stabilitas keamanan di wilayah perbatasan sektor timur Kalimantan Barat.

Dalam arahannya, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menekankan bahwa kehadiran Yonif TP 927/UK di Kabupaten Kapuas Hulu memiliki dimensi tugas ganda. Selain menjadi motor penggerak pembangunan untuk membantu kesejahteraan masyarakat, satuan ini tetap memegang teguh fungsi utama memiliki kemampuan tempur Infantri.

Kalian memiliki peran strategis. Selain membantu masyarakat, kalian harus tetap menjalankan tugas pertahanan matra darat. Penguasaan kemampuan dasar keprajuritan adalah hal mutlak yang tidak boleh ditawar,” tegas Pangdam di hadapan para prajurit.

Selain meninjau personel, Pangdam juga menaruh perhatian pada aspek kesejahteraan prajurit di lapangan. Beliau menginstruksikan perbaikan fasilitas dasar, salah satunya pendalaman sumur bor guna menjamin ketersediaan air bersih yang layak bagi operasional satuan.

Terkait pola pembinaan, jenderal bintang dua ini menekankan pentingnya sistem yang adaptif dan bijak. Ia mengingatkan para unsur pimpinan agar mengedepankan aspek kemanusiaan dalam memimpin.

Pembinaan satuan itu harus fleksibel atau ‘kenyal’. Kita harus jeli melihat situasi dan kondisi. Jangan sampai ada kesalahan dalam kepemimpinan miss-leadership. Niat yang baik untuk memberikan efek jera bisa berdampak fatal jika momentum dan pendekatannya tidak tepat,” jelasnya.

Pangdam menutup arahannya dengan mengingatkan pentingnya kepekaan pemimpin terhadap kondisi nyata prajurit beserta keluarganya. Menurutnya, pendekatan kepemimpinan yang tepat adalah kunci dalam menjaga moril dan profesionalisme prajurit di wilayah tugas yang menantang.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh personel Yonif TP 927/Uncak Kapuas untuk segera berakselerasi dalam pengabdian di bumi Kapuas Hulu.

Pangdam XII/Tpr Kunjungi Kodim 1206/Putussibau

0

Kapuas Hulu – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Markas Kodim 1206/Putussibau pada Kamis (7/5/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari pembinaan satuan serta penguatan moril prajurit di ujung timur Kalimantan Barat.

Kedatangan Pangdam beserta rombongan disambut langsung oleh Dandim 1206/Psb, Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, S.I.Pem., M.I.P., M.Han., dengan jajar kehormatan dan tarian adat khas Dayak sebagai bentuk penghormatan dan keramahan Bumi Uncak Kapuas.

Dalam pengarahannya di hadapan ratusan prajurit, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Novi Rubadi menekankan pentingnya profesionalisme prajurit dalam menjaga stabilitas keamanan, mengingat letak geografis Kapuas Hulu yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Pangdam juga menekankan agar menjaga hubungan baik dengan seluruh instansi yang ada di Kapuas Hulu. Hubungan yang baik selama ini agar dijaga sehingga kondusifitas wilayah betul-betul terwujud masyarakat lebih tenang bekerja mencari nafkah menjalani kehidupan.

“Banyak sekali program-program pemerintah dan tidak menutup kemungkinan dari pemerintah daerah juga ada program-program yang bisa dikolaborasikan kita kerjasama agar pemerintah daerah dan Kodim dapat saling mengisi mungkin seperti Karya Bakti atau program apa yang bisa dikerjasamakan oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Selain memberikan pengarahan, Pangdam juga menyempatkan diri meninjau kondisi perkantoran dan melaksanakan penanaman bibit pohon. Hal ini dilakukan untuk memastikan fasilitas pendukung tugas personel di wilayah teritorial Kodim 1206/Psb tetap layak dan optimal. (Pendam XII/Tpr)

Pemdes Sungai Jernih Kepahiang,Gelar Pra Pelaksana/Titik Nol Tahun Anggaran 2026.

0

Investigasi. in~Kepahiang-Bengkulu.

Pemerintah Desa Sungai Jernih, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Pra Pelaksanaan/Titik Nol untuk Tahun Anggaran 2026, (Kamis 07/05/2026).

Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Sungai Jernih ,yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa (Suryo)” Sesuai banner yang terpasang, kegiatan ini menjadi penanda dimulainya tahapan pembangunan fisik Dana Desa TA 2026.

Acara tersebut dihadiri lengkap unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan dan pendamping dan terlihat di lokasi *Camat Seberang Musi Darul (Qutni, S.E.,) perwakilan Dinas PMD Kabupaten Kepahiang, Sekretaris Desa, Ketua BPD, Wakil Ketua BPD, Pendamping Desa, Tenaga Ahli Kabupaten,Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat.*

Pelaksanaan Titik Nol ini wajib terbuka,Kita sampaikan ke warga apa yang mau dibangun, di mana lokasinya, berapa volumenya, dan berapa anggarannya. Biar dari awal sudah diawasi bersama,”_ tegas Kades Suryo saat membuka musdes.

Di meja pimpinan terlihat Kades Suryo didampingi Ketua BPD dan Wakil Ketua BPD Sungai Jernih. Agenda musdes membahas rencana kerja APBDes 2026 sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Camat Seberang Musi, Darul Qutni, S.E., mengapresiasi langkah cepat Pemdes Sungai Jernih. _”Sungai Jernih termasuk desa yang tertib administrasi. Melibatkan semua unsur sejak Titik Nol ini contoh baik agar pembangunan tidak ada masalah di belakang,”_ ujar Camat Darul.

Perwakilan Dinas PMD mengingatkan agar pelaksanaan fisik TA 2026 mengutamakan sistem padat karya tunai demi membuka lapangan kerja bagi warga setempat. Babinsa dan Bhabinkamtibmas menyatakan kesiapannya mengawal keamanan dan kondusifitas selama proyek berjalan.

Tenaga Ahli Kabupaten bersama Pendamping Desa menegaskan dokumentasi Titik Nol ini penting sebagai dasar hukum pencairan dan pertanggungjawaban Dana Desa. BPD Sungai Jernih menyatakan akan mengawasi ketat setiap tahapan.

Musdes diakhiri dengan peninjauan lokasi dan penandatanganan berita acara Titik Nol sebagai syarat dimulainya pekerjaan fisik Dana Desa TA 2026.

 

Investigasi. in

(A Perlis)

Awali Pembangunan 2026, Pemdes Sungai Jernih Gelar Musdes Titik Nol Dihadiri Camat Seberang Musi*

0

Media Kompas. Sbs~Kabupaten Kepahiang*

Pemerintah Desa Sungai Jernih, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Pra Pelaksanaan/Titik Nol untuk Tahun Anggaran 2026, Kamis 7/5/2026.

Musdes di Balai Desa Sungai Jernih itu dipimpin langsung oleh Kepala Desa Suryo. Sesuai banner yang terpasang, kegiatan ini menjadi penanda dimulainya tahapan pembangunan fisik Dana Desa TA 2026.

*Hadir lengkap unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan pendamping.* Tampak di lokasi *Camat Seberang Musi Darul Qutni, S.E., perwakilan Dinas PMD Kabupaten Kepahiang, Sekretaris Desa, Ketua BPD, Wakil Ketua BPD, Pendamping Desa, Tenaga Ahli Kabupaten, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat.*“Titik Nol ini wajib terbuka. Kita sampaikan ke warga apa yang mau dibangun, di mana lokasinya, berapa volumenya, dan berapa anggarannya. Biar dari awal sudah diawasi bersama,”_ tegas Kades Suryo saat membuka musdes.

Di meja pimpinan terlihat Kades Suryo didampingi Ketua BPD dan Wakil Ketua BPD Sungai Jernih. Agenda musdes membahas rencana kerja APBDes 2026 sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Camat Seberang Musi, Darul Qutni, S.E., mengapresiasi langkah cepat Pemdes Sungai Jernih. _”Sungai Jernih termasuk desa yang tertib administrasi. Melibatkan semua unsur sejak Titik Nol ini contoh baik agar pembangunan tidak ada masalah di belakang,”_ ujar Camat Darul.

