Beranda blog Halaman 38

Pangdam XII/Tpr Ingatkan Prajurit Kodim Sambas: Jauhi Pelanggaran, Jadilah Solusi bagi Rakyat

0

 

 

Pontianak Kalbar II investigasi.in

Sambas – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menekankan pentingnya disiplin bagi setiap prajurit dalam menjalankan tugas kewilayahan. Hal tersebut ditegaskannya saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Kodim 1208/Sambas, Jalan Tabrani, Desa Lumbang, Sambas, Jumat (27/03/2026).

​Kedatangan Pangdam disambut langsung oleh Dandim 1208/Sambas, Letkol Inf Dwiyanto Kusumo, M.A.P., beserta jajaran perwira dan seluruh personel. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pembinaan satuan untuk memastikan kesiapan operasional di wilayah perbatasan.

 

​Dalam pengarahannya di Aula Kodim, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memberikan pesan mendalam mengenai integritas prajurit. Ia menegaskan bahwa setiap personel TNI harus menjadi cerminan nilai-nilai positif di mata masyarakat.

​”Sebagai aparat teritorial, prajurit harus mampu menjaga sikap dan perilaku. Hindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun, karena hal tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mencoreng nama baik satuan dan institusi TNI,” tegas Pangdam.

​Jenderal bintang dua ini juga memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi personel Kodim 1208/Sambas. Menurutnya, Kodim Sambas telah menunjukkan performa yang solid dalam membantu program pemerintah daerah, khususnya di sektor ketahanan pangan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

​”Prajurit harus selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadi solusi atas setiap kesulitan rakyat di wilayah binaan,” tambahnya.

​Rangkaian kunjungan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, pemberian motivasi, serta peninjauan fasilitas satuan untuk memastikan seluruh sarana prasarana pendukung tugas dalam kondisi optimal. Melalui penguatan disiplin ini, diharapkan Kodim 1208/Sambas semakin profesional dan dicintai rakyat. (Pendam XII/Tpr)

Antisipasi Kemarau Panjang 2026, Pemkab Kubu Raya Perketat Pengawasan Lahan Gambut

0

 

 

Pontianak Kalbar II investigasi.in

Kubu Raya– Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai tancap gas melakukan langkah mitigasi menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026. Hal ini menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini akan datang lebih awal dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Rasau Jaya, Jalan Sultan Agung, Desa Rasau Jaya Satu pada hari Kamis (26/3/2026) kemarin pagi.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, S.E., M.Sos., memimpin langsung jalannya rapat yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Kalbar, otoritas keamanan, hingga perwakilan korporasi dan masyarakat peduli api.

Deteksi Dini di Zona Merah
Kabagops Polres Kubu Raya, AKP Samidi, mengungkapkan data krusial terkait kondisi geografis wilayahnya. Sekitar 60 persen lahan di Kubu Raya merupakan lahan gambut dengan kedalaman mencapai 2 hingga 7 meter, yang sangat rentan terbakar saat kekeringan.

“Berdasarkan pantauan aplikasi Lancang Kuning, di Kecamatan Rasau Jaya saja terdeteksi 56 titik api. Ada tiga desa yang masuk status zona merah, yakni Desa Pematang Tujuh, Rasau Jaya Satu, dan Rasau Jaya Umum,” papar AKP Samidi.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika menegaskan komitmennya untuk melakukan tindakan preventif sekaligus represif. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan patroli di lahan gambut dan memberikan edukasi masif kepada masyarakat.

“Kami minta Kepala Desa mendata seluruh sarana prasarana penanggulangan dan melapor ke Polsek atau Koramil. Kami juga tidak segan melakukan penindakan hukum melalui Satreskrim bagi pelaku pembakaran,” tegas AKBP Kadek Ary.

Kapolres Kubu Raya juga mengingatkan bahwa Rasau Jaya adalah wilayah penyangga objek vital nasional, yakni Bandara Internasional Supadio. Kabut asap dari wilayah ini dipastikan akan mengganggu aktivitas penerbangan jika tidak segera ditangani.

Kendala Sumber Air dan Status Lahan
Meski upaya pemadaman terus dilakukan, sejumlah kendala teknis masih membayangi. Camat Rasau Jaya, Supratman, S.K.M., mengakui bahwa minimnya sumber air di lokasi kebakaran menjadi hambatan utama petugas di lapangan.

Senada dengan hal itu, Kepala Desa Rasau Jaya Tiga, Tukiman, dan Kades Pematang Tujuh, Surjana, menyoroti persoalan status kepemilikan lahan.

