Beranda blog Halaman 32

Aksi aspirasi warga Banyuwangi ke jakarta dipastikan IWB tempuh jalur resmi di Tengah Sorotan Publik ta

0

Investigasi.in | BANYUWANGI – Gelombang aspirasi warga Banyuwangi dipastikan akan bermuara ke ibu kota. Komunitas Info Warga Banyuwangi (IWB) menegaskan rencana aksi pada 26 April 2026 di Jakarta bukan sekadar wacana, melainkan langkah terukur yang telah melalui prosedur resmi.

 

Pihak IWB menyebutkan, surat pemberitahuan aksi telah dilayangkan dan diterima oleh aparat, termasuk Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya. Hal ini menjadi penegasan bahwa kegiatan tersebut berada dalam koridor hukum dan mengikuti mekanisme yang berlaku.

 

Di tengah kesiapan itu, respons publik mulai bermunculan. Sebagian pihak mempertanyakan urgensi aksi hingga harus digelar di pusat pemerintahan, mengingat potensi dampaknya terhadap ketertiban umum dan aktivitas masyarakat luas.

 

Ketua IWB, Abi Arbain, tidak menampik adanya kritik tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan akumulasi dari berbagai aspirasi masyarakat yang selama ini dinilai belum tersalurkan secara optimal.

 

“Ini bukan keputusan mendadak. Ada proses panjang yang kami lalui. Aspirasi yang berkembang di masyarakat perlu ruang yang lebih luas untuk didengar,” ujarnya.

 

Ia juga memastikan bahwa aspek ketertiban menjadi perhatian utama. IWB, kata dia, telah menyiapkan langkah antisipatif dengan menekankan kedisiplinan peserta serta menjalin komunikasi intensif dengan aparat keamanan.

 

“Kami ingin aksi ini berjalan damai dan tertib. Tidak ada ruang untuk tindakan anarkis. Ini tentang menyampaikan aspirasi, bukan menciptakan masalah baru,” tegasnya.

 

Sementara itu, sejumlah kalangan menilai penyampaian aspirasi melalui dialog dan jalur formal seharusnya lebih diutamakan dibanding mobilisasi massa. Menanggapi hal ini, Abi menilai aksi terbuka justru menjadi pelengkap dari upaya komunikasi yang telah dilakukan sebelumnya.

 

“Dialog tetap kami tempuh. Aksi ini adalah bentuk penguatan, ketika jalur yang ada belum cukup memberikan ruang,” jelasnya.

 

Ia juga menekankan bahwa substansi tuntutan menjadi prioritas utama, bukan sekadar besaran massa yang terlibat.

 

“Kami tidak mengejar jumlah. Yang penting pesan yang kami bawa bisa dipahami dan ditindaklanjuti,” imbuhnya.

 

Terkait lokasi aksi yang belum diungkap secara rinci, IWB menyebut hal tersebut sebagai bagian dari pertimbangan teknis dan keamanan di lapangan. Langkah ini diambil untuk menjaga efektivitas koordinasi selama kegiatan berlangsung.

 

Rencana aksi ini menjadi potret dinamika demokrasi dari daerah menuju pusat. Di satu sisi, ia merupakan hak konstitusional warga negara. Namun di sisi lain, tuntutan akan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi tetap menjadi perhatian bersama.

 

IWB pun mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, menghindari provokasi, dan mengedepankan cara damai. Aparat kepolisian juga terus melakukan koordinasi guna memastikan aksi berjalan aman, tertib, serta sesuai ketentuan yang berlaku.(tim)

Pengajian Rutin Jadi Ruang Silaturahmi Polsek Pantee Bidari dan Masyarakat

0

 

Aceh Timur-Investigasi.in

Pengajian rutin yang digelar di Masjid Baiturrahim, Gampong Meunasah Teungoh, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (19/04/2026) malam, menjadi wadah mempererat silaturahmi antara aparat kepolisian dan masyarakat.

 

Kanit Binmas, Aipda Faisal, S.H., bersama personel Polsek Pantee Bidari lainnya turut hadir dalam kegiatan keagamaan tersebut bersama warga setempat. Kehadiran polisi dalam kegiatan ini tidak hanya untuk mengikuti pengajian, tetapi juga sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat.

