Beranda blog Halaman 23

*Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau Mulai Kerjakan Rehab Rumah Warga di Dusun Tanak*

0

Sanggau – Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau mulai melaksanakan pembongkaran rumah milik Bapak Donatus Utung, salah satu warga penerima manfaat program rehabilitasi rumah di Dusun Tanak.

Sebelum pelaksanaan pembongkaran dimulai, personel Satgas TMMD terlebih dahulu melakukan peninjauan kondisi rumah guna memastikan proses rehab dapat berjalan sesuai rencana dan kebutuhan warga.

Dengan penuh semangat, anggota Satgas TMMD bersama warga setempat bergotong royong membongkar bagian rumah yang akan diperbaiki. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat kurang mampu di wilayah sasaran TMMD.

Dansatgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya., S.I.P menyampaikan bahwa program rehab rumah merupakan salah satu sasaran fisik TMMD yang bertujuan membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak dan nyaman.

“Melalui program rehab rumah ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempererat kebersamaan antara TNI dan rakyat,” ujarnya.

Program TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Pendim 1204/Sanggau

*Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau Pasang Gorong-gorong Gunakan Excavator*

0

Sanggau – Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah sasaran TMMD Ke-128, Satgas TMMD Kodim 1204/Sanggau terus melaksanakan pemasangan gorong-gorong di sejumlah titik yang telah ditentukan.

Proses pemasangan dilakukan dengan bantuan alat berat excavator untuk mengangkat gorong-gorong secara bertahap sebelum dipasang oleh personel Satgas TMMD bersama masyarakat. Penggunaan alat berat tersebut bertujuan untuk mempercepat pekerjaan serta memastikan pemasangan berjalan aman dan tepat pada posisinya.

Anggota Satgas TMMD terlihat kompak bekerja di lapangan, mulai dari proses pengangkatan, pengaturan posisi hingga pemasangan gorong-gorong agar saluran air dapat berfungsi dengan baik mendukung akses jalan yang sedang dibangun.

Pasiter Kodim 1204/Sanggau Kapten Inf Demianus menyampaikan bahwa pembangunan gorong-gorong merupakan salah satu bagian penting dalam program TMMD guna menunjang kualitas jalan dan mencegah genangan air saat musim hujan.

“Pemasangan gorong-gorong ini sangat penting untuk mendukung ketahanan badan jalan sehingga akses masyarakat nantinya dapat digunakan dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Melalui program TMMD Ke-128, Kodim 1204/Sanggau berharap pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di daerah sasaran.

Pendim 1204/Sanggau

Pangdam XII/Tpr Sambangi Yonif 644/Walet Sakti: Prajurit Infanteri Harus Mahir dan Militan

0

 

Pontianak Kalbar II investigasi.in Kapuas Hulu – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Batalyon Infanteri (Yonif) 644/Walet Sakti pada Rabu (6/5/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung pembinaan satuan sekaligus mempererat silaturahmi dengan seluruh prajurit di perbatasan.

Kedatangan Pangdam beserta rombongan disambut langsung oleh Danyonif 644/Wls, Letkol Inf Tiertona Arga, S.I.P., diiringi yel-yel penuh semangat yang digelorakan oleh para prajurit Walet Sakti.

Dalam arahannya, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menekankan bahwa profesi tentara adalah pengabdian yang bersifat extraordinary atau luar biasa, melampaui standar masyarakat sipil pada umumnya.

Kalian didesain, dirancang, dan direkrut melalui seleksi ketat mulai dari kesehatan, jasmani, hingga psikologi. Hal ini karena tugas yang kalian emban tidaklah biasa,” tegas Pangdam.

Pangdam mengingatkan para perwira dan unsurkomandan untuk terus mengasah kemampuan tim, mulai dari tingkat regu hingga peleton. Menurutnya, keberhasilan tugas operasi merupakan rapor tertinggi dari pembinaan satuan.