“Banyak lahan kosong yang terbakar namun tidak diketahui pemiliknya. Ini menjadi kendala bagi perangkat desa saat terjadi kebakaran,” ungkap Tukiman.

Komitmen Bersama dan Mitigasi Berkelanjutan
Dandim 1207 Pontianak, Kolonel Inf Robbi Firdaus, menekankan pentingnya evaluasi sarana dan prasarana di tingkat desa yang selama ini dinilai kurang memadai. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat, hingga masyarakat, untuk berperan aktif.

“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran. Kita harus bahu-membahu. Masyarakat jangan hanya menjadi penonton, tapi harus menjadi bagian dari solusi pencegahan,” ujar Kolonel Inf Robbi Firdaus.

Sebagai penutup, Bupati Kubu Raya H. Sujiwo meminta seluruh perangkat kecamatan dan desa untuk melakukan pendataan pemilik lahan gambut yang belum dikelola. Sujiwo berharap langkah mitigasi yang terintegrasi ini dapat meminimalisir dampak bencana.

“Mari jadikan penanggulangan Karhutla ini sebagai tanggung jawab bersama. Laporkan segera setiap hambatan di lapangan agar solusi bisa cepat diambil. Semoga ikhtiar kita menjaga alam ini menjadi amal ibadah bagi kita semua,” pungkas Bupati Kubu Raya H. Sujiwo.

Hati-Hati layanan iklan pembuatan WEB dari STOEDIOLAMAN di Facebook Uang DP diterima Nomor di Blokir

0

Investigasi.in ◊ Jum’at 27 Maret 2026.

Jasa pembuatan Web yang bernama STOEDIOLAMAN Digital Solutions & Development yang di miliki BETA FARHAN HARTAWAN beralamat di BANJARNEGARA JAWA TENGAH sesuai alamat yang tertera pada invoice, berseliweran terpampang menjadi iklan di media sosial Facebook dan Instagram.

Tawaran yang diberikan sangat menarik dengan harga murah dan proses cepat 2-3 Hari selesai, Bapak Jefry selaku korban merasa tertarik pada saat melihat iklan tersebut dan langsung menghubungi no kontak yang tertera untuk melakukan pembuatan Web Portal Berita dan disepakati harga sebesar Rp. 350.000 sesuai invoice yang tertera, korban langsung mentransfer uang DP sebesar Rp. 175.000 ke nomor Rekening BCA a/n BETA FARHAN HARTAWAN sebagai bukti tanda jadi pembuatan Portal Web media Online.

Pada saat pihak STOEDIOLAMAN mengirimkan contoh link Web yang telah disepakati pada saat dilakukan pengecekan ada beberapa hal yang dipertanyakan oleh korban namun tidak dijawab dengan baik, dan berikutnya korban meminta untuk memberikan tutorial cara menjalankan/ meng operasional kantor Web yang telah di kirim namun jawaban dari pihak STOEDIOLAMAN sangat tidak baik.
Merasa kecewa akan pelayanan dari pihak STOEDIOLAMAN korban complaint namun bukannya dijawab malah nomor korban langsung di BLOKIR.
Untuk itu korban menghimbau kepada masyarakat agar ber hati-Hati dengan tawaran iklan yang tertera pada media sosial apapun “tuturnya”.

(JS)

Data Jadup Diduga Bermasalah, Warga Aceh Timur Mengamuk, Keuchik Tertekan”

0

 

Aceh Timur —Investigasi.in
Penyaluran bantuan banjir dari Kementerian Sosial Republik Indonesia di Kabupaten Aceh Timur memicu polemik besar di tengah masyarakat. Bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban korban justru menimbulkan keresahan karena dinilai tidak tepat sasaran dan tidak sesuai jumlah yang keluar didesa.

Sejumlah kepala desa (keuchik) di beberapa kecamatan, khususnya Darul Ihsan dan Idi Rayeuk, mengaku menjadi sasaran kemarahan warga. Hal ini dipicu oleh ketidaksesuaian antara data korban banjir yang diajukan dengan jumlah bantuan yang diterima di lapangan.

Warga menilai pembagian bantuan tidak adil. Banyak korban banjir yang tidak mendapatkan bantuan, sementara sebagian masyarakat yang terdata dan tidak terdampak justru terdata sebagai penerima.

“Data yang kami ajukan tidak sesuai dengan yang turun. Ini yang membuat masyarakat marah kepada kami,” ungkap salah satu keuchik.