 

Pengajian dipimpin oleh Tgk. H. Muhammad Sufi dari Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Dalam suasana khidmat, jamaah mengikuti tausiah yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

 

Selain mengikuti rangkaian kegiatan, Polsek Pantee Bidari juga turut membantu menyediakan air mineral dan kue sebagai konsumsi bagi para jamaah. Hal ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang hadir.

 

Kapolsek Pantee Bidari, Iptu Irwan Hadi Sagala, S.A.B., mengatakan bahwa kehadiran personel Polri dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari upaya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.

 

“Melalui kegiatan seperti pengajian ini, anggota kami bisa lebih dekat dengan warga. Ini penting untuk membangun kepercayaan serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Irwan.

 

Menurut dia, pendekatan humanis melalui kegiatan sosial dan keagamaan menjadi salah satu strategi kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Pantee Bidari.

 

Warga berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara masyarakat dan aparat keamanan.

Babinsa Desa Ratu Sepudak Bersama Warga Gotong Royong Timbun Jalan Berlubang

0

Sambas – Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas dan keselamatan pengguna jalan, Babinsa Desa Ratu Sepudak bersama warga setempat melaksanakan kegiatan gotong royong penimbunan jalan berlubang di wilayah Desa Ratu Sepudak, Kec. Galing, Kab. Sambas, Minggu (19/04/26).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Babinsa sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur jalan yang mulai rusak dan berpotensi membahayakan masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.

Babinsa Desa Ratu Sepudak Koramil 1208-07/Teluk Keramat Kopda Asban mengatakan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan wujud kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam mengatasi kesulitan di wilayah. “Dengan semangat kebersamaan, kita berupaya memperbaiki jalan yang berlubang agar lebih aman dan nyaman dilalui,” ujarnya.

Warga setempat menyambut baik kegiatan tersebut dan turut berpartisipasi secara aktif dengan membawa peralatan serta material seadanya untuk menimbun jalan yang rusak.
Selain memperbaiki kondisi jalan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi antara Babinsa dan masyarakat serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.

Diharapkan, dengan adanya perbaikan sementara ini, akses transportasi warga menjadi lebih lancar dan dapat menunjang aktivitas sehari-hari, sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan di jalan tersebut (Pendam XII/Tpr).

Wabup Kubu Raya Sukiryanto Resmi Melepas Peserta Jalan Sehat

0

 

Pontianak Kalbar II investigasi.in

Kubu Raya – Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, secara resmi membuka kegiatan jalan sehat yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Jalan Arteri Supadio, Sungai Raya, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Rektor UNU Kalbar Prof. Dr. Sukino, M.Ag, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan, Kamaludin, S.Ag, Anggota DPRD Provinsi Kalbar Mulyadi Tawik, S.Ag, Anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, Hj. Maimunah, SE, H. Rusdi, Sekretaris DPW PKB Kalbar H. Irsan, S.Ag, perwakilan IAIN Pontianak Prof. Dr. Zainudin, M.Si, Ketua Fatayat NU Kalimantan Barat Umy Marzukoh, S.Ag, Kepala Cabang Bank Kalbar Kubu Raya Teguh, serta civitas akademika UNU Kalbar.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan dinilai sebagai momentum positif untuk memperkenalkan kampus kepada masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Sukiryanto menyampaikan apresiasi serta dukungan terhadap kegiatan yang menggabungkan olahraga dan edukasi tersebut.

Menurutnya, jalan sehat seperti ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam memperkenalkan dunia pendidikan kepada masyarakat.

“Ini momen yang sangat baik. Selain menjaga kesehatan, masyarakat juga bisa lebih mengenal UNU Kalbar—mulai dari keberadaan kampus hingga perannya dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan ruang terbuka publik untuk kegiatan positif seperti ini perlu terus didorong, selama tidak berbenturan dengan agenda lainnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dinilai mampu mendekatkan kampus dengan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat, Prof. Dr. Sukino, M.Ag, menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan berbagai program unggulan yang dimiliki UNU Kalbar.

“Kami ingin UNU Kalbar hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal dan percaya untuk melanjutkan pendidikan di UNU Kalbar,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah.