Menutup arahannya, Pangdam XII/Tpr berpesan agar lingkungan batalyon dijaga dari hal-hal negatif. Beliau menginstruksikan para Komandan Kompi (Danki) hingga Komandan Peleton (Danton) untuk lebih proaktif dalam mengawasi anggotanya.

“Isi batalyon ini dengan tradisi yang positif, jangan ada tradisi destruktif yang menghancurkan satuan. Saya minta kalian menghayati tugas, saling mengingatkan antar rekan, dan minimalisir segala bentuk pelanggaran,” pungkas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.

Langkah Penyelesaian Sengketa Lahan Gang Purnawirawan 2 Desa Sungai  Raya Dan Kodam XII Tjp Berjalan Aman   

0

 

 

Pontianak Kalbar II investigasi.in Kubu Raya – Konflik Agraria antara warga Desa Sungai Raya dan Kodam XII/Tanjungpura menemukan titik terang. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kubu Raya berjalan lancar, Selasa 6/5/2026.

Sebelum pemasangan patok ada pertemuan di kantor Desa Sungai  Raya dihadiri Ketua  RT 06/RW08 Wahyu Hariyanto, warga setempat, Pihak Kodam XII Tjp serta Tim teknis BPN Kubu Raya.

Setelah itu turun kelokasi sekalian gus pemasangan patok batas area sengketa dan juga di saksikan warga.

Adapun lahan yang dipersengketakan terletak di Gang Purnawirawan 2, RT 06/RW 08, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya.

Dalam forum itu, BPN menegaskan agenda turun ke lokasi bukan untuk pengukuran baru, melainkan penegasan batas berdasarkan peta dan dokumen pertanahan yang ada.

“ Kita mematok batas fisik definitif antara permukiman warga RT 06/RW 08 dan aset Kodam, guna memberi kepastian hukum bagi para pihak,” jelasnya.

Sedangkan Ketua RT 06/08 Gang Purnawirawan 2 Wahyu Hariyanto saat dilokasi di wawancarai awak Media  didampingi warganya dengan tegas mengatakan, menolak pihak BPN, untuk melakukan ukur ulang di Objek Tanah milik warga nya yang sudah dihuni puluhan tahun.

Menurut nya pada tahun 2023 pihak BPN sudah pernah mengukur tanah warga, tetapi sampai saat ini tidak ada kejelasan yang disampaikan oleh BPN,”tegas nya.

Tanah lokasi tersebut sudah turun temurun dan puluhan tahun, warga penguasaan fisiknya, juga sudah mengajukan permohonan untuk Sertifikat Hak Milik, hingga sampai saat sekarang belum ada kepastian diproses.

Juga Wahyu Hariyanto mengharapkan dari Pemerintah setempat agar segera turun tangan untuk memberikan kepastian hukum terkait status kepemilikan tanah warga.

sehingga tidak ada lagi ketidak pastian hukum yang mengganggu kehidupan warga sehari- hari,”tegas Wahyu Hariyanto yang sehari hari di panggil Akang.

Jadi kami berharap kedua belah pihak ada Solusi yang saling menguntungkan, baik dari Warga  dan Pihak Kodam XII Tanjung Pura.

Sehingga tidak ada lagi ketidak pastian hukum yang mengganggu kehidupan warga sehari- hari,”tegas Wahyu Hariyanto yang sehari hari di panggil Akang.

Status hukum yang menggantung membuat kedua belah pihak bertahan pada argumentasi masing-masing, hingga Ini bisa memicu kesalah pahaman dan ketegangan. Ini perlu adanya mediasi oleh BPN sebagai otoritas pertanahan.

Pada saat proses penetapan pemasangan patok juga disaksikan oleh warga, prangkat Desa Sekdes, Kepala Dusun, dari pihak Kodam XII Tjp, dan kegiatan ini berlangsung aman dan tertib.