Perwakilan Dinas PMD mengingatkan agar pelaksanaan fisik TA 2026 mengutamakan sistem padat karya tunai demi membuka lapangan kerja bagi warga setempat. Babinsa dan Bhabinkamtibmas menyatakan kesiapannya mengawal keamanan dan kondusifitas selama proyek berjalan.

Tenaga Ahli Kabupaten bersama Pendamping Desa menegaskan dokumentasi Titik Nol ini penting sebagai dasar hukum pencairan dan pertanggungjawaban Dana Desa. BPD Sungai Jernih menyatakan akan mengawasi ketat setiap tahapan.

Musdes diakhiri dengan peninjauan lokasi dan penandatanganan berita acara Titik Nol sebagai syarat dimulainya pekerjaan fisik Dana Desa TA 2026.

 

*Pewarta: Ray Zam*

*Rumah Bapak Sijen di Sungai Rambai Siap Dikerjakan Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau*

0

Sanggau – Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau terus melaksanakan berbagai sasaran fisik di wilayah pelaksanaan TMMD, salah satunya program rehabilitasi rumah warga. Kali ini, rumah milik Bapak Sijen yang berada di Sungai Rambai siap untuk mulai dikerjakan oleh personel Satgas TMMD.

Sebelum pekerjaan dimulai, anggota Satgas TMMD telah melakukan pengecekan dan persiapan di lokasi guna memastikan proses rehab rumah dapat berjalan dengan lancar. Rumah milik Bapak Sijen menjadi salah satu penerima manfaat program rehab rumah yang dilaksanakan dalam kegiatan TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau.

Personel Satgas bersama warga setempat tampak bergotong royong mempersiapkan material dan area kerja sebagai tahap awal pelaksanaan rehab rumah tersebut.

Dansatgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya., S.I.P menyampaikan bahwa program rehab rumah merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman.

“Melalui program TMMD ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.

Dengan dimulainya pengerjaan rumah Bapak Sijen, diharapkan proses rehabilitasi dapat berjalan lancar dan segera memberikan manfaat bagi pemilik rumah serta keluarga.

Pendim 1204/Sanggau

Tokoh Adat Mandar Kecewa Kepada BIYC, Serta Soroti Dampak Bagi Warga Lokal

0

Banyuwangi — Masuknya berbagai investor ke wilayah Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir terus menjadi perhatian masyarakat. Di satu sisi, kehadiran investasi dinilai mampu membuka peluang ekonomi dan mempercepat pembangunan daerah. Namun di sisi lain, sebagian masyarakat mengaku belum merasakan dampak signifikan dari keberadaan sejumlah investasi tersebut.

Hal itu disampaikan Icang, salah satu tokoh budayawan dari Kampung Mandar. Menurutnya, masyarakat pada dasarnya tidak menolak investor masuk ke wilayah Kampung Mandar maupun Banyuwangi secara umum. Bahkan, masyarakat memiliki harapan besar agar investasi yang hadir benar-benar membawa manfaat nyata bagi warga sekitar.

“Kami tidak pernah menolak investor datang ke Banyuwangi, khususnya di Kampung Mandar. Harapannya tentu investasi bisa membantu peningkatan ekonomi masyarakat, menyerap tenaga kerja lokal, serta mampu berkolaborasi dengan budaya dan tradisi masyarakat setempat,” ujar Icang.

Ia menilai pembangunan dan investasi seharusnya dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat lokal tanpa menimbulkan persoalan baru di tengah warga.
Selain itu, Icang juga berharap persoalan internal BIYC tidak sampai menyeret atau melibatkan masyarakat lokal sehingga menimbulkan gesekan sosial di lapangan.

“Yang diharapkan masyarakat adalah hubungan yang baik. Jangan sampai ada persoalan internal BIYC lalu masyarakat ikut terbawa atau menjadi pihak yang terdampak,” tambahnya.

Meski demikian, Icang mengaku terdapat sejumlah kekecewaan yang dirasakan sebagian masyarakat terhadap beberapa investasi yang masuk ke wilayah tersebut. Salah satu yang menjadi sorotan adalah minimnya penyerapan tenaga kerja lokal.

