Beranda blog Halaman 12

Jaga Silaturahmi Bersama Aparatur Desa, Babinsa Hadiri Pelantikan Kadus Wilayah Binaan

0

 

Sambas – Dalam rangka menjaga hubungan silaturahmi dan mempererat sinergitas bersama aparatur Desa, Babinsa menghadiri kegiatan pelantikan Kepala Dusun di wilayah binaannya, Desa Sungai Nyirih, Kec. Jawai, Kab. Sambas, yang berlangsung dengan penuh khidmat dan tertib, Senin (25/05/26).

Kehadiran Babinsa pada kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap penyelenggaraan pemerintahan Desa serta upaya memperkuat komunikasi sosial bersama perangkat Desa dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Babinsa Serka Asmoi menyampaikan ucapan selamat kepada Kepala Dusun yang baru dilantik dan berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan desa serta kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami akan terus menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik bersama pemerintah desa guna menciptakan situasi yang aman, nyaman dan kondusif di wilayah binaan,” ujar Babinsa Serka Asmoi.

Kegiatan pelantikan tersebut turut dihadiri oleh perangkat Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama serta masyarakat setempat yang memberikan dukungan dan harapan kepada Kepala Dusun yang baru dilantik agar mampu menjalankan tugas dengan baik.

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447H, Semangat Berqurban Dalam Arah Transformasi Ancol

0

JAKARTA , Investigasi.In  —  Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menghadirkan rangkaian kegiatan religius dan sosial yang mengusung tema “Semangat Berqurban Dalam Arah Transformasi Ancol”, Momentum ini dimanfaatkan perusahaan untuk memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, serta kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Perayaan Idul Adha tahun ini dipusatkan di kawasan Pantai Lagoon Ancol melalui pelaksanaan Sholat Idul Adha berjamaah yang akan digelar pada Rabu, 27 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.

Kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat umum, pengunjung, maupun karyawan Ancol sebagai bagian dari upaya mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah semangat transformasi perusahaan.

Dalam pelaksanaannya, sholat Idul Adha akan dipimpin oleh Imam Masjid Baiturrahman Ancol, Taufiqurrahman, sementara khutbah akan disampaikan oleh Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis.

Tak hanya menghadirkan kegiatan ibadah, Ancol juga menegaskan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial melalui program penyaluran hewan kurban kepada masyarakat kurang mampu, lembaga sosial keagamaan, hingga mitra yang berada di sekitar kawasan wisata Ancol.

Program tersebut disebut menjadi bagian dari langkah perusahaan membangun hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar sekaligus memperkuat nilai empati dan gotong royong yang selama ini menjadi budaya perusahaan.

Manajemen Ancol menilai semangat berkurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah tahunan, tetapi juga simbol pengorbanan, keikhlasan, dan komitmen bersama dalam menghadapi perubahan serta mendorong keberlanjutan perusahaan di masa mendatang.

Melalui kegiatan Idul Adha ini, Ancol berharap tercipta energi positif yang mampu memperkuat sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan penuh keberkahan.

*SBM Pertamina: Jika Ada Unsur Pidana dalam Kasus BBM Viral, Akan Diserahkan ke Polisi*

0

Pontianak, 25 Mei 2026

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas distribusi energi dan memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan serta tepat sasaran.

Menanggapi video yang beredar di media sosial terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi di wilayah Kalimantan Barat, Pertamina Patra Niaga bergerak cepat melakukan investigasi bersama pihak terkait guna menelusuri dugaan pelanggaran tersebut.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran dalam proses distribusi BBM, khususnya BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat.

“Apabila terbukti terdapat pelanggaran, awak mobil tangki (AMT) yang terlibat akan dikenakan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja sesuai ketentuan perusahaan. Selain itu, Pertamina juga akan menjatuhkan sanksi administratif kepada perusahaan transportir yang menaungi kendaraan tersebut,” tegas Edi.