Langkah Penyelesaian Sengketa Lahan Gang Purnawirawan 2 Desa Sungai Dan Kodam XII Tjp Berjalan Aman

0

Pontianak Kalbar II investigasi.in

Kubu Raya – Konflik Agraria antara warga Desa Sungai Raya dan Kodam XII/Tanjungpura menemukan titik terang. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kubu Raya berjalan lancar, Rabu 6/5/2026.

Sebelum pemasangan patok ada pertemuan di kantor Desa Sungai  Raya dihadiri Ketua  RT 06/RW08 Wahyu Hariyanto, warga setempat, Pihak Kodam XII Tjp serta Tim teknis BPN Kubu Raya.

Setelah itu turun kelokasi sekalian gus pemasangan patok batas area sengketa dan juga di saksikan warga.

Adapun lahan yang dipersengketakan terletak di Gang Purnawirawan 2, RT 06/RW 08, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya.

Dalam forum itu, BPN menegaskan agenda turun ke lokasi bukan untuk pengukuran baru, melainkan penegasan batas berdasarkan peta dan dokumen pertanahan yang ada.

“ Kita mematok batas fisik definitif antara permukiman warga RT 06/RW 08 dan aset Kodam, guna memberi kepastian hukum bagi para pihak,” jelasnya.

Sedangkan Ketua RT 06/08 Gang Purnawirawan 2 Wahyu Hariyanto saat dilokasi di wawancarai awak Media didampingi warganya dengan tegas menolak pihak BPN untuk melakukan ukur ulang di Objek Tanah milik warganya yang sudah dihuni puluhan tahun.

Menurut nya pada tahun 2023 pihak BPN sudah pernah mengukur tanah warga, tetapi sampai saat ini tidak ada kejelasan yang disampaikan oleh BPN,”tegas nya.

Tanah lokasi tersebut sudah turun temurun dan puluhan tahun, warga penguasaan fisiknya, juga sudah mengajukan permohonan untuk Sertifikat Hak Milik, hingga sampai saat sekarang belum ada kepastian diproses.

Juga Wahyu Hariyanto mengharapkan dari Pemerintah setempat agar segera turun tangan untuk memberikan kepastian hukum terkait status kepemilikan tanah warga.

sehingga tidak ada lagi ketidak pastian hukum yang mengganggu kehidupan warga sehari- hari,”tegas Wahyu Hariyanto yang sehari hari di panggil Akang.

Jadi kami berharap kedua belah pihak ada Solusi yang saling menguntungkan, baik dari Warga  dan Pihak Kodam XII Tanjung Pura.

Sehingga tidak ada lagi ketidak pastian hukum yang mengganggu kehidupan warga sehari- hari,”tegas Wahyu Hariyanto yang sehari hari di panggil Akang.

Status hukum yang menggantung membuat kedua belah pihak bertahan pada argumentasi masing-masing, hingga Ini bisa memicu kesalah pahaman dan ketegangan. Ini perlu adanya mediasi oleh BPN sebagai otoritas pertanahan.

Pada saat proses penetapan pemasangan patok juga disaksikan oleh warga, prangkat Desa Sekdes, Kepala Dusun, dari pihak Kodam XII Tjp, dan kegiatan ini berlangsung aman dan tertib.

Sonny T. Danaparamita Dorong Peran Aktif Masyarakat dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan

0


BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, kembali menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam keberhasilan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) RHL yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh masyarakat penerima Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) serta Bibit Produktif.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Komisi IV DPR RI dan Kementerian Kehutanan, yang bertujuan mendorong pemulihan lingkungan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang produktif dan berwawasan lingkungan.

Dalam pemaparannya, Sonny yang dikenal sebagai mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu menyoroti kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan akibat meluasnya lahan kritis. Dampak kerusakan tersebut, menurutnya, kini semakin nyata dirasakan masyarakat dalam bentuk banjir, longsor, hingga kekeringan yang terjadi di berbagai wilayah.