Selain itu, Anggota Dewan Energi Nasional, Dr. Muhammad Kholid Syeirazi, M.Si, turut memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mendorong kemajuan daerah.

“Kampus memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, tidak hanya di bidang pendidikan tetapi juga dalam isu-isu penting seperti energi dan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk memperkuat kedekatan tersebut,” ujarnya.

Kegiatan jalan sehat ini sendiri merupakan bagian dari rangkaian tiga agenda besar yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat, yakni ramah tamah bersama tokoh dan masyarakat, Seminar Nasional, serta ditutup dengan kegiatan jalan sehat sebagai puncak acara.

Sukiryanto berharap, melalui kegiatan jalan sehat ini, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat semakin dikenal luas dan menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam melanjutkan pendidikan, baik di Kubu Raya maupun di seluruh Kalimantan Barat.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi momen terbaik untuk memperkenalkan UNU Kalbar ke masyarakat luas,” pungkasnya.

 

Wabup Aceh Timur T Zainal Abidin Hadiri Resepsi Pernikahan Putra Kajati Aceh 

0

 

 

Aceh Timur —Investigasi.in

Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H., menghadiri resepsi pernikahan drh. Sultan Muhammad Pasya dengan Nanda Ayyasy Shalihah, S.H., yang digelar di The Pade Hotel, Sabtu (18/4/2026).

 

Sultan Muhammad Pasya merupakan putra pertama dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Yudi Triadi, S.H., M.H., bersama Ibu Juraida, S.Ikom. Sementara itu, Nanda Ayyasy Shalihah merupakan putri keempat dari pasangan Irwansyah, S.H., M.H., dan Ibu Khadijah, S.H.

 

Kehadiran Wakil Bupati Aceh Timur dalam acara tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta masyarakat.

 

Acara resepsi berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati turut menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada kedua mempelai agar senantiasa diberikan kebahagiaan dan keharmonisan dalam membina rumah tangga.

 

 

 

 

 

Satlantas Polres Kubu Raya Siap Operasikan ETLE Mobile Handheld

0

 

Pontianak Kalbar II investigasi.in Kubu Raya – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) terus bertransformasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan ketertiban di jalan raya. Sebagai langkah nyata moderenisasi penegakan hukum, Satlantas Polres Kubu Raya kini bersiap mengimplementasikan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) berbasis Mobile Handheld.

Langkah inovatif Kepolisian ini diambil untuk memperluas jangkauan pengawasan lalu lintas, terutama di titik-titik rawan pelanggaran yang belum terjangkau oleh kamera ETLE statis atau permanen.

Memperkuat Pengawasan di Titik Buta. Kehadiran ETLE Mobile Handheld menjadi solusi atas tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur kamera statis khusunya di Kabupaten Kubu Raya.

Perangkat ini memungkinkan petugas di lapangan untuk tetap melakukan pengawasan secara dinamis.

Sistem kerja perangkat ini terintegrasi langsung dengan aplikasi ETLE Presisi.

Petugas kepolisian yang berpatroli cukup memotret pelanggaran lalu lintas menggunakan perangkat khusus tersebut. Secara instan, data dan bukti foto pelanggaran akan terkirim secara real-time ke pusat data (Back Office) sistem pusat nasional untuk proses verifikasi dan validasi.

Tahap Uji Coba dan Sosialisasi
Meski teknologi ini siap dioperasikan, Polres Kubu Raya menegaskan bahwa saat ini penggunaan ETLE Mobile Handheld masih dalam tahap uji coba serta sosialisasi masif kepada masyarakat luas.

Hal ini bertujuan agar warga Kabupaten Kubu Raya memahami mekanisme baru tersebut dan tidak terkejut saat sistem mulai diberlakukan secara penuh.

Kasat Latantas Polres Kubu Raya, Iptu Judi Effendhy melalui Kasubsie Penmas Aiptu Ade, menyampaikan pernyataan resmi terkait kesiapan Satuan Lalu Lintas Polres Kubu Raya.

“Sistem ETLE Mobile Handheld ini adalah wujud kehadiran Polri dalam memanfaatkan teknologi demi mewujudkan tertib berlalu lintas yang lebih transparan dan akuntabel.