Pertamina juga berkoordinasi dan melaporkan hal tersebut kepada aparat penegak hukum guna mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami memastikan setiap dugaan penyimpangan akan diproses secara serius. Distribusi BBM merupakan layanan publik yang harus dijalankan sesuai prosedur, tepat sasaran, dan sesuai peruntukannya,” lanjutnya.

Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan dan penyaluran BBM di wilayah Kalimantan Barat tetap berjalan normal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Penguatan pengawasan distribusi juga terus dilakukan melalui koordinasi bersama aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta implementasi Program Subsidi Tepat menggunakan QR Code.

Pertamina Patra Niaga turut mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam pengawasan distribusi BBM serta mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya, serta selalu mengonfirmasi informasi yang diterima melalui sumber resmi.

Sementara itu, di tempat terpisah, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina, M. Fadlan, menyampaikan bahwa tim Pertamina telah turun langsung ke lokasi untuk menyelidiki video viral tersebut.

“Kalau terbukti dan ada unsur pidananya akan diserahkan ke polisi. Kalau SPBU-nya terlibat, kita akan tindak tegas,” ungkapnya.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan pembongkaran BBM dari mobil tangki merah putih ke mobil tangki biru di kawasan permukiman yang sepi. Dalam video tersebut tampak area sekitar hanya dipenuhi pepohonan.

BBM tersebut diduga akan dijual kembali ke pihak lain dengan harga industri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, BBM itu disebut-sebut berkaitan dengan seorang pengusaha tempat hiburan malam berinisial AT.

Namun demikian, dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan dan belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait keterlibatan pihak tertentu.(Meldianto)

SMPN 7 Pontianak Utara Gelar Pelepasan Kelas IX Secara Sederhana dan Penuh Makna

0

Pontianak Utara – SMP Negeri 7 Pontianak Utara menggelar acara pelepasan peserta didik kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 dengan mengusung tema “Melangkah dengan Ilmu, Bertumbuh dalam Adab, Menyongsong Masa Depan Keyakinan Unggul Beradab”. Kegiatan berlangsung sederhana di lingkungan sekolah sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Kota Pontianak.acara di awali dengan tarian tarian kreatif dari anak anak murid serta acara demi acara dengan MC Dedy Ban dalam senin,(25/5)

Kepala SMP Negeri 7 Pontianak, Siti Widya Lestari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan pelepasan siswa dilakukan berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan Kota Pontianak yang mengimbau agar kegiatan perpisahan dilaksanakan secara sederhana di sekolah tanpa membebani finansial orang tua murid.
“Walaupun sebelumnya ada keinginan dari sebagian orang tua maupun siswa untuk melaksanakan perpisahan di gedung, namun kita tetap harus patuh terhadap himbauan Dinas Pendidikan Kota Pontianak,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan pelepasan di lingkungan sekolah tidak mengurangi makna kebersamaan dan kenangan bagi para siswa kelas IX yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun.
Dalam pesannya kepada siswa, Siti Widya Lestari mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan, keterampilan, serta pendidikan karakter yang telah diperoleh selama belajar di SMPN 7 Pontianak menjadi bekal awal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Perjalanan kalian masih panjang. Tentukan pilihan sekolah lanjutan dengan berdiskusi secara terbuka bersama orang tua agar tidak salah memilih jurusan maupun jenjang pendidikan, karena hal itu akan mempengaruhi masa depan kalian,” pesannya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh siswa dan orang tua apabila selama proses pembelajaran terdapat kekurangan maupun kekhilafan dari pihak sekolah dalam mendidik dan membimbing peserta didik.
Selain itu, Kepala Sekolah turut mengucapkan terima kasih kepada dewan guru, panitia, orang tua siswa, OSIS, serta seluruh pihak yang telah bersinergi dan bekerja keras sehingga kegiatan pelepasan dapat terlaksana dengan baik. Pengumuman kelulusan siswa kelas IX dijadwalkan pada 2 Juni 2026.
Sementara itu, Sekretaris Komite SMP Negeri 7 Pontianak, Daeng Sabirin C.Md, yang mewakili Ketua Komite Bambang Riyanto karena sedang berada di luar daerah, turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa kelas IX.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP merupakan langkah awal menuju masa depan yang lebih luas dan penuh tantangan.
“Kami berharap ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai baik yang diperoleh selama belajar di SMP Negeri 7 Pontianak dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang dengan penuh kesabaran dan dedikasi telah mendidik para siswa, serta kepada orang tua yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka.
“Jangan pernah berhenti belajar, tetap rendah hati, hormati orang tua dan guru, serta jagalah nama baik almamater di mana pun berada. Jadilah generasi yang berakhlak baik, disiplin, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya kepada para siswa.
Acara pelepasan tersebut turut dihadiri mantan Kepala SMPN 7 Pontianak Zainul Arifin, Lurah Siantan Hilir Erin Febrianty, Bhabinkamtibmas Polsek Pontianak Utara Agus Blake, dewan guru, tata usaha, Dewan Pengawas,tokoh masyarakat, ketua RT, orang tua murid, serta Ketua Ikatan Alumni SMPN 7 Pontianak Utara Jaidi beserta jajaran alumni. Kegiatan berlangsung penuh haru dan kebersamaan sebagai penutup perjalanan pendidikan siswa kelas IX di SMP Negeri 7 Pontianak.