Ia menjelaskan, di salah satu desa jumlah korban yang diusulkan mencapai 163 orang, namun bantuan yang terealisasi hanya untuk 23 orang. Sementara sisanya tidak jelas statusnya.

Kondisi serupa terjadi di Desa Kampung Jawa. Dari lebih 800 warga yang terdampak banjir, hanya sekitar 154 orang yang menerima bantuan. Ketimpangan ini memicu keresahan hingga ratusan warga mendatangi kantor desa untuk mempertanyakan kejelasan penyaluran bantuan.

Dalam beberapa kasus, situasi bahkan memanas. Warga mendatangi kantor keuchik dan melayangkan protes keras, sehingga aparatur desa merasa tertekan akibat tudingan yang diarahkan kepada mereka.

“Kami hanya menyampaikan data sesuai kondisi di lapangan, bukan yang menentukan siapa yang menerima bantuan Jadup (jatah hidup) Namun kami yang disalahkan,” ujar seorang keuchik dengan nada kecewa.

Para kepala desa berharap adanya kejelasan dari pemerintah daerah Kabupaten Aceh Timur terkait mekanisme penyaluran bantuan tersebut, termasuk transparansi data penerima serta kepastian apakah masih ada tahap penyaluran berikutnya.

Mereka juga meminta instansi terkait, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana, untuk memberikan penjelasan resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung konflik di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait polemik penyaluran bantuan yang telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan tersebut.

Para keuchik berharap persoalan ini segera diselesaikan secara terbuka dan transparan, agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat, terlebih menjelang dan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Sementara salah seorang warga meminta kepada pihak BNPB, BPBD Dinas Sosial serta pemkab Aceh Timur untuk mengkaji ulang perihal ini,kami semua terimbas banjir jangan adu domba kan masyarakat dengan bantuan yang tidak tempat sasaran setidaknya adil dan merata hingga masyarakat tidak ribut sesama warga.pungkasnya.

Polres Kubu Raya Segel Lahan Karhutla di Sungai Raya Dalam, Pasang Garis Polisi di 9 Titik

0

 

Pontianak Kalbar II investigasi.in

Kubu Raya– Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya kembali mengambil langkah tegas dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meresahkan. Pada Kamis (26/3/2026), petugas menyegel lahan luas yang terbakar di kawasan ujung Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat..

Penyegelan ini ditandai dengan pemasangan garis polisi (police line) oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kubu Raya. Langkah ini diambil untuk memastikan area tersebut steril dan mempermudah proses penyelidikan.

Instruksi Tegas Kapolres Kubu Raya
Wakapolres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni, yang turun langsung ke lokasi kebakaran menegaskan bahwa pemasangan garis polisi (police line) merupakan prosedur wajib dalam mengamankan dan mengunci tempat kejadian perkara (TKP).

Andri menyebutkan, langkah tersebut dilakukan berdasarkan perintah tegas dari Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, guna memastikan proses penyelidikan dapat berjalan dengan optimal tanpa gangguan dari pihak yang tidak berkepentingan.

“Printah tegas Bapak Kapolres tadi malam kami sudah melakukan pemasangan police line. Tujuannya jelas, untuk menjaga agar lahan ini tidak dikelola atau dikerjakan oleh pihak mana pun, termasuk pemiliknya, selama proses penyelidikan berlangsung,” ujar Kompol Andri di TKP.

Menurut Andri, langkah ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang serius. Satreskrim kini tengah mendalami apakah kebakaran hebat ini murni karena faktor alam yang ekstrem atau ada unsur kesengajaan demi pembukaan lahan secara instan.

Bidik Sembilan Titik Api
Hingga hari ini, tercatat sudah ada sembilan titik lokasi kebakaran lahan di wilayah hukum Polres Kubu Raya yang telah dipasangi garis polisi. Polres Kubu Raya tidak akan berhenti pada sekadar penyegelan; pemanggilan pemilik lahan kini menjadi prioritas utama.

“Satreskrim akan melakukan penyelidikan mendalam dan memanggil para pemilik lahan. Kami ingin mengungkap kebenaran di balik peristiwa ini. Mudah-mudahan dari sembilan lokasi yang sudah kami segel, dalam waktu dekat pelakunya bisa teridentifikasi,” tegasnya.

Kompol Andri juga mengingatkan bahwa sanksi bagi pelaku pembakaran lahan tidak main-main. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pelaku pembakar lahan terancam hukuman pidana penjara minimal lima tahun.