Kami tidak ingin sekadar menindak, namun lebih kepada mengedukasi masyarakat bahwa pengawasan kini hadir di mana saja, tidak terbatas pada satu titik,” terang Ade, Jumat (17/4/2026).

Ade menambahkan bahwa selama masa uji coba, fokus utama petugas adalah memberikan pemahaman kepada pengendara mengenai jenis-jenis pelanggaran yang dapat terekam oleh kamera genggam tersebut.

Imbauan Keselamatan Berkendara
Sejalan dengan misi menekan angka kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) dan meminimalisir pelanggaran,

Satlantas Polres Kubu Raya mengeluarkan poin-poin imbauan bagi seluruh pengguna jalan:

Patuhi Rambu dan Marka: Keselamatan dimulai dari kepatuhan diri sendiri terhadap aturan yang ada.

Kelengkapan Berkendara: Gunakan helm standar SNI bagi pemotor dan sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil.

Hormati Pengguna Jalan Lain: Hindari berkendara dengan kecepatan tinggi dan jaga jarak aman.

Budaya Malu Melanggar: Jadikan tertib berlalu lintas sebagai kebutuhan, bukan karena takut pada petugas atau kamera.

“Kami berharap dengan hadirnya teknologi ETLE Mobile ini, angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Kubu Raya dapat ditekan secara signifikan.

Mari kita ciptakan ruang jalan yang aman dan nyaman bagi semua,” tutup Ade.

  1. Hadirnya inovasi ini menunjukkan komitmen Pemerintah melalui Polri untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, memastikan keamanan publik, dan membangun budaya berkendara yang lebih beradab di era digital.

Dunia Pers Berduka,Segenap Tim jurnalis Media Investigasi.in Provinsi Bengkulu Turut Berduka.

0

Investigasi.in~Kepahiang-Bengkulu.

Dunia Pers berduka “kehilangan Tokoh  brilian Wartawan senior yang setiap saat mengedukasi insan Pers

Tim jurnalis media investigasi.in”
Provinsi Bengkulu turut berduka cita atas Meninggal dunia Bpk. (Zulmansyah Sekedang) selaku Sekjen PWI Pusat”
pada hari sabtu 18/04/2026.

Menurut Informasi yang diterima dari kel rekan sahabat Menghembuskan napas terakhir di RS Budi kemulian jakarta”kepergiaan salah satu pemerhati penting ditubuh organisasi wartawan tertua di indonesia” Dewan Pers yang berkantor di kebon sirih ‘Jakarta pusat.

Prihal ini salah satu duka yang mendalam dari kalangan khususnya insan pers Keluarga besar PWI diSeluruh indonesia menyampaikan belasungkawa yang mendalam mereka”Mengenang sosok alm (Zulmansyah Sekedeng) yang memiliki dedikasi tinggi dan professionalme dan memperkuat solideritas diorganisasi kewartawanan diIndonesia.

Penulis~A.Perlis

Tiket Seru Ancol Satu Mobil Rame-Rame Harga Flat

0

Jakarta – Investigasi.In – 17 April 2026 Ada kabar seru buat kamu yang ingin liburan hemat ke Ancol bersama keluarga, saudara, atau teman-teman. Mulai 15 April 2026, pengunjung bisa menikmati harga hemat masuk Ancol hanya Rp120.000 per mobil.

 

Program Promo ini berlaku untuk mobil pribadi non-komersial, jadi cocok banget buat kamu yang ingin datang rame-rame dalam satu kendaraan. Berapa pun jumlah orang di dalam mobil, harganya tetap Rp120.000 per mobil. Dengan harga ini, liburan ke Ancol jadi terasa lebih hemat, praktis, dan menyenangkan untuk dinikmati bersama orang-orang terdekat.

 

Datang ke Ancol rame-rame memang selalu lebih seru. Selain suasananya lebih menyenangkan, biayanya juga jadi lebih hemat ketika datang dalam satu mobil. Karena itu, program harga hemat Ancol ini bisa jadi pilihan tepat untuk kamu yang ingin. quality time tanpa harus mengeluarkan biaya lebih besar.