(Meldianto)

Epicentrum Jadi Saksi Dimulainya Teror Dalam Film Badut Gendong

0
oplus_1026

Jakarta , Investigasi.In – Mendekati hari penayangannya yang sudah sangat dinantikan, MAGMA Entertainment secara resmi menggelar acara Press Screening dan Gala Premiere untuk film horor-aksi terbarunya, Badut Gendong. Film yang lahir dari perluasan semesta Cross-Universe Qodrat ini sukses menggelar karpet merahnya di Epicentrum XXI, Jakarta, pada hari ini, Jumat, 22 Mei 2026.

Acara pemutaran perdana ini berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh produser Linda Gozali, sutradara Charles Gozali, serta seluruh jajaran pemain, di antaranya Marthino Lio, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, Iskak Khivano, Totos Rasiti, Akbar Kobar, Vonny Anggraini, hingga aktor senior Jose Rizal Manua.

Badut Gendong Sebagai Kreasi yang Menantang

Dalam acara ini, sutradara Charles Gozali mengungkapkan bahwa sosok antagonis baru ini merupakan salah satu kreasi paling menantang sepanjang kariernya.
“Badut Gendong adalah salah satu karakter paling kompleks yang pernah saya ciptakan.

Berangkat dari dualitas rasa cinta dan kebencian yang mendalam, karakter ini akan menjadi pemain yang sangat menarik sekaligus berbahaya di dalam semesta Qodrat,” jelas Charles.

Komitmen total untuk menghadirkan kualitas visual dan narasi yang premium juga ditegaskan oleh sang produser. Linda Gozali membeberkan bahwa film ini menuntut dedikasi yang luar biasa dari sisi produksi.

“Ini adalah proyek pertama MAGMA yang overbudget, namun keputusan tersebut harus kami ambil karena kami sepenuhnya percaya pada kekuatan cerita serta masa depan jangka panjang dari karakter Badut Gendong ini,” ungkap Linda.

Epicentrum Jadi Saksi Dimulainya Teror Badut Gendong

Kengerian film tidak hanya tersaji di dalam studio bioskop, tetapi sengaja dihidupkan di area lobby Epicentrum XXI. MAGMA Entertainment menyulap lokasi Gala Premiere dengan dekorasi yang mencekam untuk menyambut para tamu undangan.

Mulai dari deretan toples kaca berisi replika wajah manusia yang dikuliti secara sadis, hingga pameran properti prostetik asli yang digunakan selama proses syuting, semuanya dihadirkan demi memberikan pengalaman teror yang nyata sejak pertama kali melangkah masuk.