Panggilan untuk Menjaga Alam
Di balik upaya represif kepolisian, Kompol Andri menekankan bahwa kunci utama penanggulangan karhutla adalah kesadaran kolektif. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Kubu Raya untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelindung lingkungan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam kita. Karhutla adalah ancaman bagi kesehatan dan ekosistem kita semua. Jika melihat atau memiliki informasi terkait aktivitas pembakaran lahan, mohon segera lapor melalui hotline 110,” tutupnya.

Aksi sigap Polres Kubu Raya ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus menekan angka kebakaran lahan di wilayah yang setiap tahunnya menjadi langganan kabut asap tersebut.

 

Operasi Ketupat Kapuas 2026 Polda Kalbar Kamtibmas Dan Lalin Terjadi Penurunan 

0

 

Pontianak Kalbar II investigasi.in

PONTIANAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat resmi mengakhiri pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang berlangsung selama 13 hari, terhitung sejak 13 hingga 25 Maret 2026. Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta arus lalu lintas di wilayah hukum Polda Kalbar selama periode Lebaran tahun ini dinyatakan aman dan kondusif.

​Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat Kapuas 2026, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh Personel dan Masyarakat yang telah bekerja sama menjaga ketertiban.

​”Operasi Ketupat Kapuas 2026 telah terlaksana dengan sangat baik. Berdasarkan data evaluasi kami, terjadi penurunan angka gangguan kamtibmas maupun kecelakaan lalu lintas yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.”

“Hal ini menunjukkan tingkat kepatuhan Masyarakat dalam berkendara dan menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat,” Ujar Bambang dalam keterangan resminya. (Kamis, 26/3)

Data menunjukkan performa positif dalam pemeliharaan keamanan, dan gangguan Kamtibmas yang dilaporkan dan ditangani Polda Kalbar mengalami penurunan.

“Jika pada Operasi Ketupat Kapuas 2025 tercatat sebanyak 28 kasus, pada tahun 2026 ini angka tersebut berhasil ditekan sebesar 42,86%, yaitu menjadi 16 kasus. ”

“​Di sektor lalu lintas, tindakan terhadap pelanggaran juga menunjukkan tren menurun sebesar 44%. Tercatat hanya ada 94 penindakan pada tahun 2026, berkurang jauh dari tahun 2025 yang mencapai 167 penindakan. Hal ini mengindikasikan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas saat mudik semakin membaik.”

“​Aspek keselamatan jalan raya juga mencatatkan rapor hijau. Jumlah kecelakaan lalu lintas turun sebesar 29,73%, dari 96 kejadian pada tahun 2025 menjadi 66 kejadian pada tahun 2026.” Lanjut Bambang.

Penurunan angka kecelakaan ini berbanding lurus dengan turunnya kerugian materiil akibat kecelakaan.

​Pada tahun 2025, total kerugian materiil mencapai Rp234.500.000, sedangkan pada tahun 2026 angka tersebut turun drastis menjadi Rp117.500.000.

​Statistik Arus Mudik di Pintu Kedatangan dan Keberangkatan
​Selama periode Operasi Ketupat Kapuas 2026, Polda Kalbar juga mencatat tingginya mobilisasi masyarakat di berbagai pintu masuk Provinsi.

​Pintu masuk tersebut adalah Sektor Udara (Bandara)
​Kedatangan 71.969 penumpang, Keberangkatan 75.416 penumpang, dan Sektor Laut (Pelabuhan) Kedatangan 20.802 penumpang, Keberangkatan 28.472 penumpang, sedangkan Jalur Darat Antarnegara (PLBN/APBN), Kedatangan 28.013 orang, Keberangkatan 23.251 orang.

Polda Kalbar menghimbau Masyarakat untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

“Pastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima dengan mengecek kelayakan kendaraan, jangan paksakan diri jika lelah segera istirahat.”

“Patuhi aturan lalu lintas, waspada terhadap barang bawaan, hindari kendaraan yang melebihi kapasitas (over kapasitas), manfaatkan layanan Polisi di pos pengamanan terdekat.”

“Mari ciptakan perjalanan yang aman agar selamat sampai tujuan. Selamat mudik.” Pungkas Bambang.

#poldakalbar #opsketupatkapuas2026 #mudikamankeluargabahagia

Silahturahmi Kapolda Kalbar Dan Jajaran 1447 H

0

Kalimantan Barat.Silaturahmi Idul Fitri Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto beserta seluruh jajaran PJU Polda Kalbar berlangsung penuh kehangatan dan keberkahan.