Menurutnya, hingga saat ini masih ada anggapan di tengah masyarakat bahwa peluang kerja bagi warga sekitar belum berjalan maksimal sebagaimana harapan awal saat investasi mulai masuk.

“Harapan masyarakat sebenarnya sederhana, yakni bisa ikut merasakan manfaat secara langsung. Tetapi sebagian warga menilai penyerapan tenaga kerja lokal masih sangat minim,” katanya.

Tidak hanya soal pekerjaan, sebagian masyarakat juga merasa belum melihat dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan lingkungan sekitar.
Di sisi lain, Icang juga menyinggung pernah dimintai bantuan oleh BIYC untuk menghadapi insiden yang memicu ketegangan antara masyarakat dengan sejumlah organisasi maupun aparat. Meski tidak merinci peristiwa tersebut, ia berharap kondisi serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

“Kami berharap semua pihak bisa menjaga situasi tetap kondusif. Jangan sampai masyarakat dihadapkan atau dibenturkan dengan pihak mana pun karena itu justru akan merugikan semua,” ujarnya.

Sebagai kawasan yang dikenal memiliki sejarah dan budaya pesisir yang kuat, Kampung Mandar dinilai membutuhkan pola pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada investasi semata, tetapi juga memperhatikan kepentingan sosial, budaya, dan keberlangsungan masyarakat lokal.

Masyarakat berharap investasi yang masuk ke Banyuwangi dapat menjadi ruang kolaborasi yang saling menguntungkan antara pelaku usaha dan warga sekitar, sehingga pembangunan yang tercipta benar-benar memberikan manfaat luas dan berkelanjutan.

*Alat Berat Terus Bekerja, Jalan Desa Semayang Menuju Desa Persiapan Tanak Mulai Terlihat Bagus*

0

Sanggau – Pengerjaan pembukaan dan perbaikan jalan penghubung Desa Semayang menuju Desa Persiapan Tanak terus dilakukan oleh Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau. Hingga saat ini, alat berat masih bekerja di lokasi untuk mempercepat proses pembangunan jalan tersebut.

Jalan yang sebelumnya sempit dan rusak kini perlahan mulai terlihat lebih baik setelah dilakukan perataan dan pelebaran oleh personel Satgas TMMD dengan bantuan alat berat. Kehadiran pembangunan jalan ini disambut antusias oleh masyarakat karena akses tersebut merupakan jalur penting bagi aktivitas warga sehari-hari.

Personel Satgas TMMD bersama operator alat berat terus bekerja maksimal agar pengerjaan jalan dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan.

Dansatgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya., S.I.P menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut bertujuan meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi warga di wilayah sasaran TMMD.

“Perbaikan jalan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun pengangkutan hasil kebun dan pertanian warga,” ujarnya.

Melalui program TMMD Ke-128, Kodim 1204/Sanggau terus berupaya menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pendim 1204/Sanggau

Pemdes Sungai Jernih Gelar Pra Pelaksanaan / Titik Nol ,Tahun 2026.

0

Investigasi.in~Kepahiang-Bengkulu.

Pemerintah Desa Sungai Jernih, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, Privinsi Bengkulu”menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Pra Pelaksanaan/Titik Nol untuk Tahun Anggaran 2026, Kamis 07/05/2026.

Musdes di Balai Desa Sungai Jernih itu dipimpin langsung oleh Kepala Desa Suryo. Sesuai banner yang terpasang, kegiatan ini menjadi penanda dimulainya tahapan pembangunan fisik Dana Desa TA 2026.

Acara diHadir lengkap unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan dan pendamping, Terlihat di lokasi “Camat Seberang Musi Darul Qutni, S.E., perwakilan Dinas PMD Kabupaten Kepahiang, Sekretaris Desa, Ketua BPD, Wakil Ketua BPD, Pendamping Desa, Tenaga Ahli Kabupaten, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat.*

Kegiatan Titik Nol ini wajib terbuka” Kita sampaikan ke warga apa yang mau dibangun, di mana lokasinya, berapa volumenya, dan berapa anggarannya’Biar dari awal sudah diawasi bersama”tegas Kades Suryo saat membuka musdes.