Aktor utama semesta Qodrat, Vino G. Bastian, yang turut hadir dan menyaksikan kegilaan film ini memberikan apresiasinya. “MAGMA tidak main-main dalam memperluas Semesta Qodrat.

Badut Gendong ini bukan sekadar horor yang menjual kaget, tapi aksi dan intensitas terornya sangat terasa. Marthino Lio luar biasa membawakan karakter yang kompleks ini. Sebagai ‘kakak’ dari semesta ini, saya bangga dan sekaligus ngeri melihat ancaman baru yang diciptakan Charles Gozali ini,” puji Vino.

Film Badut Gendong siap menghantui dan menguji nyali seluruh pencinta film horor di bioskop tanah air mulai 27 Mei 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran Idul Adha. Segera amankan tiket Anda dan ikuti perkembangan informasi terbarunya melalui akun media sosial resmi di @magmaent dan@badutgendong.

“STOP GEOLISTRIK! Warga Sumberagung Melawan, Tanah Petani Bukan Tumbal Investasi”

0

INVESTIGASI.IN | Banyuwangi – Gelombang penolakan terhadap aktivitas geolistrik di wilayah Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, semakin memanas. Warga bersama tokoh masyarakat mulai angkat suara dan menunjukkan perlawanan terbuka terhadap aktivitas yang dianggap mengancam ruang hidup petani dan masa depan lingkungan desa.


Di tengah hamparan lahan pertanian, spanduk besar bertuliskan “STOP GEOLISTRIK” berdiri mencolok sebagai simbol kemarahan dan kegelisahan masyarakat. Bagi warga, tanah pertanian bukan sekadar lahan kosong yang bisa dimasuki seenaknya, melainkan sumber kehidupan yang diwariskan turun-temurun untuk anak cucu mereka.


Tokoh masyarakat Desa Sumberagung, P. Suratin, saat ditemui oleh Bapak Pramono dari tim investigasi dan media, menegaskan bahwa masyarakat mulai resah dengan adanya aktivitas yang masuk ke wilayah pertanian tanpa keterbukaan yang jelas kepada warga.


“Kami ini rakyat kecil. Hidup kami dari sawah dan ladang. Jangan sampai atas nama proyek dan investasi, petani dijadikan korban,” tegas P. Suratin.


Menurutnya, masyarakat bukan anti pembangunan. Namun warga menolak apabila aktivitas yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan dan lahan pertanian dilakukan tanpa komunikasi terbuka, tanpa persetujuan masyarakat, dan tanpa memikirkan dampak jangka panjang terhadap kehidupan warga desa.


Warga menilai, selama ini petani selalu menjadi pihak yang paling lemah ketika kepentingan besar mulai masuk desa. Mereka hanya dijadikan penonton di tanah sendiri, sementara keputusan penting diduga sudah ditentukan tanpa melibatkan suara rakyat kecil.


“Kami ingin dihargai sebagai pemilik lahan dan masyarakat yang tinggal di sini. Jangan sampai rakyat hanya dipakai namanya, tapi hak dan suaranya diabaikan,” lanjutnya.


Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Masyarakat takut aktivitas geolistrik menjadi pintu masuk eksploitasi yang dapat mengancam sumber air, merusak struktur lahan pertanian, dan menghancurkan keseimbangan lingkungan yang selama ini menjadi penopang hidup petani.


Ironisnya, di saat petani sedang berjuang menghadapi mahalnya pupuk, cuaca yang tidak menentu, dan hasil panen yang terus menurun, kini mereka justru dibayangi ancaman kehilangan ruang hidup akibat kepentingan investasi yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil.


Spanduk penolakan yang dipasang warga juga memuat larangan keras terhadap pihak luar yang memasuki lahan pertanian tanpa izin. Sikap itu menjadi bukti bahwa masyarakat mulai bersatu menjaga wilayah mereka dari aktivitas yang dinilai merugikan petani.