 

Ajak keluarga untuk menikmati suasana pantai, ajak saudara untuk jalan santai sore, atau

 

ajak teman-teman untuk seru-seruan bersama di kawasan Ancol. Dengan satu harga flat

 

per mobil, rencana liburan jadi lebih simpel dan tetap ramah di kantong.

 

Syarat dan Ketentuan:

 

1. Berlaku mulai: 15 April 2026

2. Jam masuk: mulai pukul 15.00 WIB

3. Akses masuk: Jalur 5 dan 6 Pintu Timur Ancol

4. Pembayaran: menggunakan kartu elektronik (Flazz, E-Money, Brizzi, TapCash,etc)

5. Khusus untuk: mobil pribadi non-komersial

 

Yuk, rencanakan liburan hemat ke Ancol mulai 15 April 2026 dan ajak rame-rame orang tersayang dalam satu mobil. Pastikan kamu datang sesuai jam dan jalur yang telah ditentukan agar bisa menikmati program ini dengan lebih nyaman!

 

 

TNI dan Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Korban Helikopter PK-CFX di Sekadau

0

Pontianak Kalbar II investigasi.in

Sekadau – Di bawah komando langsung Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., prajurit TNI bersama tim SAR gabungan berhasil menuntaskan misi kemanusiaan evakuasi korban kecelakaan Helikopter PK-CFX.

 

Proses evakuasi yang berlangsung dramatis ini dilakukan dengan menyusuri medan hutan rimba dan perbukitan terjal di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Jumat (17/4/2026) dini hari.

​Misi evakuasi dimulai tepat pukul 00.04 WIB dari titik jatuh pesawat di Bukit Puntak, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang. Mengingat kondisi geografis yang ekstrem dan tidak adanya akses kendaraan, para prajurit TNI bersama tim gabungan terpaksa mengevakuasi 8 jenazah (2 kru dan 6 penumpang) dengan cara dipikul secara manual berjalan kaki menembus kegelapan hutan.

​Danrem 121/Abw, yang memantau langsung proses di lapangan didampingi Dandim 1204/Sanggau dan Wadan Yonif TP 833/BD, menegaskan bahwa prioritas utama adalah membawa seluruh korban kembali dalam waktu secepat mungkin meski terkendala medan.

​”Medan yang kami hadapi sangat menantang, berupa perbukitan curam dan hutan lebat. Tidak ada jalur kendaraan, sehingga seluruh kantong jenazah harus dipikul secara manual oleh personel di lapangan sejauh berkilo-kilometer hingga sampai ke posko,” ujar Danrem 121/Abw.

​Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 6,5 jam melalui jalur darat yang melelahkan, rombongan evakuasi akhirnya tiba di Posko Tim SAR Gabungan di Gereja Katolik Santo Yohanes, Dusun Gandis, pada pukul 06.30 WIB. Selain jenazah, tim juga berhasil mengamankan barang-barang milik korban serta instrumen penting Black Box (kotak hitam) untuk keperluan investigasi lebih lanjut.

​Setibanya di posko, delapan jenazah langsung dipindahkan ke dalam delapan unit ambulans untuk dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak. Proses pergeseran jenazah ini mendapatkan pengawalan ketat dari personel Sub Pom Sanggau dan Satlantas Polres Sekadau guna memastikan kelancaran hingga ke kota tujuan.

​Meskipun evakuasi berlangsung aman, pihak berwenang mencatat bahwa kendala geografis menjadi faktor utama durasi evakuasi yang cukup lama. Terkait penyebab jatuhnya helikopter, hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. Hipotesis sementara mengarah pada faktor cuaca atau kendala teknis, namun kepastian hukum akan menunggu hasil pembacaan data dari Black Box yang telah diamankan.

​Operasi ini melibatkan sinergitas kuat antara TNI (Korem 121/Abw, Kodim 1204/Sanggau, Yonif 642/Kps, Yonif TP 833/BD), Polri (Polres Sekadau), dan Basarnas Sanggau, sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam penanganan darurat bencana dan kecelakaan udara. (Pendam XII/Tpr)

Kasus Hukum Ferdinandus Dhosa Berpotensi Dihentikan, Satu Pihak Nyatakan Damai

0

INVESTIGASI.IN # Denpasar – Bali || Thobias Dega (52) akhirnya memilih jalan damai setelah sebulan berjibaku dengan kasus penganiayaan yang menimpanya.