Pertemuan penuh cinta ini menjadi momen istimewa dalam menyambung ukhuwah, dengan mengunjungi sosok yang sangat dicintai, Hubabah Annisa Alhaddad.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan peninjauan pembangunan Zawiyah Qur’an Hubabah Annisa Alhaddad yang menjadi pusat kegiatan dakwah dan pembinaan umat.

Kegiatan dilanjutkan di Rumah Makan Gratis Habib sebagai wujud nyata kepedulian sosial, berbagi kebahagiaan, serta menebar manfaat bagi masyarakat luas.

Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, dan menjadi amal kebaikan yang diridhai Allah SWT.

Polres Kubu Raya Dan Jajaran Terkait Bergerak Cepat Padam Api Yang Melahap Lahan Gambut 

0

 

Pontianak Kalbar II investigasi.in

Kubu Raya – Kabut asap tipis mulai membayangi langit Kabupaten Kubu Raya seiring munculnya sejumlah titik api di beberapa wilayah. Menanggapi situasi ini, jajaran Polres Kubu Raya bersama BNPB, TNI, Manggala Agni, dan stakeholder terkait bergerak cepat melakukan operasi pemadaman dan pendinginan intensif di titik-titik rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada Rabu (25/3/2026).

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan langkah ini diambil guna memastikan api tidak meluas (penyekatan) dan menghilangkan sisa-sisa panas di dalam tanah gambut (pendinginan) agar api tidak muncul kembali ke permukaan.

 

Karhutla di Sungai Raya: Puluhan Hektar Melalap Lahan Gambut Di Kecamatan Sungai Raya, personel Polsek Sungai Raya yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Hariyanto berjibaku melawan api di Desa Mekar Sari dan Desa Sei Asam. Di lokasi ini, diperkirakan sekitar 20 hektar lahan hangus terbakar.

“Kendalanya adalah minimnya sumber air di lokasi. Tim hanya menemukan satu titik air dengan debit yang sangat kecil, sementara jarak kebakaran ke pemukiman warga hanya berkisar 1.000 meter,” ujar Ade menerangkan, Kamis (26/3/2026).

Tak hanya di satu titik, api juga menyasar Desa Arang Limbung dengan total lahan terbakar mencapai 4,5 hektar, termasuk area di dekat fasilitas pendidikan SDN 5 dan SD 52 Sungai Raya. Di Parit Indah Sempurna, Desa Permata Jaya, tim gabungan bahkan harus melakukan penyekatan di lahan gambut kering seluas 3 hektar milik warga setempat agar api tidak merembet ke pemukiman yang berjarak 2 kilometer.

Rasau Jaya dan Batu Ampar: Angin Kencang dan Medan Berat bergeser ke Kecamatan Rasau Jaya, Polsek Rasau Jaya bersama tim pemadam dari PT PLD menghadapi tantangan serupa di Dusun Sangkar Mas. Vegetasi pakis yang kering dan struktur tanah gambut membuat api cepat merambat, ditambah tiupan angin kencang.

“Kami melakukan penyekatan agar api tidak masuk ke konsesi perusahaan maupun lebih dalam ke lahan masyarakat. Jarak sumber air yang mencapai 50 km menjadi tantangan tersendiri, namun personel di lapangan terus berupaya maksimal hingga malam hari,” ungkap Ade.

Sementara itu, di wilayah hukum Polsek Batu Ampar, pemantauan melalui aplikasi Brin Fire Hotspot dan Lancang Kuning mendeteksi dua titik panas di Desa Teluk Nibung dan Desa Padang Tikar. Tim segera dikerahkan ke titik koordinat tersebut untuk melakukan verifikasi dan penanggulangan dini.

Statmen Tegas Kapolres: “Tidak Ada Toleransi Bagi Pembakar Lahan!” Kasubsi Penmas Aiptu Ade, menegaskan,! bahwa Polres Kubu Raya tidak akan main-main dalam menyikapi fenomena karhutla ini dan ini perintah tegas Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika. Penyelidikan terhadap penyebab kebakaran di sejumlah titik kini tengah berjalan.

“Kami tegaskan, Polres Kubu Raya akan menindak tegas siapa pun yang terbukti dengan sengaja melakukan pembakaran lahan. Jangan mengorbankan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan demi kepentingan pribadi atau pembukaan lahan secara instan,” tegas Ade.