Warga meminta pemerintah daerah dan pihak terkait tidak tutup mata terhadap keresahan masyarakat bawah. Mereka mendesak adanya keterbukaan, dialog langsung dengan warga, serta penghentian sementara aktivitas yang memicu konflik di tengah masyarakat.


“Tanah ini bukan warisan untuk dijual, tapi titipan untuk anak cucu kami. Kalau tanah rusak, petani mau hidup dari apa?” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.
Kini suara perlawanan dari Desa Sumberagung mulai menggema luas.

Warga menegaskan akan terus berdiri di garis depan menjaga lahan pertanian mereka dari segala bentuk aktivitas yang dianggap mengancam masa depan desa.
Bagi masyarakat Pesanggaran, pembangunan tidak boleh berjalan dengan mengorbankan rakyat kecil. Karena ketika tanah petani mulai terancam, maka yang dipertaruhkan bukan hanya sawah dan ladang, tetapi juga kehidupan, martabat, dan masa depan generasi berikutnya.(tim)

Polda Kalbar Gelar Tatap Muka Ojol Upaya Kamseltibcar

0

 

Pontianak Kalbar II investigasi.in PONTIANAK, Polda Kalbar – Dalam upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas Polri) bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Barat menggelar kegiatan tatap muka dan diskusi hangat dengan para pengemudi ojek online (ojol) bertajuk “Polantas Menyapa Ojol” yang dilangsungkan di salah satu kafe di bilangan Jalan Veteran, Kota Pontianak, pada Minggu (24/5).

Dengan mengusung tema lokal yang akrab, “Kite Semue Pahlawan Keselamatan di Jalan”, kegiatan ini diinisiasi oleh Korlantas Polri sebagai bentuk pendekatan persuasif dan edukatif kepada pahlawan transportasi daring yang setiap hari beraktivitas di jalan raya.

Acara diawali dengan sambutan dari Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalbar, Kombes Pol. Valentino Asmoro, S.I.K., M.H., yang menyambut baik kehadiran para pengemudi ojol dan menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga ketertiban di ruang publik, khususnya jalan raya.

Hadir dalam acara itu Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri, Brigjen Pol. Prianto, S.I.K., M.Si. Dalam arahannya, Dirkamsel menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari program nasional “Polantas Menyapa”, yang salah satu sasaran utamanya adalah komunitas ojek online.

“Ojol merupakan mitra strategis Polantas untuk mewujudkan Kamseltibcar Lantas. Karena sepanjang waktu sebagian besar aktivitas rekan-rekan berada di jalan, Anda sekalian memiliki posisi luar biasa untuk memantau langsung situasi dan kondisi lalu lintas secara real-time,” ujar Prianto.

Lebih lanjut, Jenderal bintang satu itu juga mengajak para pengemudi ojol untuk tidak ragu memberikan masukan, laporan, maupun saran yang membangun kepada pihak Kepolisian demi perbaikan sistem keselamatan jalan raya ke depan.

Tidak hanya sekadar mendengarkan aspirasi, Ditlantas Polda Kalbar juga membekali para peserta dengan aspek keselamatan praktis melalui sesi sosialisasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) lalu lintas.

Melalui momentum ini, Korlantas Polri bersama Ditlantas Polda Kalbar berharap semangat “Kite Semue Pahlawan Keselamatan di Jalan” dapat tertanam di hati setiap pengendara, sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kota Pontianak dapat terus ditekan.

Viral !!!! Ketahanan Pangan Hewani TA 2025 Desa Di duga Menjadi Ladang Korupsi Diminta APH Segera Periksa

0
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 32;

Investigasi.in~Kepahiang-Bengkulu.Progam ketahanan pangan Hewani Tahun anggaran 2025 didesa kampung Bogor, kecamatan Kepahiang,Kabupaten kepahiang provinsi Bengkulu, saat ini tengah menjadi sorotan publik “Sabtu”23/05/2026

Pasalnya banyak ditemukan kejanggalan

mulai dari proses pengajuan, pengadaan hingga ketahapan pelaksanaan diduga manipulatif “Hal ini terungkap setelah ditemukan data awal proses program ketahanan pangan didesa kampung Bogor tahun anggaran 2025 lalu

Di ketahui ketahanan pangan hewani yang ditujukan untuk keberlangsungan ketersediaan pangan dari sektor peternakan bagi masyarakat desa kampung Bogor yang seharusnya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat “Di duga menjadi ladang korupsi berjamaah aparatur pemerintah desa setempat.