“Kondisi lingkungan kita semakin rusak dan lahan kritis semakin luas. Akibatnya, banjir, longsor, dan kekeringan sering terjadi. Karena itu, saya ingin njenengan semua hadir bukan sebagai penonton, tetapi sebagai solusi,” tegas Sonny di hadapan peserta Bimtek.

Ia menjelaskan bahwa Rehabilitasi Hutan dan Lahan tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan penanaman pohon, melainkan sebagai upaya menyeluruh untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Program KBR dan Bibit Produktif, kata Sonny, dirancang agar masyarakat tidak hanya merasakan manfaat lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

“Program RHL, baik melalui KBR maupun Bibit Produktif, pelaksananya adalah njenengan semua. Pemerintah dan DPR memfasilitasi, tetapi keberhasilan program ini sepenuhnya ada di tangan masyarakat,” ujarnya.

Dalam suasana Bimtek yang berlangsung dialogis dan akrab—ciri khas Sonny yang dikenal dekat dan membumi dalam berinteraksi dengan masyarakat—ia juga menekankan pentingnya menanam pohon yang bermanfaat dan menghasilkan, serta mendorong pelaksanaan kegiatan secara berkelompok agar tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.
Secara khusus, Sonny mendorong agar kelompok masyarakat mulai mengembangkan pembibitan tanaman sukun sebagai bagian dari program rehabilitasi lahan dan penguatan ketahanan pangan.

“Saya minta kelompok masyarakat yang hadir mulai melakukan pembibitan sukun. Dalam pemahaman kami, sukun bisa menjadi makanan pendamping bahkan pengganti beras karena kandungan karbohidratnya hampir setara dengan nasi dan nutrisinya cukup lengkap,” jelasnya.

Menurut Sonny, pengembangan sukun juga memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan. Ia menambahkan bahwa saat ini sukun mulai dipandang sebagai superfood di Eropa, seiring meningkatnya kesadaran akan pangan sehat dan alternatif.

“Permintaan sukun dari pasar Eropa terus meningkat setiap tahun. Ini peluang besar. Artinya, rehabilitasi lahan tidak hanya bicara lingkungan dan ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Jenis tanaman yang dikembangkan dalam program RHL meliputi tanaman buah dan tanaman kayu yang disesuaikan dengan kondisi lahan setempat. Namun demikian, Sonny menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi sangat ditentukan oleh konsistensi perawatan dan keberlanjutan pengelolaan.

“Program ini milik kita bersama. Keberhasilan sangat tergantung pada perawatan. Menanam pohon adalah investasi masa depan, dan lahan-lahan kosong harus kita ubah menjadi lahan yang produktif,” katanya.

Selain aspek teknis, Sonny juga mengaitkan pelestarian lingkungan dengan nilai-nilai universal yang hidup dalam berbagai ajaran agama, yang sama-sama menekankan pentingnya hidup bermanfaat bagi sesama dan lingkungan.

Melalui rangkaian sosialisasi dan Bimtek RHL ini, Sonny berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa rehabilitasi hutan dan lahan bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan kolektif yang membutuhkan komitmen, gotong royong, dan kepedulian jangka panjang demi keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan generasi mendatang.

Sinergi RHL di Banyuwangi, Libatkan DPR, Kementerian, dan Perhutani

0

INVESTIGASI.IN | Banyuwangi – Komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan terus diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang digelar di Kabupaten Banyuwangi pada Rabu (6 Mei 2026). Kegiatan ini menghadirkan sinergi antara legislatif, pemerintah pusat, serta BUMN kehutanan guna memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.


Kegiatan ini diinisiasi oleh anggota DPR RI, Sonny T. Danaparamita, S.H., M.H., yang secara langsung hadir dan memberikan arahan kepada para peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa rehabilitasi hutan dan lahan merupakan bagian penting dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.