Ade menjelaskan bahwa proses pendinginan (cooling down) yang dilakukan personel di lapangan sangat krusial. Mengingat lahan di Kubu Raya didominasi gambut, api seringkali masih tersimpan di bawah permukaan tanah meskipun di atas terlihat sudah padam.

Mengajak Masyarakat Menjadi ‘Benteng’ Terdepan
Di akhir keterangannya, pihak Kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memiliki rasa tanggung jawab bersama.

“Karhutla bukan hanya urusan polisi atau pemadam kebakaran, ini adalah tanggung jawab kita semua. Kami menghimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat titik api sekecil apa pun dan tidak lagi menggunakan metode bakar untuk membersihkan lahan,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah personel masih disiagakan di lokasi-lokasi terdalam untuk memantau situasi dan memastikan kepulan asap benar-benar hilang.

  1. Penulis : Humas_cpt_ltr2002
    Editor : Aiptu Ade
    follow up : web resmi Polres Kubu Raya (tbnewspolreskuburaya.id)
    Call Centre : 110

Pangdam XII/Tpr Hadiri Halalbihalal di Keraton Kadariyah

0

 

 

 

Pontianak Kalbar  II investigasi.in

Pontianak –  Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menghadiri acara Halalbihalal yang digelar oleh Sultan Pontianak IX, Syarif Mahmud Melvin Alqadri, di Istana Kadariyah, Kota Pontianak, Rabu (25/3/2026).

 

​Kehadiran jenderal bintang dua tersebut disambut hangat oleh keluarga besar Kesultanan Pontianak. Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi antara institusi TNI, pemerintah daerah, dan tokoh adat di wilayah Kalimantan Barat.

 

​Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi pasca-Lebaran, melainkan fondasi penting dalam menjaga harmoni dan stabilitas sosial di Kalimantan Barat.

​”Sinergitas antara TNI, tokoh masyarakat, dan lembaga adat seperti Kesultanan Pontianak adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Kami sangat mengapresiasi peran Keraton Kadariyah dalam merajut persatuan di tengah keberagaman,” ujar Pangdam.

​Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat, tokoh lintas agama, serta sejumlah pemuka masyarakat. Pertemuan tersebut juga diwarnai dengan dialog santai mengenai pelestarian nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa.

​Dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan kerja sama antara Kodam XII/Tpr dengan seluruh elemen masyarakat semakin solid demi kemajuan dan keamanan Bumi Khatulistiwa. (Pendam XII/Tpr)

Indonesia Muda Football Academy (IMFA)

0

 

Pontianak Kalbar II investigasi.in

Semarang Jawa Tengah – Haji Yamanto (Pemilik) Akademi Sepak Bola IMFA resmi membuka pendaftaran bagi para calon pemain muda potensial yang ingin mengembangkan kemampuan di dunia sepak bola.

Menurutnya Program ini ditujukan untuk anak-anak dan remaja yang memiliki minat serta potensi dalam olahraga sepak bola kepada Tim investigasi.in melalui telepon dan WhatSApp.

Pendaftaran dibuka mulai bulan April sd Juni 2026  dan terbuka untuk kelompok usia [ isai SLTP, usia SLTA dan usia Universitas ( lulusan SLTA)  Akademi ini menawarkan program pelatihan yang terstruktur, didukung oleh pelatih berpengalaman serta kurikulum yang dirancang untuk meningkatkan teknik, taktik, dan mental bertanding para peserta.

IMFA menempati lahan seluas 1 hektar. Ada 3 bangunan asrama untuk masing-masing kelompok umur yg  berbeda.

IMFA juga memiliki Masjid sendiri yang disebut Masjid IMFA sebagai kawah candradimuka pembinaan pilar pertama yaitu pendidikan agama dan budi pekerti.

Terdapat juga 2 bh Lapangan mini soccer sintetis milik sendiri,  Ruang Classroom besar, kolam renang dan masih banyak lagi fasilitas tersedia. Layanan antar jemput, renang 2 mgg 1x, hafalan qur’an bagi muslim dll

*Wilayah pendidikan* di IMFA termanifestasikan dalam 4 pilar IMFA berdasarkan skala prioritas :

Agama , Sepakbola, Sekolah dan  Life Skill dengan parameter pendidikan di IMFA termanifestasikan dalam 3 penilaian di IMFA berdasarkan  Afektif, Kognitif dan Psikomotorik,”ungkap Yamanto.

Untuk lebih mengenal IMFA bisa kunjungi instagram @indonesiamudagootballacademy

Hotline pendaftaran di no 0812-4555-362