Dari data yang dihimpun mulai dari pembangunan kandang ternak kambing yang dianggarkan bernilai hampir ratusan juta rupiah,namun realisasinya kandang tersebut di duga dibuat asal jadi bahkan ditaksir hanya di perkirakan menghabiskan dana 25 jutaan saja, selanjutnya pengadaan ternak kambing 30 ekor yang seharusnya kambing dewasa siap produksi pada kenyataanya hanya lah kambing anakan yang diterapkan,dan yang paling ironis hingga saat ini kambing – kambing tersebut hanya tersisa 7 ekor saja hingga april 2026

sementara menurut keterangan ketua TPK (Andi Saputra) “bahwa kambing – kambing tersebut masuk pada awal Desember 2025 lalu, tentu ini menjadi pertanyaan publik yang sangat mendasar.

Selain itu diduga adanya mark-up harga pembelian kambing yang dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan ( TPK ) desa beserta oknum perangkat desa dalam pengadaan kambing sejumlah 30 ekor tersebut ,

Kemudian tim awak Media PI NEWS Online mencoba mencari informasi dengan melaksanakan Konfirmasi Kepada ketua TPK, ketahanan pangan hewani desa kampung bogor ,(Andi Saputra)

dikediaman nya,pada (Jum”at 10/04/2025) 14 : 15 wib,

Menurut keterangan yang didapat dari ketua TPK (Andi saputra) di duga kuat adanya kejanggalan dan permainan Kongkalikong dalam program ketahanan pangan ini”

Salah satunya ketua TPK (Andi Saputra) mengatakan dirinya tidak pernah tahu kejelasan tentang aset desa dari program ini”ketika dipertanyakan kemana dan dimana ternak kambing yang lainnya selain dari 7 ekor yang tersisa di dalam dikandang,ketua TPK(Andi Saputra) terlihat Plin plan ketika menjawab ,dirinya tidak tahu”pungkasnya.

Sedangkan dari keterangan kaur keuangan (Deki)desa kampung Bogor pun sangat bertolak belakang,selaku bendahara desa (Deki),menyebutkan bahwa semua tahapan program ketahanan pangan hewani tahun anggaran 2025 sudah dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang ada,dirinya juga menyebutkan bahwa anggaran yang di gelontor untuk program ini di perkirakan mencapai kurang dari 200 juta ,itu semua sudah di transfer ke rekening ketua TPK melalui rekening Desa”ungkapnya.

Selaku kaur keuangan (Deki) juga membeberkan tahapan dari awal pembentukan hingga pelaksanaan program tersebut sudah berjalan dengan baik,pungkasnya.

Berdasarkan keterangan dari kedua pihak tersebut dan disandingkan dengan data dan fakta dilapangan sangat bertolak belakang,di satu sisi para pemangku kepentingan ini mengklaim sudah menjalankan tugas dan kewajibannya sesuai aturan, disisi lain kenyataan dilapangan di duga sebagai sarat korupsi dan manipulatif 

 

Bahkan ternak kambing dari pengadaan ketahanan pangan diduga hilang entah kemana,temuan ini di duga korupsi berjamaah yang tercium sangat kental aromanya ,dan dari masing-masing yang terlibat dalam program ini harus bertanggung jawab penuh atas dugaan kerugian keuangan negara yang ditimbulkannya .

Diminta Aparat Penegak Hukum (APH)di wilayah Kabupaten Kepahiang,inspektorat Kabupaten Kepahiang,Kajari Kabupaten Kepahiang, serta instansi terkait Kabupaten Kepahiang, untuk melakukan audit keuangan serta dokumen menyeluruh didesa kampung Bogor sehingga dugaan korupsi didesa ini dapat terungkap menjadi fakta yang sebenarnya.