“Program RHL harus dilaksanakan secara serius dan berkelanjutan, karena dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai, Ir. Muchtar Efendi, S.Hut., M.Si., yang memberikan pemaparan mengenai arah kebijakan dan strategi pelaksanaan RHL. Ia menjelaskan bahwa program ini menjadi prioritas nasional dalam upaya pemulihan lahan kritis serta penguatan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan.


Materi teknis juga disampaikan oleh Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan, Nia Very Oktora, S.Si., M.Sc., yang merupakan pemateri perempuan dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan kelompok masyarakat sebagai faktor kunci keberhasilan program RHL.


“Keberhasilan RHL tidak hanya ditentukan oleh penanaman, tetapi juga oleh kesiapan kelembagaan, perencanaan yang matang, serta komitmen dalam pemeliharaan tanaman,” jelasnya.


Selain itu, pemateri lainnya, Fahruddin, S.Hut., selaku penyuluh kehutanan, memberikan penjelasan teknis terkait implementasi di lapangan. Ia menguraikan tahapan mulai dari identifikasi lahan, pemilihan jenis tanaman, teknik penanaman, hingga monitoring dan evaluasi agar program berjalan optimal.
Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan Perum Perhutani yang turut memberikan dukungan serta perspektif dalam pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan secara kolaboratif.


Peserta kegiatan terdiri dari berbagai unsur, di antaranya perangkat daerah, pemerintah desa, kelompok tani hutan, serta komunitas peduli lingkungan di Banyuwangi. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif yang membahas berbagai tantangan di lapangan, seperti ketersediaan bibit, kondisi lahan kritis, serta strategi pemeliharaan tanaman.


Melalui kegiatan sosialisasi dan bimtek ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang lebih komprehensif serta kemampuan teknis yang memadai dalam pelaksanaan RHL.

Dengan sinergi yang kuat antara DPR RI, pemerintah, Perhutani, dan masyarakat, Banyuwangi diharapkan mampu menjadi contoh keberhasilan dalam program rehabilitasi hutan dan lahan di tingkat nasional.

Penyaluran BLT DD Tahun 2026 ,Disaksikan Sekdes, Bendahara, BPD dan Warga*  

0

Media Klmpas. Sbs-Kabupaten Kepahiang.  Pemerintah Desa Talang Pito, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Rabu 6/5/2026.

 

Penyaluran berlangsung di Balai Desa Talang Pito dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Supardi. Hadir menyaksikan Sekretaris Desa, Bendahara Desa, Ketua dan Anggota BPD Talang Pito, serta seluruh warga penerima bantuan.  Total bantuan yang dicairkan sebesar Rp15.000.000 untuk 10 KPM.* BLT-DD diberikan untuk alokasi 5 bulan sekaligus, terhitung Januari sampai Mei 2026.

Per KPM menerima Rp300.000 per bulan. Karena kita salurkan 5 bulan sekaligus, jadi 1 orang terima Rp1.500.000 tunai,”_ jelas Kades Supardi saat ditemui http://kompas.sbs di lokasi penyaluran.

Rp300.000 x 5 bulan = *Rp1.500.000 per KPM*

Rp1.500.000 x 10 KPM = *Rp15.000.000 total*

Proses penyaluran dilakukan secara transparan. Petugas menyerahkan uang tunai pecahan Rp100.000 langsung ke tangan penerima. Warga wajib tanda tangan dan difoto sebagai bukti pertanggungjawaban.  10 KPM ini sudah ditetapkan lewat Musdes Khusus. Isinya lansia tunggal, warga sakit menahun, dan keluarga miskin ekstrem. Sudah diverifikasi BPD. Nggak ada potongan, nggak ada titipan,”_ tegas Kades Supardi.

Ketua BPD Talang Pito menambahkan, pihaknya ikut mengawasi dari awal sampai akhir. _”Kami pastikan tepat sasaran. Uangnya utuh Rp1,5 juta per orang. Kalau ada yang main-main, BPD yang pertama lapor,”_ ujarnya.