Di meja pimpinan terlihat Kades Suryo didampingi Ketua BPD dan Wakil Ketua BPD Sungai Jernih” Agenda musdes membahas rencana kerja APBDes 2026 sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Dalam acara tersebut Camat Seberang Musi, Darul Qutni, S.E., mengapresiasi langkah cepat Pemdes Sungai Jernih”Sungai Jernih termasuk desa yang tertib administrasi, Melibatkan semua unsur sejak Titik Nol ini contoh baik agar pembangunan tidak ada masalah di belakang,”_ ujar Camat Darul.

Perwakilan Dinas PMD mengingatkan agar pelaksanaan fisik TA 2026 mengutamakan sistem padat karya tunai demi membuka lapangan kerja bagi warga setempat. Babinsa dan Bhabinkamtibmas menyatakan kesiapannya mengawal keamanan dan kondusifitas selama proyek berjalan.

Tenaga Ahli Kabupaten bersama Pendamping Desa menegaskan dokumentasi Titik Nol ini penting sebagai dasar hukum pencairan dan pertanggungjawaban Dana Desa. BPD Sungai Jernih menyatakan akan mengawasi ketat setiap tahapan.

Musdes diakhiri dengan peninjauan lokasi dan penandatanganan berita acara Titik Nol sebagai syarat dimulainya pekerjaan fisik Dana Desa TA 2026.

Investigasi. in

(A Perlis)

Polres Kubu Raya Gelar Program Polri Go to Pesantren di Pondok Al-Habib Sholeh

0

 

Pontianak Kalbar II investigasi.in

Kubu Raya – Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya melalui Satuan Binmas menggelar kegiatan inspiratif bertajuk “Polri Go to Pesantren” di Pondok Pesantren Al-Habib Sholeh Bin Alwi Al-Haddad, Parit Masigi, Desa Ambawang Kuala, Rabu (06/05/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para santri dengan pemahaman hukum sekaligus memotivasi mereka sebagai generasi emas penerus bangsa. Dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Kubu Raya, AKP I Komang Suparmi, rombongan disambut hangat oleh Pengurus Pondok Pesantren Habib Lukman Assegaf dan sekitar 120 santri.

Kobarkan Semangat Belajar dan Disiplin

Dalam arahannya, AKP I Komang Suparmi memberikan motivasi tinggi kepada para santri agar tidak pernah lelah dalam menuntut ilmu. Ia menekankan bahwa disiplin yang diajarkan di lingkungan pesantren merupakan modal utama untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara.

“Santri adalah pilar penting bangsa. Selain mendalami ilmu agama, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan di pesantren maupun di masyarakat adalah kunci kesuksesan di masa depan,” tegas Kasat Binmas.

Edukasi Anti-Bullying dan Bahaya Hoaks

Materi utama yang menjadi sorotan dalam penyuluhan ini adalah pencegahan kenakalan remaja dan perundungan (bullying). Polres Kubu Raya mengimbau dengan sangat agar lingkungan pesantren menjadi zona aman dan nyaman bagi seluruh santri tanpa adanya praktik kekerasan fisik maupun verbal.

Selain itu, para santri diingatkan untuk bijak dalam bersosial media. Di tengah derasnya arus informasi, santri diminta untuk tidak mudah percaya pada berita bohong (hoax), terutama yang mengandung unsur SARA yang dapat memecah belah persatuan.

Peluang Emas Jalur Rekrutmen Polri untuk Santri

Kabar gembira turut disampaikan dalam forum tersebut. Polres Kubu Raya menginformasikan bahwa Polri saat ini membuka pintu lebar-lebar bagi para santri untuk menjadi anggota Polri melalui Jalur Khusus Pesantren. Informasi ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para santri yang memiliki cita-cita mengabdi kepada negara melalui institusi kepolisian.

Sarana Kontak dan Sinergitas

Sebagai bentuk kepedulian dan sarana kontak, Polres Kubu Raya menyerahkan bantuan berupa Buku Yasin kepada pihak pesantren. Habib Umar Fad’ak, M.Pd., selaku Waka Kurikulum, mengapresiasi langkah Polri yang bersedia hadir langsung di tengah-tengah santri.