 

Investigasi. in

(Tim)

Penghormatan Terakhir Polres Kubu Raya Antar IPTU Suyoto Tempat Pemakaman

0

Pontianak Kalbar II investigasi.in Kubu  Raya – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya tengah diselimuti duka mendalam. Salah satu putra terbaiknya, IPTU Suyoto, telah berpulang ke Rahmatullah. Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi dan darma bakti almarhum.

Polres Kubu Raya menggelar upacara pemakaman secara kedinasan yang berlangsung khidmat pada Jumat (22/5/2026) pagi.

Prosesi pelepasan jenazah diawali dengan kegiatan sambang duka yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., di rumah duka yang berlokasi di Jl. Bina Jaya, Komplek Soja Budi Utama Bhakti No. Cc 9, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, sekitar pukul 08.00 WIB.

Turut hadir dalam ketatalaksanaan sambang duka tersebut Wakapolres Kubu Raya KOMPOL Andri Syahroni, S.I.P., M.M., jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kubu Raya, serta puluhan personel Polres Kubu Raya yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada rekan sejawat mereka.

Prosesi Pemakaman Militer di TPU Jl Perdamaian, seusai prosesi pelepasan di rumah duka, jenazah almarhum IPTU Suyoto kemudian

di berangkatkan menuju tempat Pemakaman Umum (TPU) Jl. Perdamaian, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Di lokasi pemakaman, Wakapolres Kubu Raya KOMPOL Andri Syahroni, S.I.P., M.M., bertindak langsung sebagai inspektur upacara memimpin jalannya pemakaman secara kedinasan.

Isak tangis keluarga dan kerabat menyelimuti suasana saat tembakan salvo diletuskan sebagai simbol penghormatan tertinggi Korps Bhayangkara kepada almarhum.

Amanat Kapolres. Almarhum adalah Bhayangkara yang Patut Menjadi Teladan

Dalam prosesi pemakaman tersebut, Wakapolres Kubu Raya membacakan amanat tertulis dari Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika.

Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan rasa terkejut dan duka yang mendalam atas kepergian almarhum yang dinilai sangat mendadak.

“Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah keluarga kita, rekan kita Almarhum IPTU Suyoto menuju tempat pemakaman.

Kabar duka ini sangat mengejutkan dan menyedihkan perasaan kita semua.

Namun, sebagai umat beragama yang percaya akan kuasa-Nya, sudah selayaknya kita menerima dengan ikhlas setiap keputusan dan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar KOMPOL Andri Syahroni saat membacakan amanat Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres Kubu Raya melalui Wakapolres menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalmukan, sembari mendoakan agar diberikan ketabahan dan kesabaran yang ekstra dalam menghadapi ujian ini.

“Almarhum sepanjang hayatnya adalah seorang Bhayangkara yang telah mendarma-baktikan diri pada Polri, bangsa, dan negara dengan mengorbankan segala yang ada padanya. Dedikasi tersebut patut menjadi suri tauladan bagi kita semua yang masih bertugas.

Mari kita bersama-sama mengantar almarhum menuju tempat peristirahatan terakhirnya dengan doa terbaik,” tutupnya.

Upacara pemakaman kedinasan ini berjalan dengan lancar, aman, dan tertib.

Kepergian IPTU Suyoto meninggalkan rekam jejak pengabdian yang bersih dan penuh integritas, sebuah warisan kehormatan yang akan selalu dikenang oleh keluarga besar Polres Kubu Raya. (Humas_cpt_ltr2002)

Dari Kemiren untuk Indonesia, Semangat Pelestarian Budaya Terus Digaungkan MATRA Banyuwangi

0

INVESTIGASI.IN | BANYUWANGI – Ritual Adat Tumpeng Sewu Kemiren kembali menjadi momentum sakral dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur masyarakat Using Banyuwangi. Tradisi yang digelar penuh khidmat di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, tersebut tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi simbol kuat persatuan masyarakat dalam merawat identitas budaya Nusantara.


Kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat, pegiat budaya, organisasi kemasyarakatan, seniman, serta unsur pemerintahan termasuk Camat Glagah itu berlangsung meriah dengan nuansa kebersamaan dan semangat gotong royong yang sangat kental.


Di tengah pelaksanaan kegiatan budaya tersebut, Ketua MATRA DPD Banyuwangi, Bapak Teguh Eko Rahadi, SAB, menegaskan bahwa adat tradisi budaya Nusantara harus terus dijaga sebagai bagian dari syiar kebangsaan dan dakwah melalui jalur kebudayaan.


Selain menjabat sebagai Ketua MATRA DPD Banyuwangi, Teguh Eko Rahadi, SAB juga dikenal sebagai Pendiri dan Penasehat GENTA MACAN PUTIH Blambangan, Wakil Ketua LESBUMI PCNU Banyuwangi, sekaligus Penasehat PKDI Banyuwangi yang selama ini aktif mengawal berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pelestarian adat tradisi di bumi Blambangan.


Dalam penyampaiannya, Teguh Eko Rahadi, SAB menilai bahwa budaya memiliki kekuatan besar dalam membangun persatuan bangsa Indonesia yang majemuk.


“Syiar dan dakwah tidak harus selalu dilakukan melalui mimbar formal. Adat tradisi budaya Nusantara juga merupakan sarana dakwah kebangsaan yang sangat kuat untuk membangun rasa persaudaraan, gotong royong, dan kecintaan terhadap Indonesia,” ungkapnya.


Menurutnya, Ritual Adat Tumpeng Sewu bukan hanya sebuah tradisi seremonial, melainkan bentuk rasa syukur masyarakat serta simbol persatuan lintas golongan yang diwariskan oleh para leluhur.


Ia juga menekankan pentingnya menjaga budaya lokal agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya luar.


“Budaya adalah akar bangsa. Jika budaya hilang, maka identitas bangsa juga perlahan akan hilang. Karena itu kami akan terus hadir dan berkontribusi dalam setiap gerakan pelestarian budaya Nusantara, khususnya di bumi Blambangan,” tegasnya.


Sebagai tokoh budaya dan organisasi masyarakat, Teguh Eko Rahadi, SAB juga menyampaikan komitmen bersama MATRA DPD Banyuwangi, GENTA MACAN PUTIH Blambangan, LESBUMI, dan PKDI untuk terus mendukung kegiatan pelestarian adat tradisi sebagai bagian dari penguatan karakter bangsa Indonesia.


“MATRA/PKDI/LESBUMI/GENTA MACAN PUTIH BLAMBANGAN selalu hadir dalam setiap giat pelestarian, penumbuhkembangan adat tradisi budaya Nusantara, khususnya di bumi Blambangan, demi dan untuk kejayaan Nusantara serta langgengnya Indonesia Raya tercinta,” ujarnya.


Ritual Tumpeng Sewu sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu ikon budaya masyarakat Using Banyuwangi yang sarat nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan. Ribuan tumpeng yang disajikan menjadi simbol rasa syukur sekaligus lambang persatuan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial maupun golongan.


Kegiatan budaya tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa masyarakat Banyuwangi tetap memiliki kepedulian tinggi terhadap warisan leluhur yang menjadi identitas daerah sekaligus kekayaan budaya bangsa Indonesia.


Sinergi antara masyarakat adat, tokoh budaya, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tradisi agar tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang.


Bagi Teguh Eko Rahadi, SAB, menjaga budaya Nusantara merupakan bagian dari pengabdian terhadap bangsa dan negara.


“AKU ADA UNTUKMU INDONESIAKU.”


Sebuah semboyan perjuangan dan pengabdian yang menegaskan bahwa menjaga adat tradisi budaya Nusantara berarti menjaga persatuan, kehormatan, dan kejayaan Indonesia Raya.