Salah satu penerima, seorang lansia, mengaku bersyukur. _”Alhamdulillah dapat Rp1,5 juta. Buat beli beras, obat, sama kebutuhan dapur. Terima kasih Pak Kades,”_ ucapnya sambil menggenggam uang bantuan.

Penyaluran berjalan tertib dan lancar hingga selesai.

 

*Pewarta: Ray Zam*

*Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau Lanjutkan Pekerjaan Dinding dan Lantai Rumah Warga*

0

Sanggau – Setelah menyelesaikan pemasangan atap rumah salah satu warga yang menjadi sasaran renovasi, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau kini melanjutkan pekerjaan pada bagian dinding dan lantai bangunan.

Pengerjaan ini merupakan tahapan lanjutan dalam program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD. Dengan semangat gotong royong, personel Satgas bersama masyarakat terus bekerja agar proses renovasi dapat selesai tepat waktu.

Fokus pekerjaan saat ini meliputi pemasangan dinding serta perataan dan pengecoran lantai guna memastikan rumah menjadi lebih kokoh, nyaman, dan layak huni bagi pemiliknya.

Komandan Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya., S.I.P menyampaikan bahwa setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dan terencana, sehingga hasil yang dicapai dapat maksimal.

“Setelah atap selesai dipasang, kami lanjutkan ke tahap berikutnya yakni pengerjaan dinding dan lantai. Kami optimis renovasi rumah ini dapat segera rampung dan bisa segera ditempati dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Melalui program TMMD ini, diharapkan bantuan renovasi rumah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah Kabupaten Sanggau.

Pendim 1204/Sanggau

Pemdes Talang Pito Gelar Musdes Pra Pelaksanaan dan Sosialisasi APBDes Tahun Anggaran 2026

0

Investigasi.in~Kepahiang-Bengkulu.

Pemerintah Desa Talang Pito, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu”menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Pra Pelaksanaan dan Sosialisasi APBDes Tahun Anggaran 2026″ (Rabu’06/05/2026)

Kegiatan di Balai Desa Talang Pito itu juga dirangkai dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran dilakukan bertahap, 05 bulan sekali KPM dalam sekali penyaluran agar tertib.Musdes dipimpin langsung oleh Kepala Desa Talang Pito (Supardi) dan dihadiri lengkap unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) serta pendamping desa”

Tampak hadir Camat Bermani Ilir, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan Dinas PMD Kabupaten Kepahiang, Tenaga Ahli Kabupaten, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Ketua BPD, Sekretaris BPD, dan Anggota BPD Talang Pito.*

Musdes ini wajib kita gelar terbuka’Semua program APBDes 2026 kita sampaikan di awal”Biar masyarakat tahu, ikut awasi. Dana Desa harus transparan,”_ tegas Kades Talang Pito di hadapan peserta.

Total 10 KPM penerima BLT-DD sudah ditetapkan melalui Musdes Khusus dan verifikasi ketat “Kita bagi 5 bulan sekali salur biar tidak berkerumun dan tetap kondusif,” jelas Sekretaris BPD Talang Pito.

Camat Bermani Ilir mengapresiasi Pemdes Talang Pito yang melaksanakan tahapan APBDes tepat waktu. Babinsa dan Bhabinkamtibmas menyatakan siap mengawal penggunaan Dana Desa agar tepat sasaran dan menjaga kondusifitas.

Tenaga Ahli Kabupaten bersama Dinas PMD mengingatkan agar program 2026 mengutamakan padat karya tunai dan pemberdayaan ekonomi warga. BPD Talang Pito berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan sejak perencanaan.Musdes berjalan lancar dan diakhiri penandatanganan berita acara sebagai dasar hukum pelaksanaan APBDes TA 2026 Desa Talang Pito.

Investigasi. in

(A Perlis)

.