Thobias Dega merupakan warga Desa Labolewa yang pada 14 Maret 2026 lalu ia bersama Kades Labolewa, Valentinus Nusa melaporkan Ferdinandus Dhosa, atas dugaan penganiayaan ke Mapolres Nagekeo.

Namun, di tengah polemik atas dua laporan tersebut, Thobias justru memilih menghentikan konflik dengan membuka pintu maaf kepada Ferdinandus sebelum polisi meningkatkan status hukum terhadap masalah itu ketahap penyidikan.

Pada Rabu, 16 April 2026 kemarin, puluhan keluarga Ferdinandus mendatangi rumah Thobias dengan membawa beberapa ekor ternak dan perlengkapan lain sebagai simbol permohonan maaf. Permohonan tersebut diterima dengan ikhlas oleh keluarga Thobias.

Berbeda dengan Thobias, Kepala Desa Labolewa, Valentinus Nusa, masih bersikeras untuk tetap mempidanakan Ferdinandus. Saat ini, Valentinus juga telah didampingi pengacara dalam menempuh jalur hukum untuk mempidanakan Ferdinandus.

Kasus yang menjerat Ferdinandus bermula dari beberapa ekor ternak sapi milik sang Kades yang masuk dan memakan padi di sawah milik Ferdinandus. Saat itu, Ferdinandus belum mengetahui secara pasti pemilik ternak tersebut, sehingga ia memasang jerat di area sawahnya.

Akibatnya, satu ekor sapi tertangkap jerat yang dipasang Ferdinandus. Ia sempat menduga sapi tersebut milik Thobias Dega, sehingga ia menjemput Thobias untuk memastikan kepemilikannya. Namun, di lokasi kejadian, Valentinus Nusa hadir dan mengakui bahwa sapi tersebut adalah miliknya.

Setelah mengetahui hal itu, Ferdinandus mengaku hanya ingin memberi pelajaran kepada sang Kades sebagai pemilik ternak yang kerap membiarkan sapinya berkeliaran dan merusak tanaman warga.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Pada tahun-tahun sebelumnya, ternak milik Kades disebut sering merusak tanaman warga Desa Labolewa.

Ferdinandus mengaku sempat berniat melaporkan kejadian itu ke Kantor Desa. Namun, ia mengurungkan niatnya karena menilai tidak akan mendapatkan keadilan, mengingat pihak yang menegakkan Peraturan Desa (Perdes) tentang penertiban ternak sekaligus sebagi pihak yang akan menerima laporannya adalah Valentinus Nusa sendiri yang tak lain ialah pemilik ternak.

Dengan amarah yang memuncak, Ferdinandus menolak membunuh ternak karena dianggap hewan yang tak berakal budi dan lebih memilih untuk memberi pelajaran kepada Valentinus. Saat berhadapan dengan Valentinus, ia kemudian mendorong sang Kades hingga terjatuh.

“Saya tidak pukul, saya hanya dorong saja sampai Bapak Desa jatuh,” ujar Ferdinandus.

Namun, tindakan tersebut dianggap sebagai penganiayaan berat oleh keluarga sang Kades.
Apalagi kasus ini juga diperkeruh oleh adik sang Kades, Gabriel Penga, seorang Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Nagekeo yang secara mengejutkan mengaku sebagai wartawan dan mulai menulis pemberitaan yang dinilai Ferdinandus tidak sesuai fakta dan sarat akan benturan kepentingan.

Ferdinandus menilai sikap Gabriel dilatarbelakangi alasan politis, mengingat pada tahun 2024 keduanya sama-sama maju sebagai calon Legislatif dari Partai berbeda di daerah pemilihan dan basis suara yang sama.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Fajar E. Cahyono saat dikonfirmasi mengaku telah mengetahui adanya perdamaian antara Thobias dan Ferdinandus melalui media massa.

Ia juga mendukung penyelesaian melalui mekanisme restorative justice (RJ) secara budaya seperti yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

“Kita tinggal menunggu adanya surat perdamaian antara mereka. Masing-masing pihak juga harus menyampaikan pernyataan damai di hadapan penyidik,” ujar Iptu Fajar. (